Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Semakin Buruk



Saat tiba di ruang makan, Charlotte dan Veronica sudah ada disana, rupanya mereka mempersiapkan sebuah kejutan untuk Anthony. Mereka berdua mempersiapkan sebuah dekorasi yang indah di meja makan dan makanan kesukaan Anthony.


Anthony terkejut dengan kejutan ini,dia kemudian memeluk keduanya satu persatu. Zea sedikit tidak suka dengan kejutan yang mereka buat, Zea sangat sinis melihat Ratu Charlotte dan Veronica. Saat ada Anthony Ratu Charlotte dan Veronica akan baik kepada Zea, tapi jika tidak ada mereka akan memperlakukan Zea dengan kasar.


Yeah, itu memang benar. Karena seminggu ini Zea diperlakukan seperti itu, bukankah ini tidak adil. Tapi setelah semua orang tahu bahwa Zea memiliki kemampuan sihir melihat ingatan orang lain, mereka sedikit menjauh dengan Zea, bahkan akhir-akhir ini mereka berdua agak menghindari Zea. Ini bagus bagi Zea, karena dia tidak akan sering melihat wajah menjengkelkan mereka berdua.


Semua orang sedang menikmati makanan yang ada di sana, terutama Anthony yang merindukan kebersamaan ini. Karena seminggu yang lalu dia hanya makan sendiri atau bersama Keluarga Kerajaan Iremia. Jadi tentu saja Anthony sangat senang bisa makan bersama keluarga. Anthony dan Ratu Charlotte membicarakan banyak hal yaitu tentang pekerjaan Anthony disana.


"....Semua nya sudah selesai, karena itu aku bisa pulang lebih cepat, Charlotte" kata Anthony pada Charlotte sembari memakan makanannya.


"Itu bagus sayang. Kami sangat senang kau pulang cepat" jawab Charlotte, dia sedang minum jus buah yang aneh warnanya, maklum dunia sihir, tentu buah-buahannya ada yang aneh.


"Tentu aku harus pulang cepat, aku khawatir pada Zea.Kau bahkan tidak mengabariku saat kau menanyakan kabarku" kata Anthony, dia memandang Zea dengan penuh rasa khawatir. Zea karena kaget namanya disebut itu kaget, dia belum mengatakan yang semuanya. Eden pun berhenti makan ketika Anthony mengatakan itu, semua orang yang tadinya baik sekarang menjadi hening.


"Apa kau sudah sembuh, Zea? Wajahmu kelihatan pucat"kata Anthony sembari memegang dahi dan pipi Zea memastikan dia tidak panas dan suhu tubuhnya normal. Zea memegang tangan Anthony untuk tidak memegang nya.


"Aku sudah baik, Yah. Ayah tidak perlu khawatir" kata Zea, dia berusaha untuk tidak mengatakan yang sebenarnya pada Anthony.


"Iya sayang, kau lihatkan Zea sudah baik. Kau juga harus istirahat, kau belum istirahat dari tadi kan?"kata Ratu Charlotte berusaha untuk mengalihkan topik pembicaraan dari Zea.


"Baiklah, Charlotte" atau Anthony, kemudian mereka makan dengan tenang, kecuali Eden. Entah apa yang Eden pikirkan, tapi setelah topik pembicaraan itu Eden tidak bisa makan dengan tenang. Setelah semuanya selesai, Ratu Charlotte dan Anthony pergi berdua ke kamar mereka. Sedangkan Veronica pergi ke pusat kota bersama dengan Lucas, katanya mereka berdua ada perlu apa disana.


Sedangkan Zea dan Luis mereka berdua berada di taman istana, mereka berdua sedang mengobrol kan entah apa, intinya seru, karena mereka berdua tertawa riang disana.Lalu Eden pergi ke kamar nya, Eden pergi ke kamar dengan tergesa-gesa dan wajah yang cemas. Apa yang sebenarnya Eden pikirkan? Sejak membicarakan Zea dia seperti itu dan sekarang di kamarnya dia sedang cemas dan bingung, dia menatap sebuah perkamen, itu perkamen tentang kondisi Zea.


Setelah sekian lama berpikir, Eden kemudian memang wajah yakinnya, lalu dia menyabet perkamen itu dan pergi dari kamarnya. Eden pergi ke kamar Anthony dan Charlotte, tapi di sana hanya ada Ratu Charlotte saja, Anthony tidak ada di sana.


"Ayah dimana?" tanya Eden pada Charlotte yang sedang merias diri,serta ditemani oleh dua pelayan. Charlotte kaget dengan kedatangan Eden, kemudian dia meletakkan alat riasnya dan mendekati Eden.


"Ayah sedang di ruang kerjanya, kenapa kau-... Hei!!! Eden, kau mau kemana?"teriak Charlotte pada Eden yang langsung pergi ke ruang kerja Anthony, dia bahkan tidak menjawab pertanyaan Charlotte. Charlotte yang melihat ini hanya geleng-geleng kepala dan bingung dengan Eden.


Eden akhirnya tiba di ruang kerja Anthony yang penuh dengan para prajurit yang menjaganya, kemudian salah satu prajurit berteriak, mengatakan bahwa Eden tiba. Lalu Anthony pun mengijinkannya masuk. Anthony sedang sendirian disana sembari membaca beberapa dokumen dan perkamen. Anthony tersenyum pada Eden.


"Mau minum? Ayah akan panggil pelayan, kau terlihat lelah Eden"kata Anthony yang sudah khawatir dengan keadaan Eden.


"Tidak Ayah.Aku tidak mau minum, ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengan Ayah, ini penting"kata Eden, dia kemudian menunjukkan perkamen yang masih di lipat kepada Anthony. Anthony pun bingung dengan perkamen itu.


"Apa ini? Lalu apa yang ingin kau bicarakan Eden" tanya Anthony bingung. Lalu dengan ragu Eden memberikan sebuah perkamen kepada Anthony, Anthony yang ragu kemudian mengambil nya dengan pelan dan mulai membuka perkamen itu. Seketika wajah Anthony jadi kaget dan pucat.


Anthony masih bingung dengan isi perkamen itu, dia menoleh pada Eden dengan ekspresi yang penuh tanya, "A-apa ini? Ke-kenapa ada nama Zea di sini?Jelaskan padaku, Eden!" kata Anthony tergagap-gagap dan setengah tidak percaya.


"Sebenarnya sakit Zea kemarin itu bukan sakit yang biasa. Itu sakit karena kekuatan Zea sudah muncul-... " kata Eden.


"Apa? Sihir Zea sudah muncul? Ini kabar yang sangat bagus, tapi apa hubungannya dengan sakit Zea?"kata Anthony yang senang akan kabar ini, tapi aneh nya Eden sepertinya tidak setuju dengan ini.


" Justru itu, yah. Kekuatan Zea muncul karena dipaksakan, karena hukuman itu juga Zea jadi sakit. Dia sampai kejang-kejang, dadanya sakit... Kepala nya... bahkan seluruh tubuhnya nya sakit, Zea juga muntah darah waktu itu..." kata Eden tegas, dia sekarang sudah merasa lebih baik mengatakan nya pada Anthony.


"Apa? Kau bilang dia hanya sakit biasa, Apa yang terjadi dengan Zea? Apa sekarang dia sudah baik-baik saja?" kata Anthony cemas, dia sangat terkejut dengan ini.


"Kami takut kalau Ayah khawatir, lagi pula Zea tidak ingin Ayah tahu, dia menyuruhku untuk tidak mengatakan bahwa Zea sakit parah" kata Eden frustasi, dia memegang kepalanya karena pusing.


"Tapi-.. Tapi apa maksudnya dengan ini?"tanya Anthony sembari memegang kepalanya dengan kuat, lalu dia menunjuk perkamen yang Eden bawa tadi.


" Aku tidak mengatakan ini kepada siapa pun, termasuk ibu. Ini kata tabib yang biasa kesini, sebenarnya hal ini berkaitan dengan hukuman yang Zea dan Ayah jalani, Sebenarnya Zea...... " kata Eden, dia menjelaskan dengan seksama dan teliti kepada Anthony,Anthony yang mendengar ini pun berkali-kali memegang mulut dan kepala nya karena kaget dan pusing.


"..... Jika Zea terus menggunakan nya itu bisa membuat nya dalam bahaya"kata Eden, setelah menjelaskan panjang lebar kepada Eden.


" Apa?...Apa maksudmu? Ohh... Eden, Aku-aku tidak percaya ini.. Akhhh... Ya ampun"kata Anthony, dia masih terkejut dengan ini, Anthony mengacak-acak kepala nya karena frustasi dan shock.


"Aku tidak tahu, tapi apa yang harus kita lakukan?" tanya Eden, dia menatap Anthony dengan penuh harap.Anthony yang masih shock itu, berusaha untuk menenangkan diri. Eden juga berusaha untuk memenangkan Anthony dengan menepuk baju Anthony.