
"Hei, namamu Gabriel,bukan? Apa hubunganmu dengan Zea?"tanya Alex, pertanyaan Alex ini membuat Chelsea kaget, kenapa Alex menanyakan itu? Sedangkan Gabriel,dia malah sedikit cemberut mendengarnya. Mau dikatakan dia pernah satu rumah bersama dengan Zea juga tidak apa. Tapi untuk hubungan Gabriel benar-benar tidak bisa menjawabnya.
"Eum...Aku pernah satu rumah dengan Zea,orang tua ku yang merawat Zea dari kecil" kata Gabriel,dia tidak ingin terlalu mengatakan terlalu banyak tentang Zea.
"Begitu ya.Tapi Kau tidak ada hubungan apa-apa dengan Zea,kan?"tanya Alex lagi,dia sepertinya ingin sekali tahu apa hubungan Gabriel dengan Zea dan ingin tahu banyak tentang Zea.
"Kenapa kakak menanyakan itu?"tanya Gabriel curiga, memang pertanyaan ini membuat Gabriel semakin curiga kalau Alex punya perasaan pada Zea.
"Ah... Itu,aku hanya penasaran saja. Kalau kau tidak mau mengatakannya itu tidak masalah untukku" kata Alex yang lumayan kecewa karena tidak mendapatkan informasi yang lebih jauh tentang Zea.
"Yeah,kau tidak perlu berbicara.Itu lebih baik" sindir Chelsea yang jengkel membicarakan tentang Zea terus. Alex pun bergumam dan melirik Chelsea dengan tajam, Chelsea melakukan hal sama, sehingga mereka saling menatap tajam seperti ada kilatan petir di antara keduanya.
Membuat suasana di antara kedua saudara ini menjadi sangat lah menegang kan. Gabriel yang lumayan tidak enak hati,dia pura-pura tidak melihat pertengkaran mereka dan berharap Zea cepat kembali membawa Veronica. Setelah bertatap tajam beberapa lama, mereka langsung memalingkan muka masing-masing.
Di sisi lain, Zea sedang mencari Veronica di sekitar toilet. Tapi tidak ada tanda-tanda Veronica di toilet perempuan, Zea bahkan sampai panik Veronica menghilang entah kemana. Karena tidak mau panik,dia kemudian menanyakan beberapa siswa tentang Veronica. Karena ciri-ciri fisik Veronica yang berbeda dari yang lain, tentu akan mudah menanyakan nya pada siswa di sini.
Tidak banyak yang tahu Veronica dimana,tapi yang mereka ketahui Veronica pergi ke belakang sekolah dengan beberapa perempuan. Kata orang-orang yang melihatnya, perempuan itu ada tiga orang, mereka terlihat tomboi dan sangatlah sadis.
Rambut mereka penuh dengan cat rambut yang mirip dengan rocker dan baju mereka yang tomboi, serta tubuh yang terdapat tato dan tindik, serta wajah mereka yang garang. Para perempuan itu juga terlihat dewasa, seperti anak SMA,bukan anak sekolah Gabriel. Zea menduga kalau Veronica telah diganggu dengan anak-anak nakal.
Setelah mengetahui informasi tersebut, Zea bergegas pergi ke belakang sekolah. Di belakang sekolah ini sangatlah jarang siswa ke sana, karena tempatnya yang kumuh dan kotor sehingga tidak ada orang yang ke sana. Tempat ini biasanya dijadikan tempat untuk merundung anak-anak, tempat yang sangat aman untuk melakukan hal itu.
Saat akan tiba di belakang sekolah, Zea mendengar sebuah suara benda yang dibenturkan dengan keras dan beberapa suara pukulan. Ini lah yang membuat Zea tambah panik,dia kemudian berlari dan alangkah terkejutnya saat melihat perempuan yang nakal itu terpuruk di tanah dengan beberapa luka lebam di wajah dan tubuh.
Kalau saat di toilet tadi,dia tanpa sengaja menabrak salah satu mereka yang ternyata pemimpin anak-anak naka itu. Tentu Veronica sudah meminta maaf,tapi mereka malah tidak mau, mereka menagih bayaran pada Veronica. Bisa dibilang mereka memalak Veronica dan bahkan mendorong Veronica yang hampir terjatuh.
Karena Veronica menolak dengan keras, mereka menggiring Veronica ke belakang sekolah dan akan mulai memukul Veronica. Tapi malah mereka yang kena pukul Veronica, bahkan Veronica saja tidak ada luka ditubuhnya. Veronica sangat lah hebat, Zea akui itu, tapi saat menceritakan hal itu, tiba-tiba saja salah satu dari mereka berdiri dan mengambil sebuah balok kayu yang cukup besar.
Awal nya Zea tidak tahu, karena dia fokus mendengar kan penjelasan Veronica, Veronica juga tidak tahu karena dia membelakangi mereka.Zea dengan sigap memutar tubuhnya lalu akan melakukan tendangan keras yang akan mengenai wajahnya. Wanita itu pun kaget dan memejamkan matanya, alih- alih terjungkal karena tendangan itu,dia masih dapat berdiri dengan kaki yang gemetaran.
Zea sebenarnya tidak jadi menendang wajah wanita itu,kaki nya hanya beberapa senti dari wajah wanita itu. Zea kemudian tersenyum keras dan berdecih, wanita itu pun sedikit ketakutan melihat Zea melakukan hal itu.Zea kemudian mengambil balok kayu yang ia pegang,wanita itu pun terbelalak melihat Zea melakukan itu, Zea lalu menunjukkan wajah dingin nan menakutkan nya mirip sekali dengan Anthony.
Zea pun langsung memukul nya dan mendorong nya sehingga dia jatuh tersungkur. Zea lalu melemparkan balik kayu itu ke tanah dan mulai menjadi dingin,dia menatap tajam dan menunduk agar sejajar dengan wanita itu.
"Jika kau berani mengganggu nya lagi,akan kupastikan kau ku habisi nanti" kata Zea dingin,dia kemudian pergi memegang tangan Veronica dan meninggalkan mereka. Tapi sebelum mereka pergi, pemimpin mereka meneriaki Zea dan Veronica.
"Awas saja kau ya! Kau pikir kami takut dengan ancaman mu? Lihat saja nanti! Kau akan membayar apa yang telah kau lakukan pada kami. Ayo pergi!" Katanya, kemudian mereka pergi dengan terpincang-pincang dan meninggalkan tempat itu, Zea dan Veronica tidak memperdulikan mereka.
Jadi mereka berdua pun pergi menghampiri Gabriel, Zea takut Gabriel khawatir karena Zea pergi lumayan cukup lama. Tapi setelah sampai, Gabriel senang dan dia langsung menanyakan kenapa Veronica terlambat. Tentunya Zea tidak mengatakannya,dia hanya mengatakan kalau Veronica tersesat saja. Zea tidak mau membuat Gabriel cemas,dia tidak mau membuat Gabriel khawatir.
Mereka berlima akhirnya berkeliling bazar, mencari barang-barang yang unik dan sekedar berjalan-jalan saja. Tentu Zea sedikit canggung dengan Alex, begitupun dengan Zea Gabriel yang tidak suka pada Alex. Tapi jika dilihat Alex sebenarnya orangnya asik juga,dia tidak segarang penampilannya. Alex cukup ramah dan dia lumayan periang, Zea mungkin bisa berteman dengan nya, walaupun dia adalah kakak Chelsea.
Bazar sekolah Gabriel berakhir saat hari sudah mulai petang, mereka bertiga dijemput oleh Adnan yang saat itu selesai pulang kerja lebih awal. Dan seketika itu Adnan berjumpa dengan Alex dan Chelsea, mereka langsung saja akrab saat bertemu. Memang kalau orang tua Gabriel itu sangat lah ramah, Adnan juga mengenal Alex karena mereka pernah bertemu saat urusan bisnis,jadi mereka berbicara banyak hal.
Adnan bertemu saat dia melihat sebuah pameran tentang seni, Alex pada waktu itu mewakili Ayah nya untuk datang ke pameran seni itu,yang rupanya merupakan acara untuk menjalin kerjasama antar perusahaan. Tentu Alex mengenal Adnan yang seorang wakil direktur perusahaan terkenal.