
"Ha? Memang nya kenapa? Kami datang untuk menyelamatkanmu dan Zea, sedangkan kak Alex mengalihkan perhatian mereka" kata Gabriel menjelaskan pada Veronica, Gabriel juga tidak lupa untuk memberitahu pada Veronica bahwa ia tidak sendiri,ia bersama dengan teman-temannya Alex dan terhubung dengannya.
"Oh jadi begitu,ya...Tapi sayang, Zea dibawa ke tempat lain,aku tidak tahu dimana tempatnya"kata Veronica yang cemas dengan keadaan Zea.
"Kita dan teman-teman Kak Alex akan mencari nya bersama-sama, mereka akan segera tiba. Iya,kan kak?"tanya Gabriel dalam sambungan telepon nya, Reza pun dengan semangat mengatakan iya pada Gabriel. Reza sekarang sedang menunggu Faisal yang pergi mengalihkan perhatian,dia akan segera tiba.
Sedangkan di dalam ruangan yang besar terdapat Alex dan Ega yang sedang berdiri berhadapan dengan Alex dikepung oleh anak-anak The Black Tiger,jika Alex melawan juga rasanya tidak mungkin dia akan menang dari mereka. Pikiran Alex saat ini hanyalah ia harus melihat Zea dalam keadaan baik-baik saja,hanya itu.
"Kau sudah membawa semua nya,kan?" Tanya Ega dengan raut wajah yang senang dan gembira dengan anak-anak buah dibelakangnya.
"Sudah semuanya. Sekarang aku ingin melihat Zea dan pastikan kau tidak melukainya" kata Alex seraya menyerahkan tebusan dari Zea itu.
"Hah...Ambil itu dan bawa ke sini!"perintah Ega pada salah satu anak buah,salah satu dari mereka pun maju ke depan dan merebut tebusan itu ,serta membawa nya ke hadapan Ega sembari mengecek.
"Jadi...Aku tinggal tanda tangan di sini dan kau juga ,ya.." kata Ega sembari mengambil tebusan itu dan mengecek dokumen - dokumen tentang Geng The White Wolf.
"Yeah..Kau sudah menerima nya,kan? Sekarang aku akan minta padamu kembalikan Zea!" Kata Alex tegas,dia sudah sangat tidaj sabar.
"Hei.. Tenang lah,kau akan segera menemuinya" kata Ega,dia kemudian memberi sebuah kode entah apa pada anak-anak dan seketika itu dengan cepat mereka mulai memukuli Alex tanpa belas kasihan sehingga Alex mengerang kesakitan dan dalam sekejap ia sudah babak belur.
Alex sekarang sudah terbaring di lantai, tersungkur. Ia sepertinya tidak dapat berdiri karena pukulan dari anak-anak, Alex menatap Ega dengan tajam, seharusnya ia tahu bahwa Ega itu licik.
"Kau...Uhuk..Uhuk...Ini tidak...Akhh.. Seperti perjanjian kita..."kata Alex yang tak berdaya untuk berkata-kata. Dia berusaha untuk berdiri tapi selalu saja di dorong oleh anak-anak hingga terjatuh lagi.
Ega dengan senyum kemenangan pun mendekati Alex,dia kemudian menunduk dan mendekati wajahnya hingga wajah mereka hampir saja bersentuhan. Mengapa Alex dengan tajam dan senang tanpa belas kasih, Alex pun menatap nya tajam dengan hati yang kecewa.
"Aku tidak tahu kau akan sebodoh ini jika aku menculik pacarmu. Kau tahu bahwa aku licik, apakah kau melupakan nya,ha?" Kata Ega,dia kemudian menarik kerah baju Alex dengan kuat. Sehingga membuat Alex kaget dan ia kembali memegang bahu Ega.
"Aku akan membiarkan mu menemui nya, setelah itu...Aku akan memberi tahumu nanti..." Kata Ega,dia kemudian melepaskan Alex dengan kasar. Dia memberi kode pada anak buahnya lagi dan dengan cepat dua anak buah Ega membawa Alex dengan kasar untuk pergi ke ruangan yang sama dengan Zea.
Alex sebenarnya sudah berusaha untuk melawan,tapi apa daya,ia tidak kuat karena serangan mendadak dari anak buah Ega itu. Dengan suara yang kasar pintu ruangan pun terbuka memperlihatkan Zea yang sudah terikat di kursi depan perasaan yang cemas. Dia kaget melihat Alex yang sudah babak belur, Alex juga kaget melihat keadaan Zea yang seperti itu.
Alex lalu di bawa ke sebuah tiang di samping Zea dan diikat dengan paksa ,ia duduk di tiang itu dengan perasaan yang bersalah pada Zea. Alex terus menatap nya dengan penuh rasa bersalah, sedangkan Zea merasa kaget dan sedih melihat kondisi Alex yang seperti itu.
"Kakak kenapa datang? Seharusnya kau tidak perlu mendengarkan omong kosong orang itu"kata Zea yang tidak tahu membentaknya, melihat kondisi Alex yang sepertinya merasa bersalah padanya.
"Menurutmu? Kau diculik karena aku, bagaimana mungkin aku membiarkanmu di sini"kata Alex dengan suara yg parau. Alex benar- sungguh merasa bersalah pada Zea, padahal Zea tidak tahu apa-apa,tapi malah ia diculik oleh ega.
"Aku baik-baik saja, kakak tidak perlu mengkhawatirkanku. Kau lihat sendiri,lihat luka yang mereka lakukan padamu..." kata Zea yang tidak tahu harus berkata apa.
"Aku tidak peduli, Zea. Aku hanya peduli padamu,aku tidak peduli apa yang mereka lakukan padaku...Asal mereka tidak mencelakai mu aku tidak apa. Tak sadar kah bahwa aku menyukai mu?" kata Alex tiba-tiba,dia sepertinya sudah ingin mengatakan perasaannya pada Zea.
Zea yang baru pertama kali dinyatakan perasaannya oleh seseorang ini hanya bisa dika termenung. Zea kira saat itu Alex hanya bercanda bahwa Alex mengatakan menyukainya,pada saat itu bagi Zea Alex hanya bercanda. Tapi apa ini,ini adalah suatu perasaan yang nyata.
"Aku...Aku..Aku hanya-,hanya mengkhawatirkan kakak. Aku takut karena demi menyelamatkan ku kakak jadi seperti ini" kata Zea dengan suara yang pelan dan bingung. Dia tidak mau seseorang terluka karena demi menyelamatkan nya, karenanya dia jadi teringat akan Anthony yang selalu mengorbankan dirinya demi Zea.
"Tidak...Aku yang salah, Zea. Tidak apa...Tidak apa kau tak menjawab nya sekarang. Aku hanya ingin mengatakan perasaan ku padamu saja.." kata Alex yang sepertinya salah berucap itu, sebenarnya ini bukan waktu yang tepat untuk mengatakan nya,tapi apa daya karena Alex yang sudah tidak sabar.
"I-Iya Kak. Tapi apa rencana kita selanjutnya? Sedangkan kakak sudah tertangkap seperti ini" kata Zea yang sadar bahwa dirinya sudah dalam bahaya.
"Ah..Ya..Zea, sebenarnya aku ke sini tidak sendiri,tapi bersama dengan Reza, Faisal,dan...Temanmu, Gabriel" kata Alex,dia agak ragu mengatakan bahwa Gabriel ikut bersamanya ke sini.
"Oh Gabriel...HA?! GABRIEL!!!..."kata Zea panik, bagaimana bisa Gabriel bisa Ikut dalam bahaya seperti ini. Tentu ini tidak bisa dibiarkan, tidak.
"Shhttt...Jangan berisik! Nanti kita akan ketahuan" kata Alex yang menenangkan Zea agar mempelankan suaranya itu.
"Ah..Maaf, Jadi keselamatan kita tergantung pada mereka?" tanya Zea yang ragu,dia lebih senang jika Veronica lah yang menyelamatkannya. Apalagi Gabriel yang ikut permasalahan ini,dia malah semakin cemas pada Gabriel. Alex pun mengangguk pasrah,dia sudah menyerahkan hidupnya pada teman-temannya itu.
•
•
•
'Hai semuanya👋... Terimakasih yang sudah selalu menunggu Author update dan membaca karya Author...Maaf Author selama lima hari ini baru up🙏🙏... Soalnya selama lima hari yang lalu Author sakit,jadi harus istirahat total. Semoga kalian di sana jaga kesehatan jangan sampai sakit,ya! Sampai jumpa dan sekali lagi Author minta maaf sebesar-besarnya...😘☺️