
Mereka berdua kembali kepada semuanya, Zea melihat Veronica yang sudah kekenyangan karena makan banyak sekali waffle. Teman-teman Alex pun kesenangan melihat Veronica. Maklumlah jika orang yang cantik, rasanya kita ingin melihat nya terus. Karena paras Veronica yang cantik banyak orang yang berlalu lalang melihatnya dengan penuh pesona.
Begitupun dengan teman- teman Alex, karena Zea yang tidak ingin pulang larut malam, akhirnya mereka berdua pamit pergi. Zea takut paman dan bibinya akan cemas karena mereka berdua tidak pulang-pulang. Zea dan Veronica memborong banyak sekali barang, sehingga mereka lumayan kerepotan dengan itu.
" Zea, bagaimana kalau kau pulang bersamaku? Aku akan mengantarmu pulang" tawar Alex,dia menunjukkan wajahnya yang penuh harap.
"Tidak perlu kak,aku tidak mau merepotkanmu" kata Zea sembari menggeleng kepalanya dengan keras,dia tidak ingin merepotkan Alex lagi.
"Kenapa? Aku hanya ingin membantu. Ayolah Zea! Ini hanya sekali saja,ya?"kata Alex memaksa,dia ingin sekali mengantarkan Zea.
"Kau bisa bersamaku, sedangkan kakakmu bisa bersama temanku" kata Alex lagi, memang ini tawaran yang bagus, Zea dapat menghemat ongkos kirimnya. Jadi dengan terpaksa Zea pun menyetujuinya, Zea bersama dengan Alex dan Veronica bersama dengan Reza.
Yah dengan Reza, awalnya mereka berkelahi kare ayam merebutkan Veronica. Tapi karena adu suit dan Reza menang, akhirnya Veronica bersama dengan Reza dan Faisal membawa barang-barang belanjaan Zea dan Veronica dengan wajah yang muram dan kesal, seperti tidak terima dengan keputusan ini.
Mereka semua pergi mengantarkan Zea dan Veronica dengan Alex yang memimpin. Saat di perjalanan pulang Alex sengaja mengerem mendadak agar Zea memeluk Alex. Karena Zea yang tidak mau menegang Alex,jadi Alex melakukan hal itu. Ini membuat Zea memukul bahu Alex karena tidak suka. Sedangkan Alex hanya kegirangan melihat Zea yang marah-marah ini.
Sesampainya di rumah, Zea tidak lupa untuk berterima kasih kepada Alex dan teman-temannya, begitupun dengan Veronica yang berterima kasih pada mereka. Karena demi kesopanan,Zea mengajak mereka semua untuk mampir sebentar,tapi Alex menolak karena ada urusan sebentar.
Jadi Alex segera pamit dari rumah Zea bersama dengan yang lain, Zea pun berbalik badan bersama dengan Veronica untuk masuk ke rumah. Baru saja di halaman depan mereka berdua dikagetkan dengan Gabriel yang berekspresi sangat menakutkan. Gabriel berposisi berdiri tegak di depan pintu dengan tangan yang di lipat di dada dan ekspresi tidak suka dengan wajah yang cemberut.
Ekspresi yang mirip seperti hantu, inilah yang membuat Zea terlonjak kaget, bahkan Veronica sampai berteriak histeris dan membuat mereka menjatuhkan barang belanjaan mereka. Zea tidak tahu kenapa Gabriel melakukan ini,tapi yang pasti ini adalah ekspresi Gabriel yang marah.
"Kau ini kenapa? Kau membuat orang kaget, tahu!"kata Veronica yang kaget sembari memegang dadanya,dia kemudian mengambil berang-berang belanjaan nya dengan pelan.
"Gabriel, kenapa kau berdiri di situ? Kau baru saja pulang , ya?"tanya Zea pelan,dia tahu kalau perasaan Gabriel sedang tidak bagus,jadi Zea berusaha untuk tidak marah-marah.
"Aku hanya mencari udara segar saja" kata Gabriel dengan mulut yang cemberut dan nada yang dibuat-buat. Dia kemudian pergi dengan dagu yang diangkat dengan sengaja, menunjukkan dia sedang marah besar.
Tentu semua nya senang tanpa terkecuali Gabriel yang menunjukkan ekspresi biasa-biasa saja. Paman dan Bibi sangat senang mereka mendapatkan hadiah dari Veronica. Dan tiba juga sea games memberikan hadiah untuk mereka juga, tidak lupa hadiah dari Alex. Saat pemberian dari Alex ini, Gabriel semakin menunjukkan wajah marah nya. Dia seperti tidak ingin mendengar nama Alex di telinganya.
Ini membuat Zea curiga pada Gabriel, kebersamaan Gabriel dengan semuanya juga tidak berlangsung lama,baru saja beberapa saat dia sudah pamit ke kamarnya untuk tidur, padahal ini belum malam sekali. Adnan dan Maggie juga merasa ada yang tidak beres dengan Gabriel, sungguh ini bukan perilaku Gabriel yang sesungguhnya.
Setelah beberapa saat Gabriel pergi,Zea pun berinisiatif untuk mempertanyakan apa ada masalah dengan Gabriel,dia pun pamit pada semuanya dan pergi menyusul Gabriel. Sesampainya di depan pintu kamar, Zea pun berhenti sejenak,dia berpikir sebentar. Lalu dengan pelan mengetuk pintu kamar Zea, untuk ketukan pertama memang tidak ada respon dari Gabriel.
Zea pun mengetuk lagi sampai berkali-kali, tidak ada respon. Zea pun mencoba untuk membuka pintu kamar Gabriel, ternyata tidak terkunci,dengan pelan Zea membuka dan mengintip Gabriel. Tapi yang ia lihat Gabriel sudah tidur dengan selimut yang menyelimuti seluruh tubuhnya, Zea pun langsung menutup pintu kamar Gabriel lagi,sayang Gabriel sudah tidur, padahal Zea ingin membicarakan suatu hal padanya.
Setelah Zea benar-benar pergi, Gabriel pun langsung terbangun dan duduk,dia kemudian menghela napas panjang. Setengah menyesal dan setengah marah, padahal dia juga ingin menanyakan sesuatu pada Zea,tapi di sisi lain Gabriel marah pada Zea. Dia cemburu pada Zea tadi, sebenarnya Gabriel melihat Alex bersama dengan Zea, mereka berboncengan motor.
Ini lah membuat Gabriel marah dan cemburu,dia tidak suka Zea dekat - dekat dengan Alex karena yang kita tahu Gabriel menyukai Zea. Wajar juga Gabriel cemburu,tapi mau bagaimana lagi, Gabriel hanya sebatas sahabat bagi Zea. Sedih rasa nya hati Gabriel jika mengingat itu, Gabriel ingin sekali menyatakan suka nya pada Zea tapi ia takut juga.
Baru saja Gabriel memikirkan itu, tiba-tiba saja terdengar suara langkah kaki yang mengarah kemari. Gabriel yang panik takut itu Zea langsung tergesa-gesa menarik selimut nya dan langsung membaringkan tubuhnya di kasur. Seketika Gabriel pura-pura tidur lagi, langkah kaki itu sudah dekat dan mulai membuka pintu kamar Gabriel.
Kemudian berjalan dengan pelan ke kasur Gabriel,dia duduk di kasur Gabriel dan membelai rambut Gabriel. Gabriel tahu seperti nya ini bukan Zea,mana mungkin Zea akan membelai rambut Gabriel seperti ini. Kemudian belaian itu pun berhenti di ganti dengan gerakan mendekat ke telinga Gabriel dengan suara yang pelan tapi pasti berbisik ke telinga Gabriel.
"I know you're lying,baby" kata Maggie pelan dan berbisik sehingga membuat Gabriel membuka matanya dan terlonjak bangun dari kasur nya,dia kemudian menatap Maggie dengan takut dan heran serta menelan ludah dengan keras, sedangkan Maggie tersenyum lebar pada Gabriel.
•
•
•
'Halo semuanya,semoga kalian dalam keadaan sehat selalu. Author minta maaf baru up sekarang, karena beberapa Minggu yang lalu Author ada urusan,jadi tidak sempat untuk up. Author ada sedikit pengumuman, untuk novel Two Worlds Adventure sebentar lagi akan tamat, soalnya cerita nya cuma sedikit. Terimakasih banyak untuk semuanya yang sudah baca dan dukung, Author sangat lah berterimakasih. See You Again.....'