Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Pusat Perhatian



Setelah makan malam selesai, Zea segera memberikan hadiah untuk Si Kembar.Tentu saja hadiah untuk Si Kembar itu dibungkus dengan rapi, agar nampak cantik dan indah. Setelah semua hadiah sudah siap, Zea pergi ke kamar Si Kembar. Dia ingin memberikannya secara langsung.


Dan benar saja, Luis dan Lucas ada di sana, tapi sepertinya Lucas sedang mandi, karena terdengar suara air di kamar mandi,serta Luis sedang merapikan rambut nya yang masih basah. Mereka baru saja mandi, maklum banyak hal yang harus mereka kerjakan sepanjang hari.


"Hai.. Baru mandi?" kata Zea pada Luis sembari melambaikan tangan, sontak Luis langsung menoleh dan tersenyum pada Zea.


"Iya, baru saja. Ada apa Zea? Duduk lah disini!" kata Luis seraya mengambil kursi di depan nya.


"Terimakasih.Eum.. Anu.. Aku ke sini untuk memberikanmu sesuatu dan untuk Lucas juga" kata Zea sembari mengeluarkan kedua hadiah nya. Luis pun langsung mengernyitkan dahinya dengan bingung, saat melihat hadiah itu, Luis lumayan kaget.


"Aku ingin memberikan ini padamu, ini supaya kau dan Lucas merasa lebih baik. Maaf atas kejadian tadi ya" kata Zea yang merasa malu.


"Aaaa... Zea terimakasih banyak, jadi ini alasan mu pergi ke pusat kota" kata Luis sembari membuka hadiah miliknya. Luis pun terpana dengan hadiah itu, dengan batu sihir yang bewarna ungu dengan bulu Phoenix yang bewarna merah.


"Ohh.. Itu, ya begitulah.. hehe.. " kata Zea yang salah tingkah, sebenarnya kan bukan itu tujuan Zea ke pusat kota, dia kan dengan terpaksa mengikuti keinginan Chou. Tapi karena mumpung disana, jadinya Zea juga sekaligus memberikan hadiah untuk kakak kembarnya itu.


Setelah itu Zea pergi ke kamar tidur, tapi sebelum Zea masuk ada yang memanggil nama Zea. Dia adalah Eden,seketika Zea menoleh pada Eden dan Eden menghampiri Zea. Zea pun berhenti membuka pintunya.


"Ikut aku, Ayah ingin bicara dengan kita berdua" kata Eden yang cepat, jelas, dan singkat. Lalu Eden pergi ke ruang kerja Anthony bersama dengan Zea dibelakangnya. Selama perjalanan ke sana, Zea berpikir-pikir dalam hatinya apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Anthony ingin bertemu dengan nya.


Setelah sampai di sana, Zea dan Eden melihat Anthony yang sedang menunggu di bangku nya, dia sepertinya menanti Zea dan Eden. Mereka pun duduk di sofa yang ada di sana, raut wajah Anthony lumayan serius, ini membuat Zea menelan ludah dengan kasar.


"Zea.. Eden.. Ayah menyuruh kalian ke sini karena ingin meminta tolong pada kalian" kata Anthony dengan raut wajah yang sudah serius, ini membuat nya terlihat dingin dan menakutkan. Zea pun kaget dengan perkataan Anthony barusan, meminta tolong pada Zea? Kenapa? Kalau pada Eden, ya memang biasa, tapi kalau untuk Zea, bukankah itu agak aneh.


"Kenapa meminta tolong padaku?" tanya Zea bingung, apa yang sebenarnya Anthony inginkan.


"Yah karena ini berhubungan dengan dunia manusia, bagaimana mungkin Ayah tidak melibatkanmu" kata aku Anthony yang terus terang, apa yang dia ingin minta tolong pada Zea. Jadi setelah itu Anthony menjelaskan nya pada Zea dan Eden dengan teliti dan jelas.


Bahwa Eden ada tugas di dunia manusia, tugas itu adalah menyerang monster-monster di ruang antar dimensi,mengingat di dunia manusia terdapat beberapa elemen bumi yang bagus, jadi sihir-sihir dalam monster itu sangatlah bagus dan baik. Maka dari itu banyak orang dari dunia lain datang ke dunia manusia untuk mendapatkan sihir itu.


Nah, itulah tugas Eden. Jadi Eden akan mengambil sihir dari monster yang memiliki elemen air, jadi Eden akan pergi ke dunia manusia bersama dengan Zea, sekaligus Zea berkunjung ke rumah Gabriel.Mengingat jika Zea tinggal di dunia manusia, jadi Eden bisa membimbing Eden tentang hal-hal dunia manusia.


•••••


Di pagi harinya, barang-barang ke dunia manusia sudah siap,bahkan Eden juga sudah memakai pakaian manusia tepat di perbatasan. Pakaian manusia juga cocok untuk Eden, bagus dan Eden jadi seperti bule-bule orang luar negeri lainnya.


Eden memakai baju lengan panjang dengan celana panjang dan sneakers, sedangkan Zea memakai kaos pendek dan celana serta sneakers dan rambut nya di biarkan tergerai.


Mungkin jika para perempuan melihat ini, mereka pasti tergila-gila dengan baik Eden.Eden itu termasuk anak yang sangat tampan, orang bule itu mayoritas tampan, contohnya Eden, Si Kembar dan lainnya, Anthony malah lebih tampan.


Padahal Anthony sudah punya anak, tapi wajah nya seperti wajah anak muda jaman sekarang. Dan setelah Anthony mengantar Eden dan Zea, mereka kemudian bergegas pergi ke dunia manusia. Di dunia manusia mereka tiba di sebuah hutan kota, tepat didepan gedung pencakar langit.


Eden membawa tas slempang olahraga untuk membawa barang-barang dan ramuan sihir nya. Sedangkan Zea hanya membawa tas kecil untuk dibawanya.Sepanjang perjalanan orang-orang melihat dan melirik Eden terus bahkan ada ulang sampai meminta foto Eden.


Dengan paksa Zea menyeret Eden untuk pergi dari wanita-wanita itu, karena kejadian itu bahkan Zea dikira pacarnya. Jadi mereka mencibir Zea dibelakang, Zea pun hanya cuek-cuek saja.Lalu mereka sengaja berjalan cepat-cepat agar tidak di lihat orang-orang, tapi tetap saja di perhatikan karena wajah Eden yang mencolok.


"Ada apa dengan orang-orang di sini?" kata Zea kesal,dia mengacak-ngacak rambutnya karena kesal,mereka sekarang sedang duduk di kursi taman dekat jalan raya untuk mencari taxi.


"Manusia disini aneh" kata Eden yah tidak suka juga, mukanya sekarang malah tambah dingin dan cuek, walaupun begitu tapi tetap tampan.


"Tidak semua aneh,keluarga ku di sini tidak aneh" kata Zea yang sedikit tidak suka dengan perkataan Eden.


"Ya, terserah. Berapa lama lagi kita akan duduk disini?" tanya Eden yang sudah mulai bosan.


"Tunggu beberapa menit lagi, kita akan naik taxi untuk ke rumah keluarga ku disini" kata Zea sembari melihat sekeliling, takut jika ada taxi yang terlewat kan. Karena biasanya taxi pada jam seperti ini banyak, tapi banyak juga yang penuh karena orang-orang kantoran.


"Taxi semacam kendaraan disini kan?"tanya Eden. Zea pun mengangguk setuju," Aku tidak mau naik bus, nanti bisa-bisa kau jadi pusat perhatian lagi"kata Zea yang mengingat kejadian tadi.


"Kau benar, lebih baik begitu"jawab Eden dan beberapa menit kemudian, Zea sudah menemukan taxi mereka dan akhirnya mereka pergi ke rumah Gabriel dengan menggunakan ATM milik Anthony. Zea tidak tahu Anthony memiliki ATM, malah ATM ini memiliki kartu bewarna hitam elegan dengan beberapa warna emas dan sepertinya mahal.