Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Menyelamatkan



Di sisi lain, Chelsea dan neneknya sudah sampai di rumah mereka dengan beberapa tamu di ruang tamu. Chelsea pergi dengan muka yang kesal dan muram, sehingga membuat tamu bingung dan membuat Hanna dan Marcus menjadi sedikit marah pada Chelsea karena ia tidak sopan. Neneknya pun juga mencoba untuk menenangkan Chelsea agar ia sopan pada tamu.


Saat Chelsea tiba di kamarnya ia langsung melepaskan sepatunya sembarangan dan tasnya sembarang. Marcus pun tiba di kamar Chelsea diikuti dengan Hanna dan neneknya Chelsea di belakangnya. Marcus langsung membentak Chelsea karena ia tidak sopan.


"Chelsea!!!Itu tidak sopan, kenapa kau meminta ibu untuk menjemputmu? Dimana Alex?"kata Marcus dengan nada yang tinggi dan marah, Hanna pun mencoba untuk menenangkan Marcus yang marah.


"Tenang sayang! Mungkin Chelsea sedang sakit,kau jangan membentaknya seperti itu!"kata Hanna yang menenangkan Marcus.


"Benar Marcus, Chelsea mungkin sedang tidak baik,kau tidak seharusnya membentak dia" kata neneknya Chelsea yang sedang duduk di samping Chelsea.


"Akhh... Kalian ingin tahu kenapa Alex meninggalkanku? Karena dia sedang memberi tebusan pada seseorang..."teriak Chelsea dengan marah. Ini membuat semua orang di sana kaget dengan teriakan Chelsea yang tiba-tiba ini.


"Apa? Tebusan? Apa maksudmu, Nak?" Kata Hanna yang kaget,dia memegang dadanya karena saking kagetnya.


"Entahlah,kuarsa dia sedang menyelamatkan gadis yang ia sukai di culik oleh musuhnya sendiri..." Kata Chelsea dengan nada yang merendahkan.


"Gadis? Musuh? Dan tebusan?Apa maksudmu Chelsea?"bentak Marcus yang tidak sabar.


"Sayangku Chelsea,kau tidak berbohong,kan?" kata neneknya Chelsea yang tidak percaya, begitupun dengan orang-orang di sana.


"Untuk apa aku berbohong Grandma? Grandma sendiri lihat kan tadi aku sendirian di pinggir jalan?"kata Chelsea yang kesal karena tidak ada yang percaya.


"Aku tidak tahu pasti siapa musuh nya,tapi dia sedang menyelamatkan Zea. Itu adalah nama gadis yang ia culik...Aku tidak tahu apa tebusan yang mereka minta dan kemana Alex menyelamatkan Zea itu.." tambah Chelsea dengan cepat. Sontak semua nya terbelalak kaget mendengar Chelsea bercerita ini.


Apalagi neneknya Chelsea yang mendengar nama Zea disebut-sebut, seperti yang kita ketahui. Nenek Chelsea juga merupakan nenek nya Zea juga,ia sangat membenci anak dari Ella tersebut. Saat mendengar nama Zea,dia langsung berpikiran macam-macam.


"Apa? Apa yang anak itu pikiran?"tanya Marcus dengan dirinya sendiri,dia memegangi kepalanya dengan kuat dan tidak habis pikir. Sedangkan Hanna diam bagai patung, mungkin saking shock nya,dia kemudian ambruk ke lantai dengan tangan memegangi dadanya dengan kuat.


"Hanna.." teriak Marcus yang kaget dan cemas pada Hanna. Dia kemudian membawa nya untuk duduk di ranjang Chelsea. Dan Chelsea pun segera menghindar dari kasur nya beserta neneknya agar Hanna dapat duduk di sana.


"Bibi? Tolong bawakan minuman untuk Hanna!"terik Marcus pada salah satu pembantu di ruangan itu,ia kebetulan sedang lewat dan melihat kejadian itu.


"Anakku...Aku takut terjadi hal buruk padanya Marcu. Oh... Alex,apa yang kau pikirkan sekarang,Nak?" Kata Hanna menangis dan khawatir karena saking takutnya. Saat itu pula, terdengar suara telepon dari ponsel Marcus,itu adalah orang yang mengurus bank keluarga Marcus.


"Maaf Tuan saya mengganggu,saya menghubungi Tuan karena terjadi hal aneh pada Tuan Muda Alex" kata si tukang bank pada Marcus dengan suara yang sedikit bingung.


"Apa maksudmu?"tanya Marcus bingung.


"Itu...Tuan Muda Alex dengan tergesa-gesa melakukan penarikan pada bank kami,dia meminta uang dengan nominal yang lumayan besar, yaitu 5 miliar Tuan. Dan Tuan Muda Alex juga mengancam saya untuk tidak melaporkan nya para Tuan" kata si tukang bank itu.


"Apa? 5 miliar? Apa kau tahu dia mau kemana?"tanya Marcus dengan penasaran,dia mencoba untuk mencari informasi tentang Alex.


"Maaf Tuan,saya tidak tahu. Tapi sepertinya saya melihat Tuan Muda tidak sendiri,dia bersama dengan anak kecil bersamanya" kata si tukang bank.


"Baiklah, terimakasih atas informasinya " kata Marcus dengan nada kecewa,dia kemudian menutup teleponnya dan memandang Hanna.


"Apa yang ia maksud anak kecil?"tanya Marcus penasaran, karena setahu Marcus Alex tidak mempunyai teman seorang anak-anak.


"Itu Gabriel. Dia adalah temannya si Zea itu" kata Chelsea tiba-tiba,dia mengatakannya dengan nada yang mengejek. Saat nenek Chelsea mendengar nama itu,dia balik kaget dan khawatir, Gabriel yang ia tahu adalah anak dari Adnan teman baik Ella yang merawat Zea. Nenek nya Chelsea semakin yakin kalau Zea dan Gabriel yang Chelsea maksud itu berhubungan dengan Ella ini.


Marcus kemudian mencoba untuk menelpon Alex,tapi nomor Alex tidak aktif dan bahkan tidak bisa dihubungi. Lalu Hanna dengan inisiatif menelpon teman-temannya Alex yang ia kenal walaupun tangannya gemetaran. Tapi saja saja, nomornya tidak dapat dihubungi dan tidak aktif ,ini membuat Hanna semakin cemas.


Sedangkan di luar sana,dalam sebuah basecamp yang sempit dan menakutkan, Alex turun dari motornya. Ia pertama-tama melihat-lihat sekitar dan mengambil tas berisi uang dan dokumen tentang geng miliknya.Alex lalu berdecih dan menunjukkan wajah kesal nya.


"Aku tahu kau mengikutiku, keluarlah sekarang!" Kata Alex sembari menoleh ke belakang. Dan di belakang Alex muncullah dua orang anak buah Ega dengan wajah yang kesal, karena Alex yang tahu mereka mengikuti Alex.


"Kau lihat aku datang sendiri, kan? Aku sudah membawa semua yang kalian inginkan dan sekarang tunjukkan padaku dimana Zea!"kata Alex sembari menunjukkan tas berisi uang dan dokumen,ia sudah tidak sabar ingin melihat wajah Zea dan memastikan Zea baik-baik saja.


Dia tentu tidak sabar ingin bertemu Zea, tidak terlalu ingin melihat kabar Veronica. Memang Veronica sedang dalam salah satu ruangan,ia sedang menatap anak buah Ega yang menjaganya dengan tatapan yang tajam dan penuh dengan pikiran. Agak-agaknya bagaimana cara Veronica untuk mengalihkan perhatian mereka bertiga ini,jika ada mereka akan kesulitan untuk melakukan sihir.


Sedangkan anak buah Ega sedang memperhatikan Veronica dengan tatapan penuh pesona, maklum saja karena kecantikan Veronica yang sangat sangat cantik. Tidak heran jika mereka membicarakan Veronica dan menatapnya dengan tatapan terpesona. Melihat ini juga, Veronica menjadi punya ide yang brilian.