
Dan keesokan harinya Zea dan Veronica sudah bersiap-siap akan pergi ke mall, mereka bilang pada semuanya kalau Zea dan Veronica hanya jalan-jalan kecil saja. Mereka tidak mau semua orang tahu mereka kemana. Mungkin Veronica ingin memberikan sebuah kejutan untuk Adnan dan Maggie.
Untungnya semua orang sangat sibuk hari ini, seperti Adnan yang harus ke kantornya pagi pagi sekali. Maggie yang harus melakukan pemotretan dan beberapa wawancara, serta Gabriel yang harus sekolah dan setelah itu dia sudah mulai melakukan les piano. Mereka hari ini menggunakan pakaian yang serba hitam.
Zea memakai Hoodie lengan pendek dan celana celana panjang dengan topi di kepalanya, sedangkan Veronica memakai rok mini dan jaket warna hitam disertai topi juga. Ini karena mereka berdua tidak mau jadi pusat perhatian nanti, karena fisik Veronica yang mencolok takut nya ada yang menggoda Veronica, apalagi di mall besar.
Mereka pergi ke mall menggunakan sebuah taksi,yah karena ada kartu ATM milik Anthony mereka dapat menggunakan itu sekarang. Seharusnya Zea tahu kalau Anthony memiliki kartu ATM, sehingga saat Zea ke dunia manusia dia tidak akan menghamburkan uangnya untuk naik taksi.
Di dalam mall suasana hari ini tidak terlalu ramai, apalagi sekarang waktu sedang pagi menjelang siang,tentu orang-orang sedang sibuk menjalankan aktivitas masing-masing. Waktu yang tepat juga untuk mereka berada lama di sana. Jadi mereka berdua berlama-lama di sana sembari membeli semua barang.
Veronica memborong banyak sekali barang, Zea tidak tahu untuk apa Veronica memborong semua barang mewah dan branded. Mungkin ini untuk ibu dan saudara yang lain,itu pikir Zea. Tidak lupa juga mereka mencoba aneka makanan di mall yang terlihat lezat. Veronica ingin sekali mencoba semua nya,tapi Zea melarang nya karena tidak mau Veronica sakit karena kekenyangan.
Awalnya memang semua nya baik-baik saja, akan tetapi setelah beberapa jam Zea tanpa sengaja melihat Alex dan teman- teman nya itu. Teman yang sama ketika pertama kali bertemu dengan Zea, tanpa di duga juga Alex melihat Zea sehingga Zea tidak bisa kabur. Tentu Veronica juga melihatnya,dia bahkan membisikkan Zea untuk pergi,tapi karena sudah tahu,ya mau bagaimana lagi.
Rasanya kota ini sempit sekali, karena selalu saja Zea bertemu dengan Alex. Alex segera menghampiri Zea dengan senyum yang merekah. Kemudian Zea memasang muka yang senyum, karena dia telah mengenal Adnan pamannya, tentu Zea sekarang harus baik-baik pada Alex.
"Hei Zea,aku tidak menyangka akan bertemu dengan mu di sini"sapa Alex senang, teman-teman Alex awalnya bingung karena Alex yang terlihat akrab dengan Zea padahal malam itu Zea terlihat dingin dan mengacuhkan nya.
"Halo juga" kata Zea dengan senyum yang dipaksakan, entah kenapa dia tidak suka pada Alex ini. Veronica pun juga mengangguk menyapa Alex dan yang lain.
"Oh iya,aku belum memperkenalkan teman- temanku ya. Perkenalkan ini Faisal dan Reza"kata Alex sembari memperkenalkan seorang laki-laki yang cukup tinggi dengan rambut yang berwarna pirang dan memiliki bentuk wajah yang tembem, mirip dengan Zea,tapi dia tidak setembem itu.
Dan laki-laki yang memiliki tubuh sama dengan Alex , mungkin lebih pendek beberapa senti. Dia juga terlihat nama dengan beberapa aksesoris rantau di kalung nya dan terlihat tampan tapi tidak terlalu tampan. Kedua laki-laki itu pun menyapa Zea dan Veronica, mereka berdua membalasnya dengan mengangguk.
"Belanja,kalau kakak kenapa ada disini? Bukan nya kakak sekolah,kan?"tanya Zea curiga,dia curiga kalau mereka bertiga ini membolos.
"Aku? Hari sabtu kami tidak sekolah,SMA itu libur. Kalau kalian? Bukankah kalian juga sekolah,kan?"tanya Alex yang pura-pura tidak tahu. Sekarang giliran Zea yang bingung ingin menjawab apa, karena dia tidak sekolah di dunia sihir maupun dunia manusia.Memang benar biasanya anak SMA itu hari sabtu libur, Zea lupa.
"Kami sedang berlibur di sini, kau pasti tahu dilihat dari fisik ku aku bukan orang sini,kan?"kata Veronica tiba-tiba,dia agaknya tahu Zea bingung menjawab apa.
"Tentu saja kami di sana bersekolah juga, benarkan Zea?"tanya Veronica sembari menyenggol lengan Zea. Sehingga Zea mengangguk kecil.
"Yah, memang benar dilihat dari fisik kakak Zea memang kelihatan dia orang asing. Orang tuamu itu dari negara mana Zea kalau kakak boleh tahu?"tanya Alex lagi.
"Benua Eropa, Inggris" kata Zea bohong, memang benar jika orang-orang di dunia sihir itu memiliki fisik orang Eropa..
"Oh begitu ya,aku sebenarnya punya perusahaan di Inggris. Kalau aku ke sana aku mungkin akan sekalian ke rumah mu kapan-kapan" kata Alex lagi, pernyataan Alex ini membuat keduanya menelan ludah dengan keras. Bukan main keluarga Alex, dimana saja perusahaan nya? Kenapa Zea rasa perusahaan Alex ini ada dimana-mana.
"Tentu kau bisa melakukan nya. Kalau begitu aku pamit pergi dulu kak" kata Zea untuk menghindari pertanyaan- pertanyaan Alex lagi, Alex pun langsung sedih dan dia pun menghentikan Zea dan Veronica pergi.
"Tunggu, sebenarnya aku ingin mengajak kalian berdua mampir ke toko waffle kesukaan ku di sana. Tokonya dekat dari sini, waffle nya juga enak,sangat lezat. Kalian tidak mau ikut?"tanya Alex dengan wajah penuh harapan.
"Mau!!!"teriak Veronica senang,"Aku ingin mencobanya, apakah benar kami boleh ikut" kata Veronica senang, tentu nya dia senang karena Zea tidak memperbolehkan Veronica membeli makanan lagi dan mumpung Alex mengajak nya Veronica tentu setuju. Zea bahkan tidak habis pikir dengan Veronica, ternyata Veronica doyan makan juga.
Dengan terpaksa ia menuruti permintaan Veronica, Veronica memohon-mohon dengan penuh kasih pada Zea sehingga Zea tidak bisa menolaknya. Akhirnya mereka berlima pergi ke toko waffle yang di tunjuk oleh Alex.