
Zea hanya diam saja dengan pertanyaan Eden, dia bingung mau menjawab apa, bagaimana tidak, karena memang terjadi hal aneh pada Zea, yaitu Zea melihat ingatan aneh tadi. Apakah Zea harus mengatakannya pada Eden? Lagi pula Zea juga ingin tahu kenapa dia muntah darah.
"Aku... Aku memang ada kejadian aneh tadi, saat aku.. perjalanan kesini-, aku melihat sebuah ingatan aneh. Ingatan tentang Karla, karena saat melihat matanya aku melihat ingatan itu dan mataku mulai bersinar, serta taring ku juga mulai kelihatan" kata Zea setelah menjelaskan panjang lebar, kemudian dia kembali menoleh pada Eden, karena dari tadi Zea tidak berani menatap Eden.
Eden yang mendengar ini hanya menghela nafas nya dengan berat, dia tidak habis pikir, kenapa Zea tidak menceritakannya pada Zea. Eden hanya memegangi kepala nya karena kejadian ini. Dia kemudian menatap Zea dengan sorotan tajam, tapi Eden kan memang memiliki sorotan mata yang tajam, jadi wajar kalau dia begitu.
"Aku tidak tahu jalan pikiranmu, Zea. Kenapa kaus sembunyikan ini, kau tidak tahu ini apa?" tanya Eden sembari mendelik ke arah Zea. Zea yang tidak tahu hanya menggelengkan kepala nya.
"Astaga... Zea.Zea aku rasa ini adalah kekuatan sihirmu, jika dari ciri-ciri yang kau sebutkan tadi itu adalah sihirmu. Jika kami akan menggunakan sihir mata kami, kami juga mengalami mata yang bercahaya dan taring kami juga akan kelihatan" kata Eden, dia kemudian menghela nafas panjangnya. Zea baru kali ini melihat Eden bicara banyak, mestinya. Ini tentang sihir Zea? Jadi sihir Zea adalah melihat ingatan seseorang?
"Jadi.. Ini sihirku?Kekuatan ku sudah muncul, tapi apa hubungannya dengan sakit ku? Dengan kejadian hati ini?" kata Zea, kegembiraan nya hilang ketika Eden masih dengan ekspresi yang tajam.
Jujur, Zea suka kalau kekuatan sihirnya sudah muncul, tapi melihat ekspresi Eden ini, sepertinya ada masalah dengan sihir Zea.
"Itu lah sebabnya, kenapa dadamu sakit itu karena kau telah menggunakan sihirmu tanpa sengaja, itu membuatmu sakit. Untuk kejadian ini, itu karena sihirmu yang tiba-tiba muncul. Kata tabib sihirmu ini dikeluarkan secara paksa, kau minum apa? Kau makan makanan aneh? "
kata Eden yang menatap tajam Zea.
Zea yang masih mengingat apa yang Zea makan sehingga dia mengalami hal ini langsung teringat pada Morin, Morin yang memberikan Zea sebuah minuman aneh. Apakah karena itu? Tapi bukannya itu cukup lama ya?Akkhh... Zea pusing memikirkan itu, karena sekarang dia harus menjawab pertanyaan Eden yang sedang menatap tajam Zea.
"Aku rasa aku pernah minum minuman aneh, apa mungkin itu penyebabnya?" kata Zea hati-hati, kan bagaimana pun juga Zea tidak bisa memberitahu kalau dia bertemu dengan Morin.
"Pernah? Aku rasa itu penyebabnya, dimana kau pernah meminumnya?" tanya Eden tajam.
"Di.. suatu tempat, Aku tidak tahu namanya tapi aku beli minuman itu karena harus, aku kira itu minuman biasa" kata Zea, Zea berbohong. Dia jarang sekali berbohong, tapi sekarang harus berbohong.
"Kau.. Berani minum minuman asing? Wah.. Zea, kau memang tidak habis pikir. Jangan lakukan itu lagi,kau tahu gara-gara ini juga kau bisa sakit.
"Aku tahu aku salah,tapi-.. Uhuk" perkataan Zea berhenti ketika dia batuk darah,lalu saat zea tahu dia keluar darah lagi, Zea berlari menuju kamar mandinya di sana. Eden dengan sigap langsung mengambil obat yang diberikan tabib lalu memberikannya pada Zea, Eden berlari menghampiri Zea dengan membawa obat atau ramuan tersebut.
"Minum ini!" kata Eden, kemudian dia menepuk punggung Zea dan setelah itu memberikan ramuan dari tabib. Rasanya Zea sudah baikan sekarang, dia lalu diantar oleh Eden ke kasur nya.Eden pun duduk di kursi yang sama tempat ia duduk tadi.
"Apa yang Ayah katakan?Seharusnya kau tidak memberitahu Ayah, Ayah nanti bisa cemas" kata Zea,dia takut kalau dia membuat Anthony khawatir dan tidak bisa melanjutkan pekerjaan nya di sana.
"Aku tidak mengatakan semuanya, aku hanya mengatakan kalau kau sakit saja dan tidak parah, kau tenang saja. Jika Ayah sudah hampir pulang, maka aku akan mengatakannya" kata Eden, dia kemudian memandang Zea lagi, karena saat Eden membicarakan ini, dia hanya menundukkan kepala, intinya Eden tidak menatap Zea.
"Syukurlah, aku tidak mau membuat Ayah cemas. Terimakasih Eden dan terimakasih pada semuanya" kata Zea, dia kemudian berbaring di kasur nya dan menghela nafas beratnya, ini adalah hati yang panjang bagi semuanya di sini terutama Zea.
Kemudian Zea dibiarkan tidur ditemani Eden dan Si Kembar yang memaksa masuk, jadi Zea tidur dan di temani para kakak-kakaknya itu. Zea kemudian tidur dengan nyenyak, setelah benar-benar tidur, lalu Luis menarik selimut Zea sampai baju Zea dan mereka pun benar-benar pergi dari tempat itu.
Hari itu Zea hanya terbaring lemah di kasur, dia menerima beberapa panggilan dadi Keluarga Gabriel dan tentu saja Anthony, Zea mengatakan pada semuanya kalau dia hanya sakit saja dan tidak parah, tentu agar mereka semua tidak cemas, Zea juga tidak bisa makan bersama dengan yang lain, jadi Karla lah yang menyuapi Zea dan ditemani oleh Si Kembar.
Ini adalah hari yang melelahkan, sangat melelahkan bagi Pangeran dana Putri Kerjaan Echthra.
•••••
Hari ini Zea tetap berbaring di kasur, di meja nya banyak sekali ramuan yang harus dia minum sekarang, kata Eden Zea dilarang untuk menggunakan sihirnya untuk sementara waktu, jadi Zea nurut-nurut saja. Ramuan di meja tidak lain adalah ramuan untuk dadanya atau untuk meredakan hukuman Zea, lalu ramuan dari tabib kerajaan, dan ramuan dari Guru Lin yang dibuatkan olehnya.
Sarapan pagi ini Zea makan di kamarnya, karena Zea masih sering sakit pada dadanya dan Zea juga masih sering muntah. Ohh, iya teringat perkataan Eden, Zea jadi ingat tentang Morin, katanya kan dulu minuman itu bukan racun tapi nyatanya membuat Zea sakit, yah walaupun ini membuat sihir milik Zea muncul, tapi Zea tetap tidak senang karena gara-gara dia, Zea jadi sakit seperti ini.
Dengan tekad yang kuat dengan bermodalkan surat, dia akan menghubungi Morin meminta agar dia menjelaskan ramuan-, bukan.. bukan ramuan, Zea akan meminta Morin untuk menjelaskan minuman aneh itu, gara-gara dia Zea jadi sakit kan.
Zea menulis surat setelah semuanya sibuk bekerja.Tentu saja, Para Pangeran Kerajaan Echthra kan sibuk, jadi setelah sarapan mereka harus mengerjakan tugas kerajaan. Untuk Ratu Charlotte dan Veronica, dia juga sedang sibuk, Zea tidak tahu mereka sibuk apa, intinya mereka sibuk.
Dan Karla pasti dia mengerjakan beberapa pekerjaannya sebagai pelayan, kan. Jadi Karla bisa dibilang sibuk juga, walaupun sebenarnya dia adalah pelayan yang khusus untuk Zea.Dan sekarang Zea akan menulis surat penjelasan pada Morin, Morin harus menjelaskan ini pada Zea.
•
•
•