Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Pesta Dua Dunia



Keesokan harinya Gabriel berangkat ke sekolah, mood Gabriel hari ini sedang senang sekali, karena dia mendapatkan surat balasan kalau Zea akan merayakan ulang tahunnya di sini dan di sana, Gabriel tidak tahu bagaimana Zea akan merayakan ulang tahun di dua dunia yang berbeda. Tapi itu tidak masalah yang terpenting Gabriel dapat merayakan ulang tahun Zea.


Dia di antar oleh Adnan ke sekolah, setelah itu Gabriel akan pulang dijemput oleh orang suruhan Adnan. Di sekolah Gabriel termasuk anak yang populer, karena wajahnya yang tampan tapi imut. Memang ada beberapa anak yang tampan, Gabriel termasuk ke dalam kelompok anak yang tampan itu.


Di kelas Gabriel yang tampan ada dua orang, salah satunya adalah teman terdekat Gabriel, dia anak yang pintar dan dingin, tidak banyak anak perempuan yang mendekati dia.Karena langsung didekati, anak itu cuek-cuek saja. Beda dengan Gabriel,di anaknya periang dan suka berteman, tapi jika dia tidak suka seseorang sikapnya akan cuek juga.


Maka dari itu banyak anak-anak perempuan yang menempel pada Gabriel, saat ada Zea pun begitu. Tapi saat kedatangan Chelsea, semua anak perempuan takut mendekati Gabriel karena diancam oleh Chelsea. Dulu pernah ada anak perempuan yang mendekati Gabriel, dia tidak tahu Chelsea dekat dengan Gabriel. Jadinya dia di bully habis-habisan oleh Chelsea dan anak itu pun tidak mau mendekati Gabriel.


Jadi sekarang Gabriel hanya bermain dengan anak laki-laki, khususnya dekatnya Gabriel. Oh ya, teman Gabriel yang tampan itu namanya Farrel, nama yang bagus untuk anak tampan seperti dia. Dia sering bersama dengan Gabriel dan juga Gabriel memiliki satu teman dekat lagi, tapi beda kelas,namanya adalah Hariz. Anaknya nakal dan suka bercanda tapi dia lucu, dia yang dapat menghibur Gabriel saat sedih.


Mereka bertiga adalah teman dari kecil, Zea tahu mereka semua, karena Zea juga dulu sering bertemu dengan mereka.Gabriel hari ini duduk dengan Farrel dan Chelsea duduk di depan Gabriel, duduk di depan anak-anak tampan, tentu saja gadis-gadis disana iri melihatnya.


Setelah sampai di kelas, Gabriel berjalan dengan senang dan senyuman lebarnya, ini membuat Farrel yang melihatnya bingung dan curiga dengan tingkah laku Gabriel. Dia pun segera duduk di samping Gabriel, dan menatap nya sebentar lalu mulai bertanya.


"Kau kenapa?" kata Farrel yang menatap Gabriel dari samping dengan intens.


"Apa? Aku hari ini sangat... Baik, aku sangat.. sehat" kata Gabriel yang menjawabnya dengan senyuman lebar dan suara yang senang.


"Sudah kuduga ada yang aneh darimu, apa Zea akan datang?Kau jadi sesenang ini karena Zea, kan?" tanya Farrel yang jelas dan tepat sasaran, ini membuat Gabriel kaget dan terbelalak dengan ucapan Farrel.


"Bagaimana kau tahu?Aku kan tidak mengatakannya padamu? Ohh... Kau bisa membaca pikiranku ya" kata Gabriel yang masih kaget dan kagum.


"Ya, kalau kau sesenang ini pasti Zea akan datang, lagi pula besok adalah hari ulang tahunnya Zea,kan?"kata Farrel lagi, dia sekarang sedang membuka buku miliknya, tepatnya buku pelajaran.


"Kau sangat tepat sekali, ya. Tapi dari mana kau tahu besok ulang tahun Zea?"tanya Gabriel lagi.


"Dulu kau yang selalu merengek pada kami untuk minta dibantu menyiapkan kejutan untuk Zea. Kau sudah lupa ya, Gabriel? Hanya Hariz yang menyukainya saja, tapi aku tidak" kata Farrel kesal dan dingin. Tentu saja itu benar, karena memang dulu Gabriel seperti itu.


Gabriel hanya berdecak kesal mendengar ucapan Farrel, dia kemudian bersandar pada kursi dan mulai membuka buku catatannya. Saat membuka buku catatan miliknya, Chelsea tiba-tiba datang menghampiri Gabriel. Tentunya dengan senyum yang gembira, dia kemudian duduk di depan Gabriel dan Farrel lalu memberikan totebag ke meja Gabriel.


"Ohh, ya terimakasih" kata Gabriel dingin, dia kemudian mengambil totebag dan membukanya, Gabriel juga penasaran dengan hasil fotonya.


"Bagaimana? Cantik, kan? Kapan-kapan kita harus foto bersama lagi ya" kata Chelsea, lalu dia menghadap ke depan. Saat Gabriel ingin mengatakan sesuatu, tiba-tiba Guru pun datang, jadi Gabriel terpaksa diam.


Hari ini mereka pulang cepat karena guru ada rapat, Gabriel cepat-cepat membereskan buku-buku nya dan ingin cepat pulang. Dia tidak sabar ingin bertemu Zea, tapi saat di halaman sekolah, Gabriel melihat sosok orang yang dia temui, dari sedang duduk di sebuah taman baru bata seperti menunggu seseorang.


Lalu setelah ia melihat Gabriel dia melambaikan tangan dan memanggil nama Gabriel, sosok itu adalah Zea, tapi bagaimana Zea bisa ada disini?


#MALAM HARI YANG LALU#


Saat Zea mengatakan ingin merayakan bersama semuanya, Anthony jadi dapat ide. Jika pada hari sebelum malam ulang tahun Zea, Zea akan merayakannya dulu disana, malam ulang tahun Zea akan dirayakan di tempat Adnan dan hari ulang tahun Zea akan dirayakan bersama disini dengan penduduk kerajaan.


Zea awalnya tidak mau kalau di rayakan besar-besaran, tapi dia kan putri, ulang tahun putri harus dirayakan besar-besaran. Jadi Zea nurut saja, Zea datang pun pagi sesudah Gabriel berangkat. Zea datang bersama dengan Anthony, tapi setelah itu Anthony pergi dan Zea nanti akan dijemput oleh Si Kembar dan Eden, yeah.. Eden, Eden akan menuruti semua perintah Anthony.


Jadi Zea di rumah Adnan di ajak makan, Zea makan makanan kesukaan nya oleh Bibi Maggie. Mereka kemudian memberikan hadiah pada Zea, Adnan memberikan Zea gaun pendek. Jika memberikan bnau biasa takutnya nanti tidak cocok, Serta Maggie memberikan Zea semacam aksesoris anting, anting berlian yang indah, Zea menyukai semuanya.


Setelah itu Zea pergi ke sekolah Gabriel, rencananya untuk mengejutkan Gabriel. Dan benar saja, Gabriel kaget melihat kedatangan Zea, dia kemudian berlari cepat dan menghampiri Zea. Zea pun tersenyum melihat Gabriel, lalu saat Gabriel akan memeluk Zea kemudian menahan kepala Gabriel dan menatap nya tajam.


"Jangan peluk, kau tidak lihat semua orang melihat kita" kata Zea yang menahan kepala Gabriel agar tidak memeluknya dan melihat sekeliling.


"Ahh... Kenapa? Huh.. Zea, kenapa kau tidak memberi kabar bahwa kau akan ke sini" kata Gabriel, dia kemudian melepas tangan Zea dan cemberut pada Zea.


"Untuk mengejutkanmu, aku akan merayakan malam ulang tahunku disini, untuk besok aku akan merayakannya di sana" kata Zea.Gabriel pun senang, dia tidak cemberut lagi, matanya sekarang berbinar.


"Benarkah? Baiklah, aku akan mengajakmu ke suatu tempat, ini sebagai hadiah untuk mu" kata Gabriel senang, dia memegang tangan Zea untuk ikut dengannya.