
Stelah berada lama disana Zea memutuskan untuk pergi ke dalam istana, suasana di taman makin lama makin dingin.Cuaca disini sangat berbeda dengan di dunia manusia, rasanya berbeda sekali. Walaupun ada malam dan siang, tapi entah kenapa rasanya berbeda.
Malam pun mulai terlihat dengan cahaya bulan dan bintang yang bersinar, ini pemandangan yang sangat bagus dan tidak boleh dilewatkan. Tapi sayang, esok adalah hari dimana hidup Putri Berdarah Campuran itu dipertaruhkan.
Anthony beserta Billy, tangan kanan Anthony beserta prajurit yang lain menuju Mazevo dengan kereta kerajaan dan beberapa kuda untuk mengawal Anthony pergi ke Mazevo.
Sedangkan yang lain hanya menunggu keputusan untuk Zea, mereka hanya cemas apa yang akan dilakukan Anthony dan Si Kembar mencemaskan hasil keputusannya. Mungkin karena Si Kembar dekat dengan Zea, Mereka jadi cemas padanya.
Mereka menyembunyikan masalah ini karena Anthony yang menyuruhnya. Kalau untuk Charlotte, Eden, dan Veronica mereka mengikuti saja. Jika Si Kembar dia memang berencana menyembunyikan, tapi mereka semua tidak tahu bahwa Zea sudah mengetahuinya.
Entah apa yang terjadi dikamarnya kemarin yang membuat Zea terlihat baik-baik saja.Aksn tetapi kita tidak tahu akan perasaan Zea saat ini, dia masih saja dikamar sementara yang lain mengantar Anthony pergi.
Sebenarnya Zea melihat Anthony pergi dari jendela kamarnya. Zea merasa cemas dan khawatir, tapi Zea akan percaya pada Ayahnya bahwa Ayahnya pasti akan berusaha untuk keadilan Zea. Anthony pasti akan berusaha yang terbaik untuk Zea, PASTINYA.
Dengan pemikiran seperti itu, Zea berharap dia dapat mengatasinya dengan baik. Dengan pendirian yang teguh Zea keluar kamar dan menghampiri semua orang di halaman istana. Zea akan pura-pura tidak tahu agar Anthony tidak mencemaskannya. Zea sengaja menghampiri semua orang saat Anthony sudah pergi,agar tidak di cemaskan.
"Eh? Zea, sejak kapan kau ada di situ" kata Luis kaget ketika Zea ada di depan pintu.
"Baru saja, Kalian kenapa ada di sini" kata Zea bohong.
"Kami hanya... hanya berkumpul di sini. Benarkan?" kata Luis seraya menyenggol lengan Lucas.
"I.. Iya.. Hanya itu, Ayo masuk bersama kami. Kita akan sarapan bersama" kata Lucas sembari mendorong Zea pergi.
"Ibu ingin makan di dalam, kalian bisa makan sendiri" kata Charlotte dingin seraya menatap Zea sebentar dan kemudian pergi ke dalam Istana.
"Dan kau Eden, Veronica,ingin makan bersama kami?" kata Luis kepada Eden dan Veronica.
"Aku akan ikut bersama kalian" kata Eden. Lalu setelah mendengar pernyataan Eden Luis dan Lucas menoleh pada Veronica untuk menunggu jawaban. Veronica yang melihat itu langsung membentak mereka.
"Kenapa kalian melihatku? Kalian menunggu jawaban dariku?"teriak Veronica pada Si Kembar. Dan mereka berdua mengangguk.
"Aku.. Aku akan makan bersama kalian" kata Veronica cepat-cepat.Dan mereka semua pergi ke meja makan, disana ada berbagai menu makanan yang enak nan mewah. Ada daging panggang, Salad, steak, makanan penutup seperti puding, cake, jus, dan lainnya.
Zea hanya makan sedikit-sedikit saja,seperti hanya mencicipi. Saat sarapan berlangsung ada seorang pelayan datang menghampiri Zea, pelayan itu Karla.Pekaysn khusus Zea dan dia juga membawa sesuatu, yaitu sebuah surat yang bertuliskan 'Untuk Zea dari Mike Si Pembuat Pedang'.
Saat Zea membaca itu sontak saja dia kaget, Zea pikir mungkin pedang yang dia pesan sudah jadi. Zea membuka lipatan surat itu dengan hati-hati dan dibacanya dengan seksama.
"Untuk Putri Zea,
Salam hangat,
Mike Si Pembuat Pedang."
"Oh, pedang ku sudah jadi" kata Zea kaget sekaligus senang setelah membaca surat itu.
"Benarkah, kapan akan di antarkan?"tanya Luis yang ikut senang mendengarnya.
"Siang nanti" kata Zea pada Luis seraya meletakkan suratnya dan melanjutkan makanannya.
"Oh, iya. Zea Ayah mengatakannya padaku kalau kau mulai latihan bertarung besok pagi-pagi sekali" kata Eden tiba-tiba. Sambil mengiris steaknya.
"Besok?!Dengan siapa?"tanya Zea yang kaget akan ucapan Eden dan ia pun berhenti memasukkan makanannya kedalam mulut Zea.
"Denganku dan juga guru kau yang baru, serta Luis dan Lucas" kata Eden dingin.
"Guru?Dari mana asalnya" kata Zea yang penasaran dengan gurunya.
"Dia ahli menggunakan samurai dan berpedang, Aku tidak tahu dari mana asalnya.Tapi sepertinya dari pedalaman, hanya itu yang aku ketahui"jawab Lucas spontan.Zea hanya mengangguk akan jawaban Lucas.
Setelah mereka selesai makan, semua orang pergi. Yah, hanya Zea dan Veronica ditinggal di istana dan mungkin Ratu Charlotte sedang mengerjakan beberapa dokumen atau lembaran kertas yang harus ia tandatangani.
Eden, Luis, dan Lucas sedang mengerjakan pekerjaan kerajaannya untuk menggantikan Anthony. Omong-omong soal Anthony, Sekarang mungkin dia sudah sampai di Mazevo.
Mazevo sangat unik memang, karena di sana tidak dijaga apapun, hanya seekor Catullus raksasa yang menjaganya beserta peri-peri kecil yang memiliki kekuatan luar biasa. Catullus adalah seekor kucing besar yang bewarna putih dan biru. Hewan itu sangat kuat dan cocok untuk menjaga Mazevo.
Saat Anthony datang dia sangat cemas akan keadilan untuk Zea.Anthony harap keputusan untuk Zea akan baik, Ketika tiba disana sudah ada Raja Kerajaan Iremia, Raja Victor. Dan juga Raja Kerajaan Thanatos, Raja Eryk.
Anthony sudah tiba di dalam bangunan Mazevo, bangunan yang megah dan putih nan tempat yang suci. Terdapat meja bundar disana, dan dalam meja bundar itu terdapat tiga tempat duduk, disetiap tempat duduk ada lambang kerajaan.
Dan disekeliling meja bundar itu terdapat kursi yang berjejer membundar. Kursi tersebut untuk pengikut raja, seperti penasihat raja,tangan kanannya atau orang kepercayaan, letnan, jenderal, dan lain sebagainya.
Mereka semua berfungsi untuk memutuskan apakah hasil keputusan para raja itu baik atau tidak.Karena semuanya telah berkumpul, lonceng dalam sebuah ruangan itu dibunyikan dengan sihir tiga kerajaan.
"YANG MULIA, KITA MULAI PERSIDANGAN MAZEVO!!! kata salah satu penasihat Raja dari Kerajaan Iremia.