
Melihat kondisi Zea yang baik, hanya wajah nya yang sendu dan sedih, itulah yang membuat mereka kaget dan khawatir.Sebenarnya Anthony dan Eden ingin bertemu dengan Zea, mereka berdua ingin menulusuri informasi tentang penculik itu.Eden mendengar dari Si Kembar bahwa Zea sudah mulai mengatakan sesuatu tentang penculik.
Ini membuat Eden untuk berinisiatif bertanya pada Zea,jadi dia memberitahunya kepada Anthony untuk bertanya secara bersama-sama. Memang awalnya para prajurit mengatakan kalau tidak ada yang boleh masuk, tapi karena yang mereka hadapi itu adalah Raja mereka,jadi mau tidak mau mereka harus mematuhi perintah Anthony.
Tapi sesaat pintu diketuk dan Anthony memanggil Zea, hanya kesunyian yang terdengar. Anthony bahkan sudah mengetuk beberapa kali, tidak ada jawaban yang terlontarkan dari mulut Zea.Aneh, ataukah mungkin Zea sudah tidur, pikir Anthony demikian.Jadi Anthony dan Eden akan menanyakan hal ini saat Zea sudah bangun.
Akan tetapi, kejanggalan pun mulai terasa dengan adanya aura sihir hitam yang kuat di kamar Zea, Anthony dan Eden pun langsung curiga.Jadi mereka tidak jadi pergi dan mengecek lagi kamar Zea, prajurit yang menjaga pun sebenarnya juga bingung,tapi karena mereka tidak tahu apa yang terjadi di dalam, mereka hanya dapat menggendor pintu.
Karena tidak ada jawaban pasti dan aura sihir hitam yang semakin terasa, Anthony berinisiatif untuk mendobrak pintu itu yang dilakukan oleh prajurit disitu. Dan setelah didobrak mereka kaget dengan kondisi Zea yang seperti itu dan panik. Anthony dengan cepat menghampiri Zea diikuti dengan Eden dan prajurit yang lain.
"Kau tidak apa-apa, Zea?"tanya Anthony khawatir,dia memegang pipi Zea yang basah, tidak tahu basah karena apa atau mungkin juga karena air mata.
"A-.. Aku tidak apa-apa.Ada apa?"kata Zea gugup,dia memegang tangan Anthony yang kelihatan cemas.Bukan tanpa sebab Anthony cemas, karena Zea yang tidak mau membuka pintu.
"Tidak ada tanda-tanda nya Ayah, sepertinya sudah hilang atau memang mungkin hanya perasaan kita"tanya Eden yang dari tadi melihat sekeliling kamar Zea dengan ekspresi yang tajam.
"Baguslah kalau begitu.Jika kau benar-benar tidak apa-apa, Ayah senang mendengarnya Zea" kata Anthony yang lega, tapi tidak terlalu lega, mungkin ada beberapa hal yang dia pikirkan.
"Iya.Ayah bolehkah tinggalkan aku sendiri?Aku ingin tidur"kata Zea cepat-cepat,dia juga merasa tidak enak mengatakan nya. Anthony dan yang lain pun bisa memaklumi permintaan Zea ini, jadi mereka memperbolehkan Zea ditinggal sendiri.
"Zea..."Anthony yang duduk di samping kasur Zea,dia menunggu Zea berbaring.
"Hmm.."jawab Zea yang menarik selimut nya.
"Tidak ada yang kau sembunyikan dari Ayah,kan?"tanya Anthony serius, Zea pun menelan ludah dengan kasar.Dia memang harus mengatakan sesuatu,tapi dengan berbohong.
"Ya, tidak ada Ayah, percayalah padaku"kata Zea bohong, Anthony pun tersenyum tipis dan mengusap-usap kepala Zea dengan lembut,lalu dia mengecup kening Zea dan pergi.Zea merasa sangat bersalah berbohong pada Anthony,tapi ini demi kebaikan mereka semua.
"Kalian tetaplah waspada,jangan lengah!Dan jangan sampai terjadi sesuatu pada Zea!"kata Anthony serius,para prajurit yang menjaga Zea pun. langsung mengangguk dan hormat pada Anthony, karena takut dan karena ini perintah Anthony.
Eden juga lumayan takut melihat wajah Anthony yang terlihat garang dan dingin itu.Anthony lalu berjalan dengan cepat diikuti dengan Eden di belakangnya.Dis kemudian menatap Eden, Sehingga Eden berhenti berjalan.
"Eden, ikut Ayah!Ayah rasa kita harus membahas ini"Kata Anthony tajam, Eden lalu mengangguk paham dan mereka pergi ke ruang kerja Anthony.
Sedangkan di ruang lain, tepatnya di kamar Zea.Zea terbangun dari kasur nya,ia duduk dan memastikan semua orang sudah pergi. Kemudian dia pergi menuju jendela kamarnya dan membuka jendela.Dan terlihat lah sesosok yang mengambang dari atas langit,dia adalah Hecate penyihir hitam.
"Bagaimana sayang, mereka sudah benar-benar pergi?"tanya Hecate sembari melihat pintu kamar Zea.Zea mengangguk pelan, memang Zea menyembuhkan sesuatu, yaitu menyembuhkan penyihir hitam yang jahat di sebelah kamar Zea.
"Bisakah kau pergi? Bukankah kau sudah mendapatkan yang kau mau?"tanya Zea takut dan ragu,dia sangat lah tidak suka pada Hecate.Zea harus berbohong pada Anthony dan yang lain gara-gara Hecate ini.
"Apakah kau mengusir ku?.... Tentunya,aku sudah mendapatkan air matamu.Aku akan benar-benar pergi,jadi sampai jumpa.Lain kali kau jangan lah agresif,aku tidak akan melakukan ini lagi"kata penyihir itu sembari mengeluarkan sebuah botol berisi air mata Zea.
Sebenarnya ramuan itu adalah ramuan yang membuat air mata Zea keluar terus, sangatlah pedih, Zea bahkan sampai tidak bisa berhenti menangis.Itulah yang sebenarnya di inginkan oleh Hecate, kemudian Zea menatap Hecate dengan takut dan ragu.Menatap punggung penyihir itu dengan tatapan yang penuh perasaan yang bercampur aduk.
Berapa kali lagi Zea harus berbohong pada Anthony dan yang lain.Mereka semua tidak sebodoh yang dikira, mengingat apa yang dikatakan Anthony, sepertinya Anthony sudah curiga pada Zea. Zea tidak mungkin berbohong lagi,dia sudah banyak sekali berbohong pada semua orang.
Sedangkan yang sedang dipikirkan Zea, Anthony, dia sedang duduk di kursinya yang panjang dan besar dan didepannya terdapat Eden yang siap menerima perintah Anthony.
"Bukankah Zea tadi aneh Eden, menurut Ayah ada yang Zea sembunyikan dadi kita"kata Anthony yang serius dan disaat bersamaan merasa khawatir.
"Aku juga merasa begitu, Ayah.Sepertinya dengan Ayah yang menyuruhku untuk mengikuti Ayah, pasti Ayah merencanakan sesuatu"tebak Eden,dia mengerti maksud Anthony mengatakan itu.
"Tentu Eden, Ayah sudah memliki rencana yang sangat bagus.Ayah yakin kau pasti akan menyukainya, Ayah ingin menangkap Si Sihir Hitam itu"kata Anthony dengan ekspresi nya yang dingin dan galak dan naluri untuk membunuhnya.