
Mereka bertiga turun ke tempat latihan, jadi tempat latihan itu berada di luar ruangan. tepatnya di samping kerajaan, tempat untuk melatih prajurit, tapi disana juga ada tempat khusus dimana keluarga kerajaan dapat berlatih juga.
Eden ternyata tidak sendirian, dia bersama Tuan Lin Dan Chou, muridnya. Sepertinya Zea akan berlatih pedang, karena suasananya menunjukkan seperti itu, jadi sudah pasti berlatih pedang. Tempat berlatih pedang itu sangat luas, tapi tetap luas berlatih pedang untuk prajurit. Tempatnya nyaman, terdapat rumput hijau disana, mungkin untuk istirahat.
Ada beberapa pedang, tombak, dan berbagai alat perang lainnya. Intinya semua senjata dan peralatan perang disana lengkap. Dan pedang milik Zea sudah disana juga, sepertinya Si Kembar yang mengambilnya. Karena yang cuma tahu dimana pedang Zea kan hanya kakak kembarnya itu.
Sesampainya di sana Tuan Lin hormat dan salam pada Zea dan Si Kembar, di ikuti dengan Chou yang kelihatan memaksakan diri.Memang jika dilihat dari karakter Chou, orangnya memang tidak menyenangkan, dengan wajahnya yang sinis dan selalu terlihat serius memang tidak bisa diajak bicara. Setelah memberi salam Tuan Lin kemudian Eden lanjut bicara.
"Zea, Ayah berkata padaku kalau hari ini aku akan melatihmu berpedang" kata Eden terus terang.
"Iya Tuan Putri, mulai hari ini saya dan Pangeran Eden akan melatih Putri Zea" tambah Tuan Lin, suaranya sangat ramah dan lembut, Zea suka mendengarnya walaupun ada sedikit bahasa China nya, Zea baru tahu kalau di dunia lain ada Bahasa China. Yah, walaupun bahasanya sedikit berbeda, tapi tetep saja kan, aneh.
"Iya, tapi jika aku berlatih bersama Eden dan Tuan Lin, kenapa mereka berdua ikut?" kata Zea, dia menunjuk Luis dan Lucas.
"Eh... " kata Si Kembar kompak,"Kami, kan ingin melihat, masa tidak boleh?"kata Luis membela diri.
"Iya,bagaimana pun juga kami penasaran. Kau kan baru pertama kali berlatih pedang, kami akan melihat bagaimana kakunya kau menggunakan pedang.. hehe.. Benarkan, Luis?" kata Lucas, dia menyenggol lengan Luis.
"Iya, aku akan menertawaimu sangat kencang nanti.. hahaha" kata Luis, dengan suara yang mengejek dan nakal.
"Terserah kalian" kata Zea, dia kesal dengan Si Kembar."Sebaiknya kita mulai sekarang saja, ya Pangeran Eden!"kata Tuan Lin, dia menoleh pada Eden.
"Iya, aku tidak mau buang-buang waktu"kata Eden dingin. Kemudian mereka mulai berlatih bersama dengan Tuan Lin dan Eden. Oh, iya, mulai sekarang Zea jika memanggil Tuan Lin harus Guru Lin, karena mulai sekarang Tuan Lin akan menjadi gurunya.Sedangkan Luis dan Lucas menonton mereka di rerumputan. Sedangkan Chou memegang beberapa pedang milik
Pertama-tama, Zea diajari oleh Tuan Lin-Bukan, Guru Lin belajar dasar memegang pedang dahulu yang benar, Zea mencoba memegangnya, pedang itu cukup berat memang, tapi kata Eden jika sihirmu di masukkan ke dalam pedang akan terasa ringan.
Sihir Zea kan belum muncul, jadi pedangnya belum terasa ringan. Kapan, ya sihir Zea akan muncul, soalnya Zea sudah tidak sabar, dia ingin tahu gunakan sihir juga. Zea kemudian dilatih dengan gerakan-gerakan dasar, seperti mengayunkan pedang untuk menyerang, tapi Zea tetap masih menggunakan teknik dasar, tetap.
Zea ternyata cukup pandai juga, dia dapat melakukan teknik dasar, Luis dan Lucas juga terkejut karena itu. Zea juga tidak tahu kalau dia bisa, Guru Lin juga senang melihat Zea dapat melakukan Teknik dasar.
"Wah.. Tuan Putri,saya tidak menyangka anda dapat teknik dasar. Apakah Putri pernah melakukan ini"tanya Tuan Lin, dia merasa berinisiatif melatih Zea berpedang, bagi Tuan Lin Zea ini berbakat melakukan ini, Tuan Lin jadi senang melatih Zea.
"Aku hanya pernah ikut Pencak Silat, jadi mungkin tahu sedikit"kata Zea, jawaban Zea ini sebenarnya tidak membantu bagi mereka semua. Mereka hanya bingung sendiri dengan jawaban Zea.
"Itu semacam bela diri. Di duniaku ada yang seperti itu" tambah Zea,jawaban kali ini lebih dapat dipahami karena semua orang paham dan mengangguk.
"Jadi di sana ada pedang, Zea?"tanya Eden, sepertinya Eden juga penasaran dengan ini, Zea cukup pandai menggunakan pedang nya.
"Hanya mainan, bukan pedang betulan" kata Zea, entah mengapa jika bersama Eden rasanya canggung, mereka hanya diam-diam saja jika bertemu, maklumlah jika orang yang dingin bertemu dengan yang dingin pasti ya suasananya seperti itu.
"Ohh" kata Eden, yah memang hanya itu komentarnya."Jadi karena kau sudah bisa untuk teknik dasar, aku rasa latihan untuk sekarang kita sudahi dulu"tambah Eden.
"Iya, karena Tuan Putri sudah bisa, kita lanjut kapan-kapan saja, dan saya harap Putri Zea bisa menyalurkan sihirnya ke pedang Putri" kata Tuan Lin, dia berharap sihir Zea akan keluar.
"Iya, terimakasih atas hari ini Guru Lin dan juga terimakasih.. Eden" kata Zea, dia ragu berterimakasih pada Eden,pasalnya jika dengan Eden, kan canggung. Jadi jika bicara dengannya akan aneh kan.Tuan Lin menjawabnya dengan senyuman yang ramah dan dengan anggukan kepala.
"I-iya, sama-sama" kata Eden kaget dengan ucapan Zea, dia juga sepertinya merasa tidak enak mengatakan itu.
"Wah.. Apa ini? Kenapa kalian berdua canggung sekali?" kata Luis, dia menghampiri mereka bertiga disusul dengan Chou yang sedang membereskan beberapa pedang.
"Tidak" kata Zea dan Eden, mereka mengatakan dengan tegas dan kompak, ini membuat Luis dan Lucas makin kegirangan dengan ucapan mereka.
"Aku pergi ke kamar dulu, sampai jumpa" kata Zea, dia kemudian langsung ngeloyor pergi,dia tidak tahu harus bagaimana.
"Hahaha..Lucunya, Zea pasti malu sekali" kata Luis, dia tertawa terbahak-bahak melihat Zea malu.
"Kalian...Akh.. Sudahlah" kata Eden, dia tidak bisa berkata-kata dengan kejahilan Si Kembar.
"Apa? Hahaha.. Kalian ini lucu sekali, benar tidak?" kata Lucas, dia menyenggol lengan Luis yang masih tertawa.
"Hahaha... Iya, bahkan Tuan Lin mengakuinya juga" kata Luis, dia menoleh pada Tuan Lin Dan Chou."Terserah kalian, aku akan pergi dulu. Hari ini aku ada urusan sebentar, kalian berdua bersama dengan Tuan Lin, ya!"kata Eden, dia pun juga pergi meninggalkan Si Kembar yang masih menertawakan Eden.
"Pangeran saya permisi pergi ke pusat kota, ada yang harus saya lakukan" kata Tuan Lin.
"Tentu,tapi kau tahu pusat kota, kalau tidak aku akan menyuruh yang lain untuk mengantarkanmu" kata Lucas, mereka berdua sekarang sudah berhenti tertawa.
"Tidak perlu, saya bisa sendiri dengan Chou" kata Tuan Lin, dia menepuk punggung Chou, Chou sepertinya tidak menyukainya.
"Baiklah, kami akan masuk ke istana"kata Luis, mereka berdua lalu masuk ke istana, sedangkan Tuan Lin Dan Chou pergi ke pusat kota.
•
•
•
'THANATOS FAMILY'
Eryk
Genevieve
Morin
Jasper
Ivy
Quinn