Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Menceritakan Yang Sesungguhnya



Mereka semua sedang duduk di sofa pada ruang keluarga. Maggie menatap Anthony dan Adnan dengan tatapan tajam berhadapan dengan mereka, Maggie juga menatap Zea tajam dengan tangan dilipat di dada dan kaki disilangkan. Dia seperti menunggu jawaban dari mereka berdua, tidak, bertiga.


Gabriel hanya bisa kaget dan setengah tidak percaya atas kejadian tadi.Dia juga kecewa dengan Zea yang tidak mengatakan apa pun pada Gabriel dan Adnan yang membantu menyembunyikan ini. Karena Maggie dan Adnan sudah terlanjur tahu, jadi Anthony harus mengatakannya pada mereka juga.


"So, apa penjelasan kalian tentang ini semua?" kata Maggie, dia sangat marah kali ini.


"Aku..." kata Adnan, dia tidak berani berucap, dia akan tahu jika peristiwa ini akan terjadi. Tapi Adnan tidak bisa mengatakannya.


"Yeah, itu semua benar dan yang kau lihat tadi adalah sihirku" kata Anthony, dia bicara terus terang, ini membuat Adnan dan Zea tidak dapat berkata-kata.


"What? Magic? Seriously?" kata Maggie, dia sebenarnya juga tidak percaya atas kejadian tadi, tapi sihir itu sangatlah nyata, sulit sekali bahwa itu hanya tipuan.


"Ya, aku serius, kau sudah melihatnya tadi, kan?" kata Anthony, dia bersikap tenang.


"I now, ini sulit dipercaya.But,apakah yang kulihat tadi memang sihir and Who are you?" kata Maggie, dia sudah lemas dan shock. Seperti.. Sulit dipercaya. Perasaannya bercampur aduk.


"Aku akan menjelaskannya padamu" kata Anthony, kemudian dia menoleh pada Zea dan Gabriel."Zea, kau pergi ke kamarmu! Dan jelaskan pada Gabriel, Ayah akan menjelaskannya disini"lanjut Anthony.


Kemudian Zea menarik tangan Gabriel untuk pergi ke kamarnya. Gabriel yang shock melihat ibunya itu pun hanya tidak bisa berkata-kata, sebenarnya dia ingin sekali mengajukan banyak pertanyaan dengan Zea, tapi entah mengapa dia tidak bisa.


Mereka duduk di kasur milik Zea, suasana mereka berdua sangat canggung dan hening. Tidak ada yang bicara dan tidak ada yang berani memandang satu sama lain. Karena tidak ada yang mau bicara, Gabriel yang sudah penasaran itu akhirnya bicara.


"Zea, apa kau akan diam saja? Kau tidak akan menjelaskannya padaku?"tanah Gabriel, dia bicara pada Zea tanpa menatapnya.


"Yah, aku rasa ini memang harus dijelaskan. Aku juga baru tahu ini tidak lama Gabriel, Kau tahu saat Ayah pertama kali kesini,aku juga tidak tahu siapa aku. Tapi saat Ayah dan paman menjelaskan, aku sangat kaget dan shock.Jadi ini alasanku aku punya warna mata yang berbeda" kata Zea dengan nada yang pelan dan rasa bersalah karena tidak memberitahukannya pada Gabriel.


"Ayah juga berkata padaku kalau dia akan membawaku ke dunia Ayah. Aku harus ke sana, karena manusia campuran sepertiku harus berada di dunia sihir, jika di dunia manusia... Itu tidak mungkin, kan? Gabriel aku minta maaf, Aku sangat merasa bersalah padamu. Aku benar-benar tidak bermaksud untuk menyembunyikannya padamu. Tapi ini rahasia besar dunia Ayah, aku tidak bisa mengatakannya. Aku minta maaf, Gabriel.Kau bisa memaafkanku ataupun tidak itu terserah padamu. Aku pergi" kata Zea dengan nada yang muram dan sedih, dia tidak percaya peristiwa ini terjadi.


Saat Zea berdiri dan akan pergi dari sana. Gabriel menarik lengan Zea, sehingga membuat Zea terhenti dan membuatnya duduk berhadapan dengan Gabriel. Zea kaget melihat Gabriel sudah menangis, dia sudah bercucuran air mata.


"Zea, aku memaafkanmu. Maaf aku tidak ada ada di sampingmu saat itu, pasti kau merasa berat, kan hari itu"kata Gabriel dia memegang kedua tangan Zea dengan erat.


"Janji, ya! Aku juga akan melakukan hal sama padamu. Kalau begitu buat janji kelingking supaya kau tidak mengingkarinya, Promise!" kata Gabriel sembari membuat janji kelingking di ikuti dengan Zea. Mereka pun membuat janji kelingking bersama, kemudian mereka saling berpelukan satu sama lain.


Zea juga menjelaskan beberapa hal tentang dunia ayahnya dan yang ia tinggali. Gabriel pun juga penasaran dengan dunia yang Zea tinggali, Gabriel merasa jika ingin berkunjung ke sana untuk menemani Zea, dia ingin Zea tidak merasa kesepian karena saudara-saudara tirinya itu.


Di sisi lain, Anthony dan Adnan sedang menjelaskan pada Maggie, Maggie yang mendengar Anthony bercerita, dia kaget sekali sampai-sampai seperti tidak mau bicara lagi. Setelah Anthony selesai berbicara, Maggie hanya diam mematung, memang sulit dipercaya, tapi memang ini sebenarnya, kan.


Jadi Maggie hanya mengangguk dalam diam, dia juga mengajukan pertanyaan pada Anthony, karena penasaran kemudian mereka semua menarik nafas panjang dan letih.Bahkan kepala Maggie sampai ingin meledak karena terlalu banyak informasi yang ia terima,dan Maggie juga kesal karena Adnan merahasiakan ini dari Maggie.


"Huh.. I don't now about that. But, is Zea okay?" tanya Maggie, dia kelihatannya sudah lebih tenang, dia sudah tidak terlihat marah seperti tadi.


"Aku akan memastikan dia Baik-baik saja. Aku akan melindunginya" kata Anthony, dia yakin dia dapat melindungi Zea.


"Ouwh... okay, I trust you. But, Honey. Kita harus bicara sebentar, ya!" kata Maggie, dia sepertinya ingin memarahi Adnan dikamar, kurasa Adnan harus siap-siap mendengar omelan Maggie.


"I.. Iya" kata Adnan, dia sudah gugup sekali. Tapi memang di patut diomeli, karena sudah merahasiakannya dari Maggie, istrinya sendiri.


Anthony yang tahu ini akan terjadi hanya dapat tertawa kecil melihat ekspresi Adnan yang sudah ketakutan. Ini namanya sih suami takut istri, kan.


Saat Maggie membawa Adnan pergi, Anthony kemudian melihat Zea dan Gabriel. Dia ingin melihat kondisi mereka berdua sekarang, dengan langkah yang hati-hati dia menuju kamar Zea dan mengintip ke dalam kamar lewat pintu. Pintunya tidak tertutup rapat, jadi Anthony dapat melihatnya.


Anthony senang melihat Zea dan Gabriel sudah baik. Terutama Gabriel, tadi dia tidak bisa bicara sama sekali. Tapi sekarang Gabriel sudah bisa tertawa seperti semula. Kemudian dia pergi untuk meninggalkan mereka berdua.


Anthony ingin melihat senyuman Zea itu nanti dan selamanya, dia ingin anaknya itu selalu bahagia.




Jangan lupa like, komen, dan suka ya😘👍🤩