Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Sibuk



Mereka berempat tiba di istana saat pagi hari, tepat saat semua orang sudah bangun. Dan mereka juga dijemput oleh Eden dan Ratu Charlotte. Tentu Anthony sibuk, dia tidak dapat menjemput Zea, padahal Zea mengharapkan Anthony datang. Yah mau bagaimana lagi, Anthony kan sibuk.


Saat tiba Ratu Charlotte langsung memeluk ketiga anaknya itu, raut wajahnya menampakkan kalau dia cemas. Zea sedikit iri dengan kekhawatiran itu, andai saja ibu nya masih hidup, pasti Zea akan diperlakukan seperti itu. Tidak, jangan bermimpi seperti itu Zea, itu tidak mungkin terjadi.Pikir Zea.


Tapi memang benar perlakuan Ratu Charlotte kepada kakak-kakak tirinya sangat lah penuh kasih, beda dengan Zea yang penuh kebencian. Saat tiba di istana, baru lah Anthony memeluk Zea, dia juga khawatir akan beberapa luka ditubuh Zea, tapi Zea baik-baik saja kan, Anthony juga memeluk yang lain.


Hari yang amat panjang, rasanya Zea ingin tidur terus. Tapi Zea belum makan kan, ah.. Zea malas makan. Mungkin dia akan menyuruh Karla membuat kan makanan untuk nya, tapi dimana Karla. Dia jarang terlihat sekarang, yah mau bagaimana lagi, pelayan kan sibuk.Jadi nya Zea harus turun dan mencarinya, mungkin makan bersama yang lain saja.


Di meja makan sudah ada semuanya, mungkin mereka menunggu Zea makan. Di meja makan Si Kembar menceritakan semuanya, khususnya Zea yang ini lah.. Zea yang hebat lah.., sehingga Anthony senang mendengarnya sekaligus khawatir. Sedangkan Ratu Charlotte, hanya diam saja, sepertinya dia tidak suka pembicaraan ini.


"Wah.. Veronica juga hebat, aku rasa kekuatan hipnotis nya sudah meningkat" kata Ratu Charlotte tiba-tiba, sehingga semua orang hening sesaat lalu Si Kembar dan Anthony menanggapi.


"Iya, dia juga sangat berguna dalam membantu melawan monster itu, walaupun sedikit merepotkan" kata Luis yang menggoda Veronica, ini membuat Veronica kesal, dia pun memukul pundak Luis.


"Aww.. Sakit, kau tidak tahu bahuku sakit, ya?" kata Luis yang kesakitan, dia mengusap-usap bahunya.


"Duh-duh.. Kasihan sekali adikku ini" kata Lucas yang ikut mengusap dan meniup bahu Luis dengan sayang dan mengejek, sehingga ini membuat Luis kesal.


"Ihh.. Aku ini bukan anak kecil, kita juga kembar tahu!"kata Luis kesal, dia menepis tangan Lucas dengan kesal. Sehingga Lucas hanya tertawa kecil melihat kelakuan Luis,ini membuat Luis tambah marah.


"Hei, kita ini hanya beda beberapa menit, tentu saja aku kakakmu"kata Lucas yang membela diri nya."Huh.. Terserah kalian saja" kata Luis marah, ini membuat semua orang di sana tambah senang.


"Ihh.. Kamu marah, ya?Iya aku minta maaf Luis, ya?"Kata Lucas memelas, dia memegang lengan Luis dengan ekspresi yang imut.


" Iya, kenapa baru minta maaf sekarang?"kata Luis yang cemberut dan memalingkan mukanya. Seperti nya Luis marah besar.Dan setelah itu Lucas mencoba untuk membujuk Luis dan meminta maaf padanya, Zea juga merasa tidak enak dengan Luis.


Hari ini Zea hanya berjalan-jalan di sekitar taman, sembari menikmati suasana yang sejuk dan hangat. Zea pun merebahkan tubuhnya ke meja, dia sedikit mengantuk, perlahan Zea menutup matanya dan sudah benar-benar menutup mata lalu saat dia akan mulai terlelap tiba-tiba saja ada yang memanggilnya, sontak Zea langsung membuka matanya dan melihat Anthony sedang memandang nya.


"Ayah mengganggumu tidur ya?Maaf ya Zea, Ayah tidak bermaksud melakukan itu, tapi kenapa kau sendiri? Dimana Karla?" tanya Anthony terus terang sembari duduk di kursi di hadapan Zea.


"Tidak apa-apa, anu.. Karla seperti nya sibuk, jadi beberapa hari ini aku belum pernah bertemu dengan Karla, jadi aku sendiri saja" kata Zea, dia juga kepikiran dengan Karla yang hilang entah kemana.


"Hemm.. Begitu ya,sepertinya Karla sedang ada urusan diluar sana.Karena Ayah juga tidak pernah melihat nya, untuk urusan ini coba kau tanya pada Eden, dia yang mengurusi tentang ini" kata Anthony menjelaskan.


"Begitu ya, coba aku tanya nanti. Ayah kenapa kemari?Ada apa?" kata Zea, dia kan penasaran juga, tapi kalo biasanya Anthony bertemu Zea seperti ini, timingnya Anthony akan mengatakan sesuatu pada Zea.


"Ohh, Ayah akan memberikan sesuatu untuk mu. Ini dia.. " kata Anthony sembari mengeluarkan sebuah gelang yang memiliki batu sihir bewarna putih.


"Apa itu?" tanya Zea penasaran."Ini adalah gelang khusus untuk mu, eum.. Sebenarnya gelang ini mendeteksi jantung mu, jika kau sudah melewati batas maka gelang ini akan menyala kuning jika merah maka itu sudah berbahaya, intinya jangan gunakan sihir mu terlalu berlebihan, itu akan mempengaruhi kesehatan mu"kata Anthony.


"Ohh, jadi ini agar aku tidak terlalu menggunakan kekuatan berlebihan ya" kata Zea, dia kemudian menjulurkan tangan nya dan Anthony memakai kan gelang itu ke tangan Zea.


"Iya, cara kerjanya seperti itu. Jangan sampai hilang ya, batu itu berhubungan dengan batu milik Ayah" kata Anthony.


"Jadi Ayah juga punya? Wah.. bagus lah, jadi kapel kan" kata Zea sembari melihat-lihat gelang nya itu.


"Yah, seperti itu. Jika Zea ingin tidur, tidur di kamar saja, jangan tidur disini, ya!" kata Anthony, dia lalu berdiri sambil mengusap-usap kepala Zea dan pergi. Zea mengangguk dan menatap punggung Anthony yang pergi.


Kemudian seperti yang Anthony katakan Zea pun pergi ke dalam istana, tapi saat di pintu istana terlihat seseorang yang Zea tidak suka, Chou. Dia mengatakan sesuatu yang intinya Zea harus mengikuti orang itu, tentu Zea ikuti karena dia masih ingat kalau Chou memiliki permintaan padanya.


Zea terus mengikuti Chou yang akhirnya pergi ke tempat pelatihan pedang yang sedang sepi-sepinya. Di sana bahkan hanya ada mereka berdua, lalu mereka berdiri berhadapan. Chou mengeluarkan seringai menyebalkan dan mulai mengatakan sesuatu.


"Tuan Putri Zea, sekarang aku akan menggunakan permohonan ku yang pertama" kata Chou dengan ekspresi yang senang, entah apa yang akan ia minta, tapi Zea tidak enak dengan ekspresi nya.