Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Gadis Jahat



Saat pagi menjelang siang Anthony dan Zea berkeliling di kota dahulu, bersama dengan Gabriel dan Maggie. Seharusnya Maggie hari ini ada pemotretan, mengingat Maggie adalah model. Tapi karena kedatangan Zea dan Anthony, Maggie menjadwal ulang pemotretannya untuk bersama dengan Zea dan Anthony.


Dan Adnan tentu saja harus bekerja, dia adalah wakil direktur perusahaan besar. Jadi mau tidak mau Adnan harus kembali bekerja.


Rencananya mereka akan pergi ke berbagai pusat perbelanjaan dan berbagai permainan. Karena Anthony dan Zea disini hanya satu hari saja.


Buat Maggie dan Gabriel itu sangat singkat sekali, padahal mereka baru saja datang ke Indonesia. Tapi sebenarnya mereka hanya melewati portal saja, Zea jadi berbohong kalau mereka naik Jet Pribadi yang padahal tidak punya.


Pertama mereka pergi ke pusat kota untuk makan dan belanja beberapa barang brand mewah.Karena Anthony tidak terlalu tahu mata yang disana, jadi Anthony menyerahkan semuanya pada Zea. Menurut Zea mata uang di dunia manusia daripada dunia Anthony lebih mudah mata uang milik dunia Anthony. Karena mata uang disana hanay koin perunggu, perak, dan emas. Hanya itu saja, lagi pula memang ada namanya masing-masing.


Untuk koin perunggu namanya Brountzos, dan untuk koin perak namanya asimi, serta untuk koin emas namanya Chrysos. Namanya memang sulit diucapkan dan aneh, tapi itu lebih mudah digunakan sebagai mata uang disana. Kalau perunggu itu hitungannya dengan perak dan emas berbeda. Lima perunggu sama dengan satu perak dan sepuluh perak sama dengan satu emas.


Kembali lagi pada Zea dan Anthony, Mereka sekarang sedang ke toko pakaian. Karena Maggie seorang model, dia kental sekali dengan fashion. Mungkin Gabriel sifatnya juga sama dengan Maggie, karena Gabriel juga mementingkan fashion. Untuk Adnan, dia pakaiannya biasa saja tapi tetap keren.


Maggie memilihkan baju untuk Anthony dan Zea, dia sangat teliti sekali dalam memilih baju, sehingga ditoko baju itu cukup lama. Kemudian mereka pergi ke restoran terdekat, restoran itu sangat mewah, mungkin restoran bintang lima. Mereka makan semua makanan disana, untung saja Anthony dapat menerima makanan di bumi kalau tidak bisa, kan gawat.


Setelah itu,mereka pergi ke pusat permainan, karena Gabriel yang memaksa untuk kesana. Dia tidak mau jadi pusat perhatian,karena pusat permainan mungkin hanya anak-anak muda saja. Sebab dari tadi saat di mall dan di restoran mereka selalu dilihat-lihat oleh pengunjung setempat.


Maklum saja, mengingat jika Maggie adalah model terkenal, jadi mungkin ada yang mengenalnya. Lagipula ada Anthony yang super tampan, padahal anaknya sudah lima, tapi wajahnya pria umur dua puluhan. Ada juga yang mengenal Gabriel, karena dulu dia pernah diajak photoshoot oleh Maggie. Mungkin ada yang mengenalnya, oleh karena itu Gabriel menyuruh untuk ke pusat permainan.


Dipusat permainan, ada banyak sekali mainan. Karena Gabriel suka dengan game begitupun dengan Zea, jadi mereka mencoba semuanya sampai-sampai Anthony dan Maggie hanya dapat tertawa dan geleng-geleng kepala melihat anak-anaknya.


Mereka mencoba berbagai permainan, seperti bertarung, balapan, tembak-tembakan, dan berbagai macam lainnya.Anthony dan Maggie pergi ke kafe kecil disana sembari menunggu Zea dan Gabriel selesai bermain.Saat mereka akan pergi ke permainan lainnya, tanpa sengaja Zea menabrak seorang gadis yang sepertinya seumuran dengan Zea dan Gabriel.


"Aww.... Aduh.. Sakit tahu, Kalau jalan itu pakai mata!" kata gadis itu,jika dilihat gadis itu memiliki wajah yang cantik, kulit putih, rambut yang panjang dan berponi, tinggi lagu. Tapi tetap tinggi Zea dan Gabriel.


"Maaf" kata Zea dengan singkat dan jelas, Dia tidak suka pada gadis itu. Dilihat dari pakaiannya yang feminim dan mewah serta mukanya yang menyebalkan dan cara bicaranya yang tidak sopan.


"Hei, kau hanya bilang maaf saja.Cih.. menyebalkan.. Eh, Gabriel kenapa kau ada disini?" tanya gadis itu, dia baru sadar kalau ada Gabriel di sana. Tapi kenapa dia kenal dengan Gabriel?


"Iya, Aku sedang bermain di sini. Tapi apa yang kau lakukan di sini?Dan aku juga tidak suka kau bicara seperti itu pada Zea" kata Gabriel dengn nada yang menjengkelkan, dia sepertinya tidak suka pada gadis ini.


"Temanku, Aku minta maaf atas Zea. Kami pergi" Kata Gabriel, di kemudian menarik tangan Zea dan pergi meninggalkan gadis itu.


Gadis itu pun kelihatan jengkel ditinggalkan Gabriel. Saat Zea melihat ke belakang, dia melihat gadis itu tersenyum lebar pada Zea dengan tatapan mata yang tajam.


"Gabriel, dia siapa?"tanya Zea penasaran.Mereka sedang menuju ke kafe, menemui Anthony dan Maggie.


" Dia hanya teman, teman baru. Aku dan dia di kelas yang sama, duduk juga sama. But, I don't like her"kata Gabriel dengan nada yang sebal, dia sepertinya tidak ingin membicarakan gadis itu.Tapi Zea, kan penasaran, Jadi dia bertanya lagi pada Gabriel.


"Siapa nama gadis itu?" tanya Zea pada Gabriel, dia juga menahan diri untuk tidak bertanya lebih.


"You are very curious about that girl?Huh.. Dia Chelsea. Dia jahat sekali,karena dia cantik, jadi dia selalu membully dan bersikap seenaknya. Come to think of it, he's so mean and I don't like her" kata Gabriel dengan nada yang tinggi dan kesal.


"Lalu apa masalahnya untukmu? Apa dia jahat kepadamu?" tanya Zea, mereka sekarang hampir tiba ke kafe.


"Astaga, Zea. You don't understand either? Dia itu selalu saja mendekatiku, setiap anak yang mau bermain denganku pasti di usir oleh dia. Aku jadi tidak punya teman, but, memang ada yang mau bermain denganku tapi hanya satu dua orang" kata Gabriel dengan muka yang sudah sangat kesal membuat Zea tidak mau bicara ini lagi.


Kemudian mereka sampai di kafe tempat Anthony dan Maggie ada. Mereka kemudian menghampiri Anthony dan Maggie yang sedang duduk di salah satu meja.


"Kalian sudah selesai bermainnya, So are you happy?" tanya Maggie, dia membelai rambut Gabriel. Gabriel duduk di sebelah Maggie, sedangkan Zea di sebelah Anthony.


"Happy, but not anymore" kata Gabriel yang masih kesal dengan tadi. Melihat Gabriel seperti ini membuat Zea sedikit tidak enak dengannya.


"Why?" kata Maggie bingung, dia merasa aneh dengan wajah Gabriel yang kesal, berbeda dengan wajahnya yang senang saat ke sini.


"Tidak ada, dia hanya tadi kesal dengan salah satu pengunjung di sini. Apa lebih baik kita pergi saja?" kata Zea, dia cepat-cepat menjawab pertanyaan Maggie.


"Ohh, I see. Bagaimana kalau kita pergi ke tempat lain. I think it's a good idea" kata Maggie.


"Yah, itu lebih baik" kata Gabriel dengan nada yang masih kesal.