Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Penjagaan Ketat



"Baiklah Eden, untuk saat ini kita akan mengawasi Zea terlebih dahulu.Ayah rasa Si Sihir Hitam itu bisa saja datang menghampiri Zea. Kita juga sebenarnya perlu informasi dari Zea,itu masalah gampang,jadi untuk saat ini awasi Zea dahulu"kata Anthony menjelaskan.


"Baiklah Ayah,aku akan meminta prajurit yang terkuat untuk mengawasi Zea"kata Eden setuju.


"Tidak.. Tidak Eden, Ayah ingin kau yang mengawasi Zea.Ayah akan menyerahkan tugasmu pada Luis dan Lucas"perintah Anthony dengan seringai tajam nya.


"Tapi Ayah, bukankah aneh jika aku yang harus bersama dengan Zea.Luis dan Lucas dekat dengan Zea,pasti mudah bagi mereka untuk menemaninya"kata Eden yang sedikit tidak setuju dengan perintah Anthony.


"Tidak Eden.Musuh yang kita hadapi ini adalah musuh yang bukan sembarangan,jika Luis dan Lucas yang melakukan ini,Ayah rasa ini bukan ide yang bagus Eden.Mengingat kau mempunyai kekuatan yang besar dari kelima saudaramu,darah Sang Putra Mahkota ada di dalammu Eden"kata Anthony dengan jelas.


Memang perkataan Anthony benar, Eden adalah Sang Putra Mahkota, sihir nya begitu kuat dan hebat.Jika di dunia sihir ini yang memiliki kekuatan besar nan kuat maka dia akan menjadi raja kedepannya, seperti Eden.Sudah dia anak pertama dan tertua dan lagi dia memiliki kekuatan yang besar.


Tentu untuk urusan yang sulit atau membutuhkan tenaga yang kuat,maka semua orang tahu kalau Eden yang selalu melakukan urusan atau tugas itu,ini juga sebagai media pelatihan nya untuk menjadi raja kedepannya. Sungguh rumit hidup di dunia sihir,itu yang dipikirkan semua orang di dunia sihir.


Tanpa membantah perkataan Anthony, Eden menyetujui hal itu.Dia juga tidak bisa membantah kan,jadi operasi mengawasi Zea akan dilakukan sekarang.Tepat Eden akan mengajari Zea bertarung sembari mengawasi Zea, tentu ada Tuan Lin yang sama saja mengajarkan teknik berpedang itu.


Semuanya berjalan lancar,tapi tiba saatnya latihan itu selesai.Karena kata Tuan Lin, Zea baru saja mengalami kejadian buruk,jadi latihan hari ini mereka akan berlatih sampai siang saja, tidak sampai sore hari.Eden masih mengawasi Zea dari kejauhan, tapi setelah Zea pamit pergi, Eden barulah beraksi.


Dia mengikuti Zea pergi ke dalam istana, tunggu ini seperti semacam misi penting yang mirip agen-agen rahasia.Sangatlah mirip, sebenarnya ini adalah tugas yang paling Eden tidak sukai.Dia tidak suka mengawasi seseorang,tapi bagaimanapun juga ini perintah dari Anthony, Ayahnya sendiri, tentu Eden harus melakukan tugas itu.


Awalnya tugas ini berjalan sangat baik,tapi tepat sekali saat Zea di taman istana,dia menyadari kalau ada seseorang yang mengawasi Zea.Zea juga tahu yang mengawasi Zea adalah Eden, Eden tidak pandai melakukan hal ini ternyata.


"Eden, sudah cukup!Apa yang kau lakukan?" kata Zea marah sekaligus merasa tidak nyaman.Eden dengan tenang keluar dan menghampiri Zea,dia duduk di samping Zea.


"Menurutmu? Kau tahu alasannya aku melakukan ini,kan?"tanya balik Eden,yah jujur saja Zea tahu alasannya,yaitu untuk mencari informasi tentang penculik Zea dan mengawasi apa yang disembunyikan oleh Zea.


"Iya,ini perintah Ayah.Ayah sangat khawatir padamu,dia memerintahkan ku untuk mengawasi dan selalu bersama denganmu" kata Eden dingin, seperti biasanya.


"Benarkah?..." kata Zea yang sepertinya tidak ingin mendengarkan hal ini.Dia tidak ingin mendengar Anthony yang mencemaskan dia ataupun mengkhawatirkan nya.


"Kau tinggal berkata pada Ayah kalau aku baik-baik saja dan jangan cemaskan aku" tambah Zea, Eden hanya mendengarnya dengan rasa penasaran dan ingin tahu.


"Menurut mu jika kau menyembunyikan sesuatu dari kami itu hal wajar?Tentu Ayah sangat khawatir padamu, Tahukah kau?"kata Eden yang lumayan marah pada tingkah Zea.


"Aku..Aku tidak bermaksud seperti itu..Aku hanya tidak-.. Maksudku,aku belum bisa memberitahu kalian"kata Zea yang masih tergagap-gagap,dia merasa tertekan dengan pertanyaan itu.


"Baiklah jika kau tidak mau mengatakannya pada kami, tapi sebagai gantinya aku akan mengawasimu sepanjang hari"kata Eden dingin dan tegas.


"Baiklah,kau bisa mengawasiku Eden"kata Zea pasrah.Kemudian mereka berdua sepakat seperti dengan perkataan mereka, Zea tahu ini adalah keputusan yang tepat.Dengan ini juga Zea bisa berlindung dari Hecate yang bisa saja muncul secara tiba-tiba.Kejadian malam itu membuat Zea shock dan takut, dengan ini Zea bisa berlindung dari Hecate.


Yah, walaupun jika Eden mendapatkan sebuah tugas atau misi Zea dapat diawasi oleh Si Kembar ataupun yang lain.Untuk itu mulai detik ini sampai Zea mau mengatakan yang sebenarnya,dia akan diawasi oleh kakaknya atau pun yang lain.


Intinya di manapun Zea berada, mau di dunia sihir ataupun di dunia manusia, Zea tetap akan diawasi oleh siapapun.Dan tepat sekali karena sekarang semua orang di kerajaan sedang menganggur dan tidak ada kejadian buruk,jadi pastinya ada yang akan menemani Zea ke pusat kota.


Zea ingin membeli sesuatu di sana, sekaligus Zea ingin mengabulkan satu lagi keinginan Chou,dia ini tidak tahu kalau Zea sedang ada masalah, maka dari itu dia selalu menagih janji nya.Mau di saat pelatihan ataupun sesudah pelatihan,tentu besok dia akan ditemani oleh Eden juga.Jadi Zea akan berpura-pura meminta tolong pada Chou, jadi Eden tidak akan terlalu curiga.


Dan untuk hari ini Zea akan ditemani terus oleh Eden dimanapun dia berada kecuali dikamar Zea,jika di kamar Zea sudah di lindungi beberapa pelayan kerajaan dan prajurit di pintu gerbang.Jadi seratus persen aman sekali, sungguh ketat hidup Zea di dunia sihir,andai saja jika Zea berada di dunia manusia , pasti tidak akan seketat ini atau bahkan tidak akan dijaga.


Yah Zea harus beradaptasi,ini juga karena Zea yang tidak mau mengatakan hal sebenarnya pada Anthony dan Eden maupun dengan lainnya.Tidak apa,ini juga membuat Zea senang, sekarang dia tidak perlu khawatir lagi pada Hecate ataupun orang-orang lain yang jahat pada Zea.