Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Mencari Tahu



"Sudah, sudah dari tadi" kata Zea serak dan lemah. Dan Eden pun menghentikan langkah nya untuk melihat kondisi Zea, tapi saat akan menurun kan Zea, Zea makin mengeratkan pegangannya karena tidak mau turun.


"Maaf Eden, apa bisa aku seperti ini terus?Kau takut, aku tidak kuat berdiri" kata Zea dengan suara yang memohon, ini membuat Eden tidak enak, akhirnya Eden pergi dengan tetap menggenggam Zea.Zea perlahan menitikkan air matanya,Eden tahu Zea menangis. Eden juga bingung Zea menangis karena takut atau sakit, dia tidak berani bertanya pada Zea.


"Eden!!!" kata Luis dan Lucas dari kejauhan, Eden pun lega mereka datang, tapi baru saja akan lega, terlihat kah di belakang mereka berdua seseorang yang seharusnya tidak boleh tahu sekarang, dia Anthony. Anthony menghampiri Eden dengan raut wajah yang amat cemas.


Eden sudah curiga kalau mereka berdua ketahuan oleh Anthony. Habislah sudah, Eden pasti akan dimarahi habis-habisan oleh Anthony. Dengan cepat mereka sudah sampai di samping Eden, dan Si Kembar mengatakan maaf di telinga Eden dengan berbisik, sudah diduga memang ketahuan. Anthony langsung melihat keadaan Zea, dilihatnya Zea tidur, tapi Anthony mengira Zea pingsan.


"Apa Zea pingsan?" tanya Anthony pada Eden, Eden pun mengatakan nya dengan jujur kalau Zea tadi sudah bangun dan entah kenapa dia jadi tidur.


"Tidak,Zea tadi sudah bangun" kata Eden tenang, kemudian Anthony mengajak mereka ke kereta istana untuk membawa Zea kembali dan saat dikereta pun Zea masih tertidur pulas, mereka bingung apa yang harus mereka lakukan untuk mencari penculik sedangkan Zea masih bungkam dan tidak mengatakan apapun.


Sebenarnya walaupun Zea bangun, dia juga tidak akan mengatakan nya. Bagi Zea kejadian penculikan ini seperti mimpi buruk saja.Tapi ternyata nyata, sungguh sangat sulit dipercaya.


Zea kemudian dibawa ke kamar nya untuk istirahat sekaligus untuk menjalani pengobatan.


Dan tabib yang memeriksa Zea hanya berkata kalau Zea mungkin hanya kaget dan takut atas kejadian yang menimpa nya. Anthony tidak terima jika Zea diculik dan dilukai seperti itu. Dia akan mencari tahu siapa dalang dibalik semua ini. Anthony menemani Zea tidur,dia memandang luka diwajah Zea kemudian mengelus pipi nya.


Sampai larut malam pun Anthony tetap ada disamping Zea, tapi dia juga tertidur. Saat itu pula, tiba-tiba Zea gelisah. Dalam mimpi nya dia bertemu dengan penyihir itu, Hecate. Lalu dia mencoba mengambil jantung Zea, tapi tidak bisa. Karena Zea mencoba kabur dan menghindar dari serangan Penyihir Hecate.


Dan akhirnya Zea berhasil tertangkap, tangan Zea dipegang erat oleh penyihir sehingga tidak dapat kabur. Lalu penyihir itu memanjangkan kuku nya dan dihujamkan ke dada Zea, refleks Zea terbangun dari tidurnya dan berkeringat dingin. Zea diam, dia masih mencerna pikiran nya dan bari beberapa saat kemudian dia sadar bahwa ada Anthony disampingnya.


Anthony masih tertidur nyenyak, Zea pun memandang wajah ayahnya dan bergumam, "Aku harus bagaimana?" kata Zea, kemudian Zea menitikkan air matanya dengan perlahan. Zea tidak tahu apa yang harus ia lakukan, tapi melihat wajah Anthony, Zea jadi tidak yakin akan mengatakan nya pada Anthony.


Lagi pula karena mimpi buruk tadi, yang seperti tanda bahwa Zea tidak boleh macam-macam. Dengan hati yang kacau Zea kemudian membaringkan tubuhnya, Zea memang tidak berniat untuk tidur, takut jika mimpi buruk penyihir itu tiba. Akhirnya dia hanya memandang Anthony yang terlelap tidur.


Tapi akhirnya Zea tetap tertidur tanpa disengaja, dia terlelap berhadapan dengan Anthony.Saat pagi tiba, Zea sudah terbangun, tapi dia tidak melihat Anthony ada disampingnya. Refleks Zea terbangun sampai duduk dan mencari Anthony, Zea pun akhirnya tahu bahwa Anthony sedang di kamar mandi.


Zea pun kembali tenang, dia kemudian berbaring di kasurnya lagi. Karena Zea menutup mata nya, Anthony tidak tahu Zea sudah bangun, Anthony dengan sengaja mencium kening Zea. Zea refleks membuka mata nya, Anthony juga kaget melihat Zea terbangun.


"Aku memang sudah bangun, Ayah tidak perlu minta maaf" kata Zea senyum.Bersama aku Anthony seperti ini membuat Zea senang.


"Baiklah, makan lah dulu.Ayah akan meminta pelayan untuk membawakan makanan untuk mu" kata Anthony, tapi saat Anthony akan pergi, Zea tiba-tiba memegang tangan Anthony, menghentikannya untuk tidak pergi.


"Bisakah... Ayah menemaniku sebentar... Aku tidak mau sendiri, Karla juga tidak ada... Aku tidak mau sendiri.. " kata Zea memohon, Anthony dengan sedih dan kasihan pada Zea akhirnya tidak tega meninggalkan Zea, apalagi sekarang tidak ada Karla, entah apa yang sedang Eden lakukan dengan Karla.


"Tentu Zea, Ayah akan menemanimu sampai kapan pun, sampai Zea tidak takut lagi. Tapi Zea, bolehkah Ayah bertanya satu hal padamu? Jika Zea takut, Zea bisa berkata pada Ayah apa sebenarnya yang terjadi tentang penculikan itu" kata Anthony lembut, Zea masih tidak yakin ingin menceritakan siapa yang menculik nya apalagi dengan ancaman mematikan itu.


"Aku-... Aku.. Aku tidak tahu, orang itu memakai. Saat aku lihat dia langsung melakukan sihir padaku... Lalu saat aku sadar, aku hanya.. dia... dia menyakitiku.... " kata Zea takut, Zea menggenggam selimut nya dengan erat karena mengingat kejadian dengan penyihir itu. Zea memang tenang saat diculik, tapi kau didalam lubuk hati Zea, dia sangat ketakutan.


"Aku.. AKh.. Dadaku.. Ayah... Akhh... " teriak Zea, karena tiba-tiba saja dada Zea sakit, mungkin karena rasa takut nya ini membuat sakit Zea kumat. Gelang milik Zea pun sudah bewarna merah.Anthony dengan sigap langsung mencari ramuan milik Zea dan meminumkan nya pada Zea.


"Tidak apa Zea, kau tidak perlu melanjutkan nya lagi. Maaf karena Ayah mengungkit nya lagi"kata Anthony yang lumayan panik dengan Zea. Zea masih mencengkram dadanya yang masih sakit tapi perlahan mulai sembuh, seperti nya jika Zea mengingat wajah Penyihir Hecate itu, dia akan merasakan sakit nya.


Jadi setelah itu Zea dibiarkan berbaring sembari memegang tangan Anthony. Zea memegang nya dengan sangat erat, dia takut sendiri. Anthony yang melihat ini jadi semakin kesal dengan penculikan itu, awas saja jika sudah ketahuan siapa dalang dibalik penculikan ini, Anthony tidak akan tinggal diam.


Dia akan menunjukkan sisi nya yang kejam dan dingin pada penculik itu, awas saja jika penculik itu kembali menyentuh atau bahkan menghampiri Zea, dia tidak akan melepaskan nya. Berani-beraninya penculik itu menyakiti Putri kecilnya dan membuat nya ketakutan ini.





'Halo pembaca semua, yang sudah membaca novel Author👋, Author mau mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Dan Batin ya🙏☺, bagi yang merayakan🎊. Terima kasih yang sejauh ini udah baca novel Author, Author sangat-sangat berterimakasih, tapi... Author akan sangat berterimakasih sekali jika para pembaca semua untuk kasih Author Liu ini Like❤, komen😁,vote😘, dan dukung Author 😍.Mungkin untuk sementara ini, selama hari raya ini Author akan hiatus atau rehat dulu, tapi juga insyaallah Author akan berusaha untuk up terus.. Terimakasih semuanya😘🤗.. Tatata... 👋☺'