Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Akrab?



Hari itu merupakan hari yang tidak akan pernah Zea lupakan, maka di pagi hari nya Zea masih senang dengan kejadian tadi malam dan hati ini Zea mengawali hari nya seperti biasanya lagi. Di pagi hari Zea harus minum ramuan dulu dan baru dia bisa melakukan aktivitas sehari-hari nya.


Hari ini seperti biasanya Zea berlatih pedang dengan Guru Lin Dan Eden. Oh iya, saat perayaan ulang tahun Zea,Guru Lin menghadiahkan Zea tas untuk membungkus pedang atau biasa disebut untuk membawa pedang kemana-mana. Tas itu terbuat dari kulit hewan yang indah dan beberapa permata di tas tersebut, Zea suka sekali ini dapat digunakan jika Zea membawanya keman-mana.


Dan tepat sekali karena hari ini mereka akan berlatih di suatu tempat yang rimbun dan lumayan berbahaya, yaitu Hutan Perbatasan. Yah, mereka akan berlatih di hutan untuk menggambarkan bagaimana cara bertahan di hutan. Ini juga untuk melatih indra pendengaran dan kewaspadaan Zea.


Dengan ini Zea bisa melawan jika ada musuh yang menyerangnya.Memang jika mereka akan melatih di sana, tapi tidak akan terlalu jauh masuk ke hutan, itu sangat berbahaya, jadi mereka akan melakukan nya tidak terlalu jauh dari kota.Takutnya nanti ada prajurit dari kerajaan lain yang melihat mereka.


Zea berlatih dengan mengamati lingkungan sekitar dulu, dengan bersemedi dan jeli terhadap suatu pergerakan, seperti Zea ditinggalkan sendiri lalu oleh Guru Lin melemparkan Zea sebuah bambu secara bertahap lalu dengan perlahan dan kemudian cepat. Ini lumayan susah, Zea berkali-kali terkena bambu.


Dan setelah Zea mulai bisa latihan itu, Zea mulai bertarung dengan Eden. Eden menyerang Zea secara tiba-tiba dan cepat, jadi susah sekali menghindar atau menyerangnya balik. Zea juga berkali-kali terkena bambu dan pedang Eden sehingga di tangan Zea terdapat beberapa luka.


Kemudian setelah latihan itu Tuan Lin-, tidak Guru Lin mengunjungi toko obat-obatan herbal untuk mengobati luka Zea. Sebenarnya latihan berpedang ini seharusnya dilakukan saat Zea berumur lima tahun dan yang lain juga berlatih sejak umur itu. Karena Zea baru ketemu Anthony sekarang, jadi berlatihnya pun sekarang.


Lumayan sakit luka Zea, saat Guru Lin mengobati Zea, Zea berkali-kali berteriak sakit. Setelah itu, mereka semua pergi ke sebuah tempat makan disana, jujur saja makanan- makanan di dunia ini enak, karena makanan mereka sama dengan manusia tapi ditambah toping-toping atau bumbu-bumbu yang aneh, tapi enak.


Mereka semua makan disana, pemilik restoran dan pelayan serta pelanggan disana sangat menghormati mereka semua. Apalagi Zea dan Eden, mengingat bahwa mereka adalah Putri dan Pangeran Kerajaan Echthra. Terutama Eden Si Putra Mahkota, mereka sangatlah hormat dan patuh pada Eden.


Bahkan pemilik tempat makan itu tidak ingin menerima uang mereka karena ingin memberikan makanan gratis untuk mereka. Jadi Zea dan Eden menolak pemberian pemilik tempat maka,akhirnya mereka membayar pemilik tempat makan dengan lima koin emas dan delapan koin perunggu.


Setelah itu Zea dan semuanya pulang ke istana, pelatihan hari ini sangatlah panjang karena mereka selesai hari menjelang sore dan Zea juga mendapat beberapa luka di tangan dan pipi nya, sehingga Zea mirip habis bertarung yang padahal hanya berlatih.


Untung saja Zea ada jubah pemberian dari Anthony, jadi dia dapat menutup lukanya dengan itu. Mungkin besok Zea akan berlatih seperti ini juga sampai Zea benar-benar bisa, maka dari itu saat di istana Zea harus segera minum ramuan untuk menyembuhkan luka Zea.


Yah, Anthony sedikit khawatir pada Zea karena luka-luka nya itu, tapi ini juga untuk kebaikan Zea. Jadi setelah Zea makan dia langsung di berikan ramuan penyembuh oleh Karla, karena mungkin besok Zea akan latihan seperti ini lagi dia harus sehat, apalagi Eden sangat keras saat berlatih tadi. Zea pun didatangi oleh Si Kembar.


"Hahaha.. Lucu sekali.. Aku tidak tahu Eden sekeras itu...haha" kata Zea yang mendengar cerita Luis dan Lucas.


"Yah, dia memang keras. Tapi ku akui dia sangat hebat dalam berpedang, saat kecil pun dia dingin sekali" kata Luis yang menyeka air matanya karena tertawa tadi.


"Yeah, dia bahkan tidak bisa di sebut anak-anak, karena saking dinginnya"sambung Lucas, dia memegangi perutnya yang sakit karena tertawa.


"Yah, aku setuju dengan itu. Tapi Ayah tidak sedingin itu bukan? Aku rasa Ayah hanya dingin saat bersama orang lain, tapi saat bersama kita tidak, kan"kata Zea yang mengingat sikap Anthony.


" Ohh.. Yeah kalau Ayah memang seperti itu,dia akan dingin pada orang lain. Eden mungkin... Dia gabungan dari Ibu dan Ayah, Ibu bukankah kadang-kadang dia bersikap dingin?"kata Luis yang menoleh pada Zea dan Lucas.


"Yah.. Mungkin seperti itu. Oh ya, Zea kau belum bisa akrab dengan Ibu dan Veronica?" tanya Lucas tiba-tiba, dia menoleh pada Zea membuat Zea tidak tahu mau berkata apa.


"Eum.. Aku-aku tidak tahu, rasanya aku tidak pernah bisa akrab dengan mereka" kata Zea muram, dia juga masih berpikir bagaimana Zea akan akrab dengan mereka jika Zea selalu adu mulut dengan mereka berdua.


"Aku ingin kalian bertiga akrab, mungkin ibu belum bisa memaafkanmu untuk sementara waktu, tapi untuk Veronica.. Kurasa masih ada jalan" kata Lucas, dia seperti nya mempunyai ide yang mengerikan, dia menoleh pada Luis dengan mata yang berbinar-binar.


"Ouh... Aku tahu apa maksudmu Lucas. Hei Zea! Bagaimana kalau kami membantu mu untuk mendekatkan mu agar akrab dengan Veronica? Yeah walaupun sifat Veronica kadang-kadang menyebalkan, tapi jika mau dekat dengan nya, Veronica itu asyik orangnya" kata Luis yang menoleh pada Zea bersama dengan Lucas yang menatap Zea dengan wajah penuh harapan.


Zea sudah menduga jika Si Kembar memiliki ide yang sangat mengerikan, bagaimana mungkin Zea akrab dengan Veronica yang sombongnya bukan main itu. Gila.. tidak mungkin Zea berteman dengan nya, Zea bahkan tidak berpikiran untuk akrab dengan Veronica.


"Ehem... Maaf ya untuk kakak-kakakku semua, tapi aku tidak mau akrab dengan Veronica. Aku tidak mau dan tidak pernah mau"kata Zea keras, Zea tahu kalau Veronica adalah kakaknya, tapi Zea tidak mau akrab dengan Veronica yang menyebalkan itu.


"Wah.. seperti ny akan susah mendekat kan kalian, terserah kau saja lah Zea" kata Lucas,dia seperti nya putus asa mendengar ucapan Zea tadi. Tapi itu bukan Si Kembar namanya jika menyerah begitu saja, seperti nya Luis dan Lucas akan tetap mendekatkan Zea dan Veronica bagaimana pun caranya, itu pasti, karena itu yang terlihat diraut wajah mereka.