
Dengan menerima kenyataan yang mendadak. Faisal dan Reza yang tidak tahu apa-apa dan tidak mau ikut campur urusan keluarga Alex,jadi mereka pamit pulang agar keluarga masing-masing tidak khawatir. Tentu mereka mengabari hal ini,tapi tidak memberitahu sebelumnya,jadi mereka tidak mau pulang terlalu malam.
Alex pun mengantarkan mereka sampai depan rumah sakit untuk berterima kasih tentunya. Mereka naik taksi yang sudah di pesan oleh Alex dalam aplikasi, sehingga Alex lah yang akan membayar semuanya. Setelah itu dia kembali menemui ini saja ayaha tirinya untuk meminta pengertian tentang hal yang terjadi.
Maklum Alex tidak tahu semuanya,yang ia tahu dan ibunya tahu bahwa ayah tirinya adalah istri nya dulu meninggal karena kecelakaan.Hanya itu saja dan tidak lebih,jadi mendengar hal itu membuat Alex dan ibunya shock sekali. Saat ia tiba di rumah sakit,ibu dan ayahnya sedang duduk di ruang depan administrasi.
Mereka menunggu Alex untuk pulang, karena tidak baik jika mereka tet tinggal di sana.Alex dengan terpaksa menuruti perintah kedua orang tuanya,tapi sebelum itu ibunya mengehentikan hal tersebut.
" Sayang,aku harus melakukan suatu hal pada mereka. Ada yang harus aku bicarakan dengan Zea, apakah boleh aku menemui nya?" Kata Hanna dengan suara yang lembut dan halus,dia ingin melakukan hal yang ingin ia lakukan pada Zea.
" Hanya sebentar ya...Aku akan pergi dengan Alex" tambah Hanna lagi,dia menoleh pada Alex untuk menuruti perintahnya. Karena dilihat dari ekspresi wajah Marcus, Marcus kelihatan tidak setuju. Tapi melihat hal ini,dia jadi pasrah dan mengijinkan Hanna dan Alex untuk menemui Zea. Mereka pun pergi ke ruangan tempat Zea di rawat, terdapat Si Kembar dan Veronica di sana.
Mereka berada di luar rumah sembari menunggu, karena di dalam hanya Anthony saja yang menemani Zea sekaligus menenangkan Zea. Sedangkan keluarga Adnan di suruh pulang oleh Anthony, karena Anthony yang sudah ada di sini,jadi biarkan dia dan anak-anak nya yang menjaga Zea. Adnan , Maggie,dan Gabriel dibiarkan istirahat untuk pulang ke rumahnya,lagi pula ia pasti punya pekerjaan di rumah.
"Nak... Bolehkah kami bertemu dengan ayahmu?"tanya Hanna ramah pada mereka bertiga. Mereka bertiga pun hanya saling pandang dan canggung dengan Hanna dan Alex.
"Kami akan memanggil Ayah, Anda bisa menunggu nya di sini" kata Luis berdiri,dia kemudian menggandeng tangan Lucas untuk menemaninya ke ruangan Zea. Hanna lalu tersenyum dan mempersilahkan mereka berdua,dia juga tersenyum pada Veronica yang membuat Veronica menjadi salah tingkah dan membalas nya tersenyum juga.
Di dalam ruangan Zea, Anthony melihat Zea berbaring di kasur nya dengan tangan yang dipegang oleh Anthony, mereka Aling berpegangan tangan. Anthony pun sembari mengusap kepala Zea dengan penuh kasih sayang, pemandangan yang penuh perasaan. Si Kembar lalu tersenyum kecil,dia kemudian mengetuk pintu untuk memberi tahu bahwa mereka datang.
Anthony pun lalu melihat mereka berdua begitu pun dengan Zea yang sepertinya habis menangis. Mereka lalu menghampiri Anthony dan Zea dengan perlahan, mereka berdua langsung mengatakan pada Anthony secara berbisik agar Zea tidak terlalu mendengar nya dengan jelas.
"Ada apa?"tanya Anthony ketika wajah Luis sudah berdekatan dengan Anthony.
"Ada istrinya paman Marcus, beliau ingin bertemu dengan ayah" kata Luis dengan suara yang pelan. Melihat mereka bertiga berbisik seperti ini, Zea menjadi curiga pada mereka.
Anthony lalu berpij sejenak, sebenarnya istri Marcus ini tidak ada hubungannya dengan masa lalu mereka. Terlebih lagi Hanna ramah dan sangat baik,jadi tidak apa-apa jika Anthony bertemu sebentar dengan nya dan Alex juga.
" Luis...Lucas... Kalian temani Zea,ayah akan bertemu dengan nya" perintah Anthony pada mereka. Anthony lalu tersenyum pada Zea dan pamit pergi,dia kemudian pergi bertemu dengan Hanna.
Sesampainya di luar ruangan, terdapat Hanna dan Alex yang sedang resah menunggu Anthony. Veronica pun melihat Anthony datang, mereka berdua juga melihat mereka. Anthony lalu menoleh pada Veronica untuk mengkodenya agar masuk ke ruangan Zea, Veronica lalu mengangguk paham dan masuk ke dalam ruangan Zea. Dan sekarang Anthony dan Hanna saling pandang dan menatap satu sama lain, sekali-kali ia juga menatap Alex.
"Jadi apa yang ingin kau katakan padaku?" tanya Anthony yang tidak mau basa basi.
" Oh.. Itu, pertama-tama aku perkenalkan diri dulu. Namaku Hanna,istri kedua Marcus dan ini anakku, Alex" kata Hanna ramah,dia menunjukkan Alex pada Anthony, Alex pun memberikan hormat pada Anthony dan tersenyum padanya.
"Oh iya Hanna,aku Anthony. Eh..Jadi apa yang ingin kau sampaikan padaku?" tanya Anthony lagi. Hanna lalu ragu-ragu,dia lama sekali menjawab pertanyaan Anthony dan setelah dipikir panjang dia mulai berbicara.
" Aku pertama ingin minta maaf padamu dan Zea dengan apa yang telah terjadi pada Zea dan anakku. Aku sekaligus ingin berterima kasih padamu...Eumm...Jujur saja,aku kurang paham dengan apa yang terjadi barusan,tapi aku merasa harus meminta maaf padamu atas nama suamiku dan yang lain.." kata Hanna menjelaskan,dia menjelaskan nya dengan baik dan ramah, sangat lah enak di dengar.
Ini membuat Anthony lumayan canggung dengan keramahan Hanna,kalau di ingat-ingat dia juga terlalu kasar dengan Marcus, padahal Marcus tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya. Dia tidak ikut dalam kecelakaan Ella, mengingat hal ini Anthony merasa bersalah pada Marcus.
" Dan aku ingin berbicara pada Zea. Aku merasa aku harus mengatakan sesuatu padanya... Begitupun dengan anakku Alex,aku yakin dia ingin mengatakan sesuatu pada Zea" kata Hanna sembari menatap Alex,ini membuat Alex tersentuh.Memang ibunya lah yang tahu keinginan dan perasaan nya.
"Aku juga seperti nya terlalu kasar dengan Marcus.. Tolong sampaikan permintaan maafku padanya...Dan untuk Zea,aku rasa harus menanyai Zea dulu... Apakah tidak apa-apa?" kata Anthony yang merasa bersalah,dia juga mencoba untuk bersikap ramah pada Hanna dan Alex.
" Oh.. Tidak apa-apa. Terimakasih banyak atas semuanya, Anthony" kata Hanna ramah, Anthony pun lalu mengangguk,dia kemudian pamit ke ruangan Zea untuk mengatakannya pada Zea. Jujur Zea pertama -tama bingung, dia ingin sekali sendiri dan tidak bertemu dengan siapapun kecuali keluarga nya.
Tapi dia juga merasa bahwa Alex seperti nya ingin berbicara padanya , lagipula Alex tidak tahu apa pun jadi tidak apa jika bertemu Zea. Akhirnya Zea pun mengijinkan mereka masuk, Zea dibiarkan sendiri bersama dengan Hanna dan Alex. Zea duduk di ranjangnya menatap mereka berdua dengan Hanna yang tersenyum ramah pada nya dan Alex dengan kelihatan wajah bersalah.