
Kemudian setelah berbelanja aksesoris itu mereka berhenti di sebuah restoran kecil di sana, lagi-lagi Veronica dibuat kebingungan melihat beberapa makanan yang disediakan di restoran, begitupun ketika dia masuk ke mall. Mereka makan makanan cepat saji, bagi Veronica rasa makanan di dunia manusia sedikit berbeda dengan dunia sihir, seperti ada rasa yang kurang pas, seperti itu.
Tapi walaupun begitu, mereka semua tetap makan dengan lahap. Zea paling cepat selesai makannya,dia kemudian izin pergi ke toilet dan meninggalkan mereka bertiga. Zea tidak perlu mengkhawatirkan Veronica yang sudah dekat dengan Maggie,dia tidak perlu mengkhawatirkan mereka berdua.
Saat tiba di toilet umum tidak ada yang terjadi apa-apa, Zea ke sana untuk mencuci tangan nya,tapi ketika sedang mengambil tisu,dia mendengar suara yang cukup familiar dari balik kamar mandi,suara itu perlahan mulai mendekat membuat Zea berhenti mengambil tisu dan seketika suara itu telah mendekat.
Terlihatlah sesosok perempuan yang katanya mirip dengan Zea,dia adalah Chelsea,dia datang sembari menempelkan ponsel nya di telinga Chelsea, sepertinya suara itu karena Chelsea sedang melakukan telepon. Setelah melihat Zea,dia kaget dan begitu pun dengan Zea yang kaget melihat Chelsea.
Kemudian Chelsea dengan senyum kejam nya berhenti bertelepon dan langsung mendekati Zea dengan seringai agak jahat. Zea pun menatap Chelsea tajam,lalu sesaat kemudian Chelsea sudah berhadapan dengan Zea seraya melipat tangan di dadanya.
"Wah... Kenapa kota ini sempit sekali ya?Aku selalu saja bertemu denganmu?" Kata Chelsea dengan suara yang lantang dan sedikit merendahkan.
"Haa... Menurutmu? Bukankah kau yang selalu mengikutiku?"balas Zea yang tidak suka dengan cara bicara Chelsea.
"Tidak tahu.Oh ya..Kita sudah banyak sekali bertemu dan kau juga dekat dengan Gabriel,jadi aku perkenalkan namaku saja ya...Hai namaku Chelsea,salam kenal" kata Chelsea,dia kemudian menatap Zea remeh dan dengan suaranya yang mengejek.
"Senang bertemu denganmu dan kuharap aku tidak akan pernah bertemu denganmu" kata Zea dingin, dia kemudian dengan cepat meninggalkan Chelsea. Tapi alih-alih Zea akan pergi,dia malah dihentikan dengan tangan Chelsea yang memegang nya dengan cepat. Saat Zea menoleh, ekspresi wajah Chelsea sudah berubah,dia sudah menunjukkan wajah nya yang marah dan jengkel.
"Apa hubunganmu dengan Gabriel,ha?" tanya Chelsea dengan tatapan mata tajam.
"Lepaskan!!!"kata Zea kasar,dia pun melepaskan tangan Chelsea dengan kasar, sehingga Chelsea tambah marah.
"Apa hubungannya dengan mu?" Kata Zea yang dingin, dia tidak suka dengan gadis ini,yang sejak dulu selalu saja membuat Zea marah.
"Dasar sombong....Jika kau berani-berani dekat dengan Gabriel,awas saja kau!"kata Chelsea,dia sepertinya sudah mencapai inti dari pembicaraan nya dengan Zea.
"Kau akan tahu nanti. Kau akan tahu apa akibatnya jika berurusan dengan keluarga Myers" kata Chelsea marah,dia kemudian pergi dan menyeruduk tubuh Zea dengan kasar,ini membuat Zea terhuyung ke belakang sedikit.
Zea pun tersenyum pahit dengan Chelsea,dia juga memandang Chelsea dengan tatapan mata tajam yang menakutkan. Zea dengan cepat pergi dari toilet umum dan bertujuan untuk menghampiri semuanya. Di saat perjalanan pulang, Zea tidak sengaja melihat sebuah gelang basket yang keren.
Gabriel adalah seorang pebasket,akan cocok baginya jika ia mengenakan gelang itu. Gelang itu juga harganya lumayan mahal, jadi pantaslah untuk Gabriel yang fashionable. Ini juga sebagai tanda balas nya pada Gabriel karena ia telah memberikannya sebuah gelang.
Jadi Zea mampir ke sebuah toko olahraga, di toko tersebut ada banyak sekali peralatan olahraga yang lengkap dan komplit. Zea dengan cepat langsung menuju gelang basket itu dan membeli dengan warna hitam,di sini dapat direkomendasikan inisial di gelang itu.
Jadi Zea merekomendasikan inisial Gabriel,yah dengan nama Gabriel tentunya. Karena pekerja di toko ini profesional, jadi tidak butuh waktu lama bagi Zea untuk menunggu, tidak lupa juga Zea membelikan sebuah sepatu basket pada Gabriel. Karena ia rasa Gabriel cocok menggunakannya.
Jadi setelah pergi ke toko itu, Zea langsung bergegas kembali. Untungnya semua orang masih ada di sana, mereka juga sudah selesai makan dan sedang mengobrol bersama. Jadi setelah itu, mereka semua berencana untuk pulang ke rumah,tapi sebelum itu Maggie ingin membeli sesuatu di salah satu kota, alhasil Zea dan Veronica di tinggal untuk sementara waktu.
Yah, Zea dan Veronica tidak bicara satu sama lain,tapi karena Zea tidak enak hati,dia pun kemudian berbicara duluan kepada Veronica. Zea tidak mau suasana ini berlanjut terus,dia tidak mau terus-terusan seperti ini dengan Veronica. Padahal Veronica dapat berbicara dengan Maggie, kenapa Zea tidak? Veronica kan adalah kakak tirinya.
"Ehm... Veronica,eum.. Itu-, bagaimana perasaanmu di sini? Kau suka?"tanya Zea yang tidak tahu mau bicara apa.
"Aku menyukainya,bibi mu sangat lah menyenangkan. Aku menyukainya" kata Veronica yang sama halnya dengan Zea, bingung ingin bicara apa.
"Syukurlah jika kau senang" kata Zea tersenyum, Veronica pun juga membalasnya dengan tersenyum. Tapi setelah itu, mereka semua diam, tidak bicara apa pun sampai Maggie selesai berbelanja. Mereka berbelanja banyak sekali,kata Maggie ini untuk baju Maggie dan Adnan serta Gabriel.
Setelah berbelanja itu, mereka pulang ke rumah. Mereka sampai dirumah tepat hari menjelang malam, mereka memborong banyak sekali belanjaan. Sebenernya Maggie ke mall juga untuk membeli kebutuhan Gabriel.
Dia sekarang sedang persiapan untuk les musik, Maggie menargetkan Gabriel untuk multitalenta.Yaitu dapat melakukan berbagai macam hal,dalam bidang olahraga Gabriel sangat lah pandai dalam melakukan olahraga basket. Untuk bidang lain,dia sangat pandai melakukan pemotretan dan model.