Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Mencari Zea



Saat ini Veronica dan Gabriel sedang menunggu teman-temannya Alex, mereka lumayan lama. Sehingga Gabriel dibuat khawatir takut mereka berdua ketahuan oleh anak-anak geng. Ini membuat Gabriel terus menerus bertanya pada Reza, apakah mereka baik-baik saja. Tapi untungnya Reza tetap membalas pertanyaan Gabriel ini,ia berkata kaau Faisal alam sekali datang.


Ini juga membuat Reza cemas,dia curiga kalau Faisal ketahuan oleh anak-anak geng. Karena ini sudah hampir setengah jam Faisal tidak datang dan anak-anak geng yang tadi mengecek nya juga tidak balik-balik. Sehingga membuat anak-anak geng yang menjaga menghampiri mereka, seharusnya ini kesempatan bagus bagi mereka untuk menerobos masuk karena tidak ada yang menjaga.


Tapi sebenarnya Faisal sedang dalam masalah,tanpa dugaan teleponnya berdering yang membuat anak-anak geng di sana curiga. Dia akhirnya bersembunyi untuk waktu yang lama, berlindung dari pencarian mereka di sana. Karena tidak memungkinkan Faisal untuk pergi menghampiri Reza,ia akhirnya mengirimkan pesan agar Reza pergi dahulu.


Awalnya setelah menerima pesan itu Reza jadi kaget. Rencana mereka tidak sesuai ekspektasi,orang yang menelpon Faisal adalah ayah Alex. Faisal jadi punya dugaan kalau ayah Alex tahu apa yang sebenarnya terjadi pada anaknya, karena yakin akan dugaan itu. Faisal jadi mengirimkan pesan pada Reza untuk mau lebih dulu.


Dengan berat hati pun Reza pergi ke dalam untuk menyusul Gabriel dan Veronica yang masih menunggu. Reza pergi ke dalam dengan arahan dari Gabriel,di dalam lumayan sepi,entah kemana semua anak-anak geng pergi,tapi Reza hanya menemui beberapa anak buah Ega saja.


Beberapa saat kemudian,ia pun sudah menemui Gabriel dan Veronica yang sedang menunggu di salah satu ruangan dengan perasaan yang cemas dan khawatir. Reza lega mereka berdua tidak apa-apa,jika terjadi hal buruk pada anak-anak kecil ini Reza harus bagaimana coba.


"Kalian tidak-... ASTAGA BANG**T..."teriak Reza yang kaget akan anak-anak buah Ega yang sudah terkapar di lantai dengan beberapa luka lebam di tubuh mereka, mereka pingsan dan tidak sadarkan diri.


Gabriel dan Veronica pun juga ikut kaget dengan teriakan Reza itu, mereka berdua hanya diam dan tidak mengatakan apapun. Aneh jika Gabriel mengatakan Veronica lah yang melawan mereka sendiri,tapi memang itu kenyataannya. Status Veronica yang makhluk sihir, tidak sulit untuk nya mengalahkan mereka.


"Si-Siapa yang melakukan ini pada mereka?"tanya Reza ragu-ragu,ia tidak percaya jika anak-anak ini lah yang mengalahkan mereka bertiga,dia juga mengecek apakah mereka masih hidup karena saking tidak percayanya.


"Mungkin iya...Dan mungkin tidak.Eh..Lebih baik kota segera menyelamatkan Zea saja kak,ini tidak perlu dipikirkan!" Kata Gabriel yang mencoba menghindari pertanyaan Reza.


"Loh... Bukannya kalian bertiga yang datang ke sini? Lalu dimana yah satunya lagi?"Taya Veronica yang menyadari nya.


"Ah itu, Faisal sepertinya sedang ada masalah,dia menyuruh ku untuk menyusul kalian. Aku tidak tahu bagaimana kondisinya,tapi lebih baik kita cepat-cepat mencari Zea dan menyelamatkan Zea... Setelah itu kita kabur dari sini" kata Reza yang teringat akan Faisal, sebenarnya dia cukup khawatir padanya,tapi mau bagaimana lagi, mereka harus mengambil resiko.


"Aku... Tidak tahu,kau tahu kan aku dikurung disini. Tempat ini ada berapa ruangan? Mungkin Zea dibawa ke atas?" Kata Veronica mencoba untuk menebak.


"Ada banyak sekali ruangan. Kami sudah pernah menyusup tempat ini,aku kira aku lumayan ingat. Basecamp Ega mempunyai tiga tingkat, biasanya ruangan khusus tempat pemimpin geng berada di lantai atas, sedangkan untuk anak-anak berkumpul biasanya ada di lantai dua. Disini juga ada beberapa kamar dan ruangan kosong. Sepertinya ruangan kosong itu lah yang dijadikan sandera,aku rasa aku masih memiliki denahnya. Coba aku lihat di ponsel ku.." kata Reza menjelaskan ia juga sembari mengingat-ingat. Reza mengambil ponselnya dan mencari-cari foto denah basecamp.


Dan beberapa menit kemudian Reza sudah menemukannya. Denah itu berupa foto dari kertas yang di coret membentuk denah,denah buatan seperti nya. Tapi ini jelas dan akurat, dengan ini mudah bagi mereka untuk mencari Zea.


"Ayo kita pergi menyelamatkan Zea, setelah itu kita cepat-cepat pergi dari sini" kata Reza serius, mereka kemudian pergi untuk mencari Zea,tapi baru saja akan pergi Gabriel langsung menghentikan mereka.


"Tunggu dulu!Jika kota pergi, bagaimana dengan kak Alex? Dia akan dilukai oleh mereka,kan?" Tanya Gabriel yang sadar akan Alex.


"Masalah itu...Alex akan mengorbankan diri,ia yang akan mengalihkan perhatian semuanya " kata Reza yang agak ragu mengatakan ini pada mereka. Ini adalah rencana sebenarnya Alex,ia memang berencana untuk mengorbankan dirinya,bagi Alex asal Zea selamat dia akan tenang.


"Apa?! Bagaimana...Aku tidak mau membiarkan itu terjadi.." kata Gabriel yang shock dan kaget.


"Lakukan rencana ini,ini perintah Alex. Kota selamat kan Zea dulu. Tenang saja, setelah itu aku akan menyelamatkan nya" kata Reza yang berusaha untuk menenangkan Gabriel. Dengan terpaksa pun Gabriel mengikuti rencana Reza dan mulai untuk mencari Zea.


Mereka pun mulai satu persatu menuju sudut basecamp, lebih dalam mereka ke basecamp,lebih banyak anak-anak buah Ega. Mereka sepertinya memang berada di dalam,banyak sekali yang mondar-mandir di sudut basecamp, apalagi mereka membawa tongkat kayu untuk senjata.


Itu membuat Gabriel sedikit takut, suasana ini seperti di film-film saja. Saat Gabriel bermain film kaga seperti ini suasananya,ia jadi teringat cerita film yang ia pernah mainkan. Beda dengan Veronica yang biasa saja,dia seperti tidak ada rasa takut-takutnya, maklum saja karena di dunia sihir,ia selalu menghadapi hal-hal yang berbahaya ini.


Reza bahkan sedikit gemetar ketika bertemu kawanan geng. Ia juga dengan perlahan mencari dan mengamati denah basecamp sembari mengingat-ingat tempat favorit mereka berkumpul. Jika salah ruangan kan gawat juga,nanti mereka bisa ketahuan dan rencana mereka akan gagal total.