Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Pulang



Sudah tiga hari semenjak Zea di rawat di sana, Adnan dan yang lain selalu bolak balik ke sana untuk menjenguk Zea. Mereka selalu databg ketika sudah selesai bekerja, bahkan mengambil pulang cepat. Itu mereka lakukan untuk menemui Zea, mempercepat pekerjaan mereka dan tidak bekerja berlebihan.


Gabriel ingin sekali mengatakan perasaannya pada saat itu,tapi karena Gabriel yang takut akan menyatakan perasaan dia lebih baik memendam perasaan itu. Semenjak itu, Zea tidak pernah bertemu dengan keluarga nya di dunia manusia, entah apa yang terjadi diantara mereka, Zea tidak peduli.


Rencananya Zea akan pulang ke dunia sihir siang nanti. Bersama dengan Anthony dan Si Kembar serta Veronica, sebenarnya Zea ingin dipulangkan pada malam itu juga. Tapi karena di dunia manusia,jika rawat inap minimal tiga hari,jadi demi tidak mengundang kecurigaan mereka jadi menunggu pihak rumah sakit.


Di seberang jalan mereka semua berkumpul untuk mengantar kepergian Zea dan yang lain. Adnan dan Maggie pun kali ini menangis, begitupun dengan Gabriel yang menunjukkan raut wajah sedih. Tapi tidak menangis, sepertinya Gabriel berusaha untuk tidak menunjukkan air matanya.


"Kalian hati-hati ,ya!Jaga diri baik-baik" kata Adnan yang mengatakan salak perpisahan. Dia masih sedih dan sekali-kali menunjukkan wajah yang sedih.


"Yeah...Come here next time!We will miss you" kata Maggie yang menunjukkan wajah sedih nya. Maklum, mungkin karena Zea tinggal terlalu lama di dunia maning,jadi mungkin akan sedikit berbeda lagi.


" Tentu, terimakasih Paman..Bibi..." Kata Veronica, mereka saling berpelukan. Saat Zea akan berpelukan dengan Gabriel, mereka menatap satu sama lain.


" Gabriel... Sampai jumpa lagi.." kata Zea,dia mengatakan nya dengan canggung. Gabriel pun juga agak salah tingkah,dia memalingkan wajahnya lalu menatap Zea lagi.


" I-Iya... Aku-..Akan merindukan mu , Zea. Jaga diri di sana dan...Jangan terluka lagi!" Kata Gabriel,dia lalu tersenyum dan memeluk Zea erat. Zea kaget dengan pelukan itu,tapi sesaat kemudian dia ikut memeluk nya.


" Eh...Eum.. Anthony,boleh aku bicara sebentar padamu? Hanya sebentar" kata Adnan setelah melihat ponsel miliknya karena ada notifikasi masuk dari ponsel Adnan.


" Baiklah....Ada apa?" Kata Anthony yang mendekat pada Adnan dengan ekspresi wajah penasaran.


"Marcus... Mengirim pesan padaku-,ia mengatakan kalau ingin bertemu dengan mu. Mungkin dia sudah ada disini" kata Adnan dengan nada yang ragu, Adnan tidak enak mengatakan nya pada Anthony mengingat apa yang terjadi sebelum nya.


"Dia...Ada disini? Sekarang? Bagaimana dia tahu aku ada disini?"tanya Anthony yg ang heran dengan berita ini.


" Baiklah. Aku akan menemui nya sebentar,katakan dimana aku harus bertemu dengan nya! Anak-anak, Ayah akan pergi sebentar, kalian tunggu saja disini,ya!" Kata Anthony pada anak-anak nya. Mereka semua pun mengangguk dan membiarkan Anthony pergi.


Anthony pergi ke tempat yang Adnan perkataan,dia pergi ke tempat yang tidak jauh dari situ. Terlihat Marcus dengan wajah yang gugup duduk di kursi taman sembari melihat jam tangannya. Ketika Anthony berdeham untuk menunjukkan dia datang, Marcus seketika kaget dia kemudian berdiri dan langsung gugup. Anthony juga merasa canggung dengan mereka.


"Ada apa? Kenapa kau ingin bertemu dengan ku?" Tanya Anthony yang seperti biasanya tidak ingin basa basi.


" Eumm...Aku tahu kota tak seharusnya bertemu. Tapi aku merasa ada hal yang ingin aku ingin sampaikan padamu" kata Marcus yang memberanikan diri untuk berbicara. Anthony lalu menatapnya serius dan mendengar nya dengan jelas.


"Aku ingin minta maaf padamu...Dan pada Zea atas semua yang dilakukan oleh istri pertama ku, Sarah. Aku tidak tahu cerita sebenarnya...Ibu nya Sarah,dia tidak pernah mengatakan nya padaku. Aku sadar aku tidak pantas mengatakan ini,aku juga tidak masalah jika kau tidak ingin memaafkan ku.. Terimakasih karena kau sudah mau bertemu denganku, Anthony " kata Marcus dari lubuk hati yang dalam, benar - benar tulus. Sehingga membuat Anthony merasa tidak enak.


" Marcus...Aku juga sebenarnya ingin minta maaf juga kepadamu. Waktu itu...Aku terlalu keras padamu...Aku memaafkanmu,tapi tidak untuk mereka... Terimakasih mengatakan nya" kata Anthony yang sama-sama minta maaf,ini membuat Marcus terlihat lebih baik.


" Aku akan pergi dulu... Selamat tinggal, Marcus " kata Anthony tersenyum. Anthony lalu berdiri dan begitu pun dengan Marcus, mereka saling tersenyum satu sama lain.


" Yah... Selamat tinggal juga, Anthony" kata Marcus yang mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan dan dibalas oleh Anthony juga. Mereka saling berjabat tangan dan tersenyum, sungguh pemandangan yang indah.


Setelah pertemuan itu Anthony bergegas untuk pergi menemui anak-anak nya yang telah menunggu nya. Mereka tentu menanyakan Anthony dari mana saja,tapi Anthony hanya mengatakan ada urusan saja dan tidak lebih. Dia ingin pertemuan dengan Marcus ini tidak diketahui oleh anak-anak nya apalagi Zea, Anthony tidak ingin anak nya mengingat kejadian pada malam itu.


Mereka kemudian pergi memasuki portal dan tiba di hutan perbatasan. Sebelum masuk tentu mereka melambaikan tangan pada Adnan, Maggie dan Gabriel. Mungkin akan lama Zea mengunjungi mereka lagi, karena Zea yang sudah lama di dunia manusia.


Baru saja mereka keluar dari hutan perbatasan, terdengar suara teriakan warga di sana. Sontak ini membuat mereka kaget, langit itu terlihat gelap gulita bagai gerhana matahari, terdapat suara gemuruh petir yang menggelegar. Lalu alat untuk berkomunikasi Anthony tiba-tiba berbunyi, Zea melihat yang menghubungi Anthony adalah Eden.


Dia dalam ekspresi wajah yang serius dan juga panik,ini membuat semuanya merapat pada Anthony untuk melihat Eden. Di belakang Eden kacau sekali,banyak pelayan dan perajut yang menyelamatkan diri berlari ke sana kemari. Melihat itu perasaan Zea merasa tidak enak,dia rasa akan ada hal buruk terjadi padanya.