
Zea dan Eden rencananya mereka akan menginap disini untuk beberapa hari saja, karena ada hal yang perlu Eden pastikan. Sebenarnya Eden bingung dengan monster air yang mereka datangi kemarin. Monster air tidak akan menyerang jika kita tidak menyentuh air dalam dunia itu.
Padahal Zea dan Gabriel tidak pernah sekalipun memegang air danau itu, sebelum mereka bertiga pergi Eden mengingatkan nya.Eden bahkan bahkan pergi dengan terbang atau meloncat ke satu bukit ke bukit lainnya. Hanya itu, Gabriel dan Zea juga tidak menyentuh nya sama sekali.
Bukankah ini aneh jika makhluk air itu menyerang mereka yang padahal tidak melakukan apapun kecuali mengambil elemen sihir. Eden kemudian datang ke sekolah itu lagi dengan Zea pagi-pagi sekali. Wajah Zea bahkan masih mengantuk tapi Eden kukuh ingin pergi. Apa boleh buat, Zea juga harus menurut pada Eden
Kemudian Zea pun datang ke sekolah bersama dengan Eden dengan menggunakan taxi. Tentu mereka sudah berpamitan dengan Adnan dan Maggie,apalagi Maggie selalu bangun pagi untuk menyiapkan makanan atau sarapan untuk mereka. Dan setelah itu mereka berangkat pagi-pagi.
Pagi ini sekolah sedang dalam keadaan ynah sepi dan kosong, mereka tidak melihat satu penjaga pun disana. Kesempatan yang bagus untuk mereka berdua masuk. Mereka kemudian masuk ke dalam sekolah dengan santai. Mereka kemudian kembali ke lapangan tempat mereka pergi ke dimensi lain.
Eden melakukan banyak hal disana, intinya dia sedang mengecek suatu hal.Dan Zea,dia sedang duduk di samping lapangan,setelah beberapa saat kemudian barulah Eden berhenti. Eden dari tadi hanya berdiri ditengah-tengah lapangan dan memejamkan matanya, lalu sudah. Entah bagaimana caranya Eden memastikan nya.
Saat mereka akan pergi, Zea memberanikan dirinya untuk bertanya pada Eden. Dia juga ingin mengatakan sesuatu hal yang penting untuk pada Eden.
"Eden...Kau sudah memastikannya belum?" tanya Zea yang pelan.
"Sudah" kata Eden dingin."oh.. Aku juga ingin memberitahu sesuatu.Aku melihat ingatan aneh dari monster itu"kata Zea, perkataan Zea ini membuat Eden menoleh padanya dengan penuh tanya.
"Iya, saat aku tercebur ke air, monster itu lalu mengejar dan menangkap ku. Dan saat itu pula aku melihat ingatan monster itu, ingatan nya adalah aku melihat sebuah pusaran air yang bewarna hitam. Air itu seperti sihir yang bukan dari sini karena warnanya yang berbeda. Karena kejadian ini, ini membuat dunia bawah laut monster Air itu kadi kacau dan mereka salah paham kalau kita yang melakukannya" kata Zea menjelaskan.
"Jadi memang benar kalau ada sihir lain di sini, tapi apa sihir itu" kata Eden yang berpikir. Zea pun kaget Eden mengetahui hal ini,tapi Eden memang hebat, jadi tidak dihiraukan lagi bahwa Eden adalah Putra Mahkota Kerajaan Echthra.
"Ya, begitu. Apakah itu bukan dari sihir yang ada pada salah satu Kerajaan?" tanya Zea pelan, dia sebenarnya merasa curiga pada Kerajaan Thanatos akan hal ini.
Untung saja Zea dan Eden sudah keluar dari sekolah Gabriel, mereka berdua juga bertemu dengan Gabriel. Gabriel kaget sekaligus senang bertemu dengan mereka di sini, Gabriel baru saja keluar dari mobil dan langsung keluar dari situ. Dia langsung mengapa Zea dan Eden serta menghampiri mereka berdua, Zea pun juga balik melambaikan tangan pada Gabriel.
"Wah.. Kau tidak menyangka akan bertemu kalian disini. Halo juga kak"kata Gabriel senang, dia juga menyapa Eden dan Eden balik menyapa nya dengan senyum tipis nya.
"Ya, kami baru saja selesai. Kau akan sekolah kan? Sana masuk, nanti kau terlambat" kata Zea yang melihat para siswa masuk berhamburan ke sekolah..
"Tidak apa-apa, aku tidak akan terlambat. Eh... Zea, Kak Eden.. Bagaimana kalau kita foto disana"kata Gabriel yang menunjuk pada sebuah studio yang kecil tapi bagus di dekat sekolah.
"Haa... Kau serius? Kau tidak apa-apa telat ke sekolah?" tanya Zea kaget dan bingung, setahu Zea Gabriel itu adalah anak yang rajin, masa dia tidak ke sekolah malah ingin ke studio foto.
"Aduh Zea, C'mon.. Jika kita lebih cepat, aku tidak akan terlambat, kalau kau tidak mau aku akan bersama Kak Eden saja. Ayo kak!" kata Gabriel, dia pun menarik Eden pergi, Eden pun hanya ikut saja, dia juga. kaget saat Gabriel menarik nya.Dan dengan terpaksa Zea pun mengikuti keinginan Gabriel untuk ke studio foto.
Di studio itu ada berbagai banyak konsep, tapi Gabriel memilih konsep yang biasa saja. Intinya untuk berfoto-foto saja. Eden lumayan bingung dengan tempat ini, apakah Eden belum tahu studio foto. Jadi Zea pun menepuk bahu Eden, Eden refleks berbalik badan. Lalu Zea memperlihatkan kupingnya dan Eden tahu dia kemudian menundukkan kepala nya dan Zea mulai berbisik pada nya.
"Kau belum tahu tempat apa ini?" kata Zea, Eden pun balik mengangguk dan Zea pun melanjutkan pembicaraan mereka.
"Ini adalah tempat untuk mengabadikan foto atau biasa di dunia kita seperti lukisan, membuat gambar kita. Tapi di sini kami menggunakan kamera"kata Zea menjelaskan, Eden pun mengerti maksud Zea.
Jadi setelah itu, mereka bersiap-siap untuk foto, mereka tetap menggunakan pakaian biasa mereka dan langsung berfoto, mereka melakukan pose yang Gabriel lakukan dan juga tidak lupa mereka menggunakan aksesoris - aksesoris disana, seperti bandana dan lain sebagainya. Mereka menggunakan bandana telinga hewan, seperti kucing yang imut.
Eden awalnya menolak, tapi karena dipaksa Gabriel,jadi mau tidak mau Zea Eden mengikutinya. Eden juga sedikit kaki melakukan foto itu, tapi walaupun begitu hasilnya tetap bagus, Zea tidak percaya hasil foto nya sebagus ini. Ini mungkin akan menjadi kenang-kenangan yang indah bagi Zea dan yang lain.