Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Sakit Sekali



Terlihat cahaya putih yang menyilaukan Zea tidak dapat melihat apa-apa. Tapi dia melihat senyum lebar di kicauan cahaya itu orang yang tersenyum lebar itu menghujamkan bagus permata bewarna hitam gelap bukan putih, tepat di dada Zea. Karena kaget Zea tanpa sadar bangun dari tempat tidur.


Zea mengeluarkan keringat dingin,Zea memandang sekeliling dan mengingat-ingat apa yang sebenarnya terjadi. Zea perlahan mengingat apa yang telah terjadi, dia kemudian memegang dadanya yang kesakitan, setelah mengingat hal itu dadanya jadi tambah sakit dan Zea juga merasa pusing.


Zea masih berada di Gedung Mazevo, dia masih di sana, Zea tidur di ruangannya.Saat melihat di sofa, Zea melihat Anthony sedang menunggu Zea, dia tertidur pulas. Mungkin saja Anthony juga kesakitan seperti Zea, dia toh juga mendapatkan hukuman yang sama dengan Zea, Zea pasti mengerti itu.


Tapi ada yang berbeda dengan Anthony, Zea sadar, tepat di atas dada Anthony ada sebuah tanda. Tanda itu bewarna hitam dengan bentuk berlian, mirip tanda lahir, tapi itu tidak mungkin karena yang Zea ketahui, Anthony tidak punya tanda lahir seperti itu.


Lalu Zea dengan cepat melihat sekeliling tubuhnya, dia mengambil cermin dan melihat lehernya dan ketemu. Di leher Zea bagian belakang terdapat tanda yang sama di sana. Apakah ini karena kejadian tadi, Zea tidak dapat berpikir karena kepalanya sangat pusing dan dadanya sesak sekali.


Terdengar suara hentakan kaki yang mengarah ke ruangan Zea, tanpa pikir panjang Zea langsung berbaring di kasurnya dan pura-pura tidur, dia ingin menguping pembicaraan siapa kali ini.Pintu di ruangan Zea terbuka, Zea belum tahu siapa itu karena mereka belum bicara.


"Anthony, Apa kau tidur?" kata suara asing itu, suara itu adalah suara Charlotte, dia menghampiri Anthony dan membangunkannya.


"Hmm? Charlotte.... " kata Anthony lemah, suaranya sangat rendah dan terlihat lelah.Dia kemudian menguap sedikit dan melihat Zea yang masih terbaring di sana.


"Anthony, lebih baik kau istirahat sebentar kau kan baru saja dihukum. Pasti itu sakit sekali, ya? Aku sangat khawatir kau akan terluka" kata Charlotte, dia sekarang duduk di sebelah Anthony.


"Aku sudah istirahat, kau tidak lihat aku tidur" kata Anthony, "Luka ini memang sakit Charlotte, tapi kau lihat, Zea! Dia bahkan belum bangun pasti ini sangatlah sakit baginya" tambah Anthony, dia memandang Zea dengan tatapan yang sedih.


"Zea sedang istirahat Anthony, jika dia bangun kita akan segera pulang. Tapi sebelum itu, ayo kita makan dulu! Lagipula anak-anak khawatir padamu, biarkan Zea di sini, aku akan meminta Karla menjaganya" kata Charlotte, dia sebenarnya tidak suka jika Anthony membahas tentang Zea, tapi mau bagaimana lagi, Charlotte harus bersikap seakan-akan dia juga suka dan sayang pada Zea.


"Apa tidak apa-apa jika aku meninggalkan Zea?" kata Anthony dia berjalan ke arah Zea, melihat Zea terlelap tidur, walaupun Zea sudah bangun, ya.


"Tidak apa Anthony, biarkan Zea istirahat. Ayo kita pergi Anthony!Anak-anak ingin melihatmu" kata Charlotte, dia kemudian menatap Zea dengan sinis, intinya dengan tatapan tidak suka.


"Yeah, aku akan pergi. Tapi.. tunggu dulu" kata Anthony kemudian dia mengecup kepala Zea dan mengusap pipi Zea yang lembut, Zea kan cantik, walaupun disini Zea memiliki wajah Asia sendirian (Tuan Lin Dan Chou) tapi Zea memanglah cantik.


"Ayo, Anthony!" kata Charlotte, dia menarik lengan Anthony. Kemudian dengan berat Anthony meninggalkan Zea, dia pergi ke luar untuk menemui anak-anaknya yang lain. Saat Anthony sudah benar-benar pergi, Zea baru dapat bangun dari tidur pura-puranya itu.


"Kenapa seperti itu?"kata Zea bergumam, dia kemudian memandang sekeliling dengan pasrah. Dadanya masih terasa sakit, sesak sekali, sulit bagi Zea untuk bernafas. Dia kembali tidur di ranjangnya, dia tidak ingin bertemu dengan siapa-siapa kali ini.


"Karla.. " kata Zea, suara Zea sangat lemah dan pelan, dia juga pucat wajannya seperti Anthony. Karla yang kaget dengan suara itu senang sekali karena Zea sudah bangun.


"Tuan Putri sudah bangun? Syukurlah... Tuan


Putri, saya panggilkan Yang Mulia Raja, ya!"kata Karla, saat Karla akan bangun, dia menangkap tangan Karla dengan lemah, Zea tersenyum tipis menatap Karla yang kebingungan.


"Kenapa Putri? Saya akan panggil Yang Mulia untuk datang kesini!"tanya Karla, dia bingung kenapa Zea menghentikan jalannya.


"Aku tidak mau bertemu siapa-siapa, dadaku rasanya sesak sekali. Aku tidak mau menemui Ayah" kata Zea, dia mengatakan dengan pelan dan suara yang serak namun lemah.


"Ah.. Jika itu yang Putri inginkan, saya akan menurutinya.Tuan Putri saya pamit pergi dulu, ya!Saya akan mengambil ramuan untuk meredakan sakit Tuan Putri. Tuan Putri tunggu sebentar,tidak apa-apa, kan?" kata Karla.Mendengar itu Zea langsung melepaskan tangannya dan tersenyum.


"Iya, tidak apa-apa. Dadaku sesak sekali" kata Zea dia memegang dadanya, memang dari tadi sakit di dada Zea tidak hilang-hilang, entah kenapa, tapi ini memang sakit.


"Iya Putri, saya akan mengambilnya. Tuan Putri tunggu, ya!" kata Karla, dia kemudian pergi meninggalkan Zea. Zea merasa dadanya semakin sakit, apa ini hukumannya,ya? Tapon jika merasakan sakit di dada seperti bagaimana Zea sanggup.


Saat memikirkan itu, tiba-tiba pintu di ruangan itu terbuka, Zea merasa itu Karla yang membawakan ramuannya, tapi kenapa cepat sekali. Terserahlah, yang penting ramuannya tiba. Tapi saat Zea menoleh, dia tidak melihat Karla, dia tidak melihat siapa-siapa. Hanya pintu yang terbuka, saat Zea melihat pintu itu lagi, tiba-tiba menutup lagi.


"Siapa di sana?" tanya Zea dengan suara yang lemah dan pelan, dia juga sedikit takut, rasanya seperti di film-film horor. Tapi masa ada hantu di siang bolong, apalagi ini dunia sihir tunggu tapi kalau ini dunia sihir, ada hantu, ya.


Dengan tubuh yang masih lemah dan sakit, Zea terpaksa pergi beranjak dari kasurnya. Dia pergi untuk mengecek siapa yang ada dari balik pintu, ruangan Zea berada di paling pojok walaupun tempatnya diatas. Zea dengan pelan menuju pintu itu dengan hati-hati, dia takut jika ada yang menyerangnya.


Saat akan membuka pintu itu, Zea tidak dapat membukanya, ini membuat Zea takut. Pelan tapi pasti, Zea mencoba membuka pintu itu dengan sekuat tenaga. Tiba-tiba di belakang Zea, ada suara. Zea mencoba berbalik badan tapi saat dia lihat ke belakang tidak ada apa-apa, tapi tiba-tiba...


PLAK


Ada yang memegang bahu Zea,karena Zea kaget dengan refleks dia berteriak sekencang-kencangnya. "Akkhhh....... " teriak Zea, dia melihat seseorang memakai jubah. Orang itu tinggi sekali, wajahnya tidak terlihat karena tertutup jubah hitamnya. Orang asing itu menutupi tubuhnya dengan pakaian serba hitam. Sangat seram sekali..