Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Serangan Di Seluruh Negeri



"Eden...Apa yang terjadi?"tanya Anthony yang wajah nya dalam ekspresi panik dan kaget, tapi dia juga dalam mode serius.


"Ayah...Dia datang..Dia menghancurkan hampir setengah istana.Ibu sedang membantu melakukan evakuasi para pelayan kerajaan...Aku sudah menyuruh semua panglima untuk mengevakuasi warga...Dia membawa banyak sekali pasukan monster aneh...Aku tidak bisa melawannya sendiri..."jawab Eden dengan suara yang seperti lelah karena dari yang mereka lihat Eden banyak mengeluarkan keringat.


" Sudah kuduga pasti akan terjadi seperti ini" kata Anthony yang yakin.


" Ayah akan kesana bersama yang lain...Kau panggilkan Billy untuk menjemput kami! Segera Eden!" Kata Anthony serius,dia kemudian menutup alat itu dan langsung memegang kepalanya.


"Siapa yang datang? Apa orang itu yang membuat kekacauan ini?" tanya Luis yang bingung dengan perkataan Eden dan Anthony.


"Iya Ayah, apa maksudnya itu?"tambah Lucas yang sama bingung nya dengan Luis, begitupun dengan Zea dan Veronica. Mereka tidak tahu apa yang di katakan Eden dan Anthony. Mereka hanya tahu apa yang terjadi di dunia ini.


" Anak-anak,Ayah tidak bisa menjelaskan nya sekarang...Ini bukan waktu yang tepat untuk menjelaskan... Kalian siap ke mode bertempur kecuali Zea " kata Anthony menoleh pada Zea,sontak Zea kaget begitupun dengan yang lain.


" Apa? Kenapa? Kau bisa menjaga diri ku sendiri" kata Zea yang tidak terima. Dia juga ingin membantu semua nya, walaupun Zea tidak begitu ahli tapi dia pasti bisa.


"Tidak, Zea. Ayah tidak bisa melibatkan mu, Billy akan menjemput mu dan membawa mu ke tempat aman. Ini adalah pertarungan yang besar... Kalian juga hati - hati saat melawan...Zea,jika pertarungan ini selesai...Ayah akan menjemputmu" kata Anthony dengan nada yang lemah,dia kemudian mengusap kepala zea dengan lembut.


Zea pun tidak terima,saat dia ingin mengatakan nya. Tibalah Billy dengan kuda nya,dia membawa sepasang kuda, tentu untuk dirinya sendiri dan untuk Zea,serta Anthony. Dia membawanya dengan ekspresi wajah panik dan cemas, mungkin dia panik dengan keadaan yang terjadi di dunia ini. Walaupun Luis, Lucas,dan Veronica tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, mereka tetap patuh pada Anthony dan mengikuti apa yang Anthony katakan.


Dalam sekejap merek kemudian berubah dan berpakaian ala kerajaan dengan pedang di tangan mereka. Siap untuk bertempur pastinya, Anthony lalu memberikan jubah that ia pakai ke Zea dengan wajah yang sedih dan seperti tidak mau berpisah. Zea juga sedih,dia berharap semuanya baik-baik saja.


Anthony lalu menunggangi kudanya, sebelum berangkat dia berbalik badan ke semua orang. Dengan wibawa seorang raja, sangat lah keren, Zea dalam hati merasa terpesona melihat ayahnya dan sedih dalam waktu bersamaan.


" Ayah akan pergi ke istana untuk membantu Eden dan ibu kalian... Kalian bantulah warga di sini,bawa mereka ke tempat evakuasi khusus... Setelah itu kalian dapat melawan monster itu,utamakan warga! Billy,aku serahkan Zea padamu,tolong jaga dia!" Kata Anthony,dia kamu tersenyum pada Zea dan langsung menggerakkan kudanya untuk pergi.


"Sudah lama aku tidak bertarung seperti ini...Ayo!" Kata Lucas yang senang dengan pertarungan seperti biasa.


"Ayo! Zea...Jaga dirimu baik-baik,ya! Sampai bertemu lagi" kata Luis,dia menoleh pada Zea sebelum Zea pergi. Zea lalu mengangguk dan berusaha untuk tersenyum.


" Sampai jumpa, Zea" kata Veronica pada Zea,dia menepuk bahu Zea untuk menenangkan Zea yang terlihat bingung dan sedih. Veronica lalu tersenyum pada Zea begitu pun dengan yang lain,Zea pun juga. Setelah itu mereka berlari ke penjuru kota,secara berpencar untuk melindungi warga di sana.


" Ayo Putri Zea,kita harus cepat-cepat pergi" kata Billy yang mengajak Zea untuk pergi. Untungnya dalam pelatihan itu, Zea di ajari berkuda,jadi Zea dapat berkuda dengan baik. Dia dibantu oleh Billy menunggangi kudanya bewarna putih, sedangkan milik Billy bewarna hitam.


Sebelum Zea pergi,dia menoleh pada kotanya yang kacau. Berusaha tersenyum dan mendoakan semua baik-baik saja, dia berharap selama Zea bersembunyi mereka dapat menyelamatkan semua orang. Dengan terpaksa Zea berbalik memakai jubah ayahnya dan pergi mengikuti Billy yang menuju ke tepi kota.


Ini seperti arah menuju dermaga,dermaga tempat Zea dan yang lain dulu,saat membebaskan monster terbang. Billy berhenti di salah satu perahu yang cukup besar, mungkin muat untuk beberapa orang. Zea lumayan bingung dengan apa yang terjadi ini,dia hanya menoleh - boleh sekitar sementara Billy menyiapkan perahu. Sangat sepi, tidak ada orang di sana.


Baru saja Zea menoleh sekitar, terdapat suatu bayang- bayang. Bayang- bayang dari balik salah satu rumah di dermaga. Itu bukan seperti manusia, Zea dengan kaget dan pelan mencoba untuk memanggil Billy agar melihat nya juga.


" Billy...I-Itu! Lihat ke sana!" Kata Zea sembari menunjuk ke lokasi yang terdapat bayangan hitam menuju Zea dan Billy.


" Ada apa Tuan Putri?" Kata Billy, setelah ia benar-benar melihat apa yang ditunjuk Zea, Billy langsung panik. Dia kemudian berada di depan Zea dan bergegas mengeluarkan pedangnya. Dan dalam sekejap, keluar lah beberapa monster menyeramkan.


Tanpa mata dan hanya berupa mulut tajam , berbentuk manusia tapi berjalan dengan kedua kaki serta tangan nya, mirip kera tapi tidak ada mata dan telinga,serta tidak ada ekor.Mereka dengan cepat mengejar Billy dan Zea dengan gerakan menyerang dengan tangan nya yang tajam.


Billy dengan cepat langsung menyerang monster itu untuk tidak mendekati Zea. Billy dahat kuat,dia dapat menyerang balik monster itu hingga terkapar. Beberapa kali ada yang hampir menyentuh Zea,tapi sebelum dia menyentuh Zea, monster itu langsung dibantai oleh Billy.


Karena tidak memungkinkan untuk menang melawan monster itu, Billy lalu menyuruh Zea untuk pergi ke perahu itu. Dan setelah itu di susul oleh Billy, Billy dengan cepat mengendarai perahu itu sehingga menjauh dari Kerajaan Echthra,dalam hati Zea,dia sangat khawatir apa yang terjadi dengan keluarganya di sana dan juga semua teman nya di sana.