Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Hukuman Putri Berdarah Campuran



Setelah itu Anthony berdiri dan langsung hormat kepada semua Raja dan para tamu yang hadir,kemudian dia berbisik-bisik pada Billy yang ada di sampingnya. Billy yang mengerti maksud Anthony langsung pergi, Billy sepertinya pergi untuk memanggil Zea.


Di ruangan Zea, Zea sudah bangun,walaupun dia sudah bangun dari tadi. Dia sedang minum teh yang disajikan oleh Karla. Tehnya enak, bewarna biru terus ada beberapa kelopak bunga yang bewarna biru, bentuknya seperti kristal. Rasanya manis tapi tidak terlalu manis, tidak pahit dan mirip dengan madu rasanya.


Saat meminum teh yang dibuatkan Karla, tiba-tiba saja pintu di ruangan Zea terbuka dan Billy datang dengan tergesa-gesa,dia kemudian hormat kepada Zea.


"Tuan Putri mohon maaf, anda di panggil Yang Mulia Anthony untuk datang ke ruangan utama. Karla kau bisa mengantarkannya?Aku akan ikut bersama kalian" kata Billy, dia menoleh pada Zea dan Karla, kurasa Karla paham apa yang Billy maksud. Jadi Karla menganggukkan kepala tanda bahwa ia mengerti.


"Apakah kita akan ke acara yang ada dibawah?" kata Zea, dia merasa gugup karena hukuman itu.Bahkan Zea sampai berpikiran macam- macam tentang hukuman itu.


"Iya, Tuan Putri. Di sana ada Pangeran Kembar dan Putri Veronica, serta ad Ratu Charlotte. Tuan Putri tidak sendirian" kat Billy, dia berusaha untuk tidak mengatakan yang macan-macam.


"Iya Tuan Putri, bahkan Yang Mulia yang menyuruh Tuan Putri untuk ke sana, kan?"tambah Karla, dia membantu Billy untuk menjelaskannya pada Zea.


"Kalian kenapa? Aku hanya tanya kenapa aku harus ke acara itu.Bukan ada siapa di sana,kalau itu aku tahu semua orang ada di sana" kata Zea, dia sudah yakin kalau ini adalah saatnya Zea mendapatkan hukuman karena dari ekspresi mereka berdua itu sudah jelas.


"Eh?" kata Billy dan Karla kompak,"Kami hanya takut Tuan Putri berpikiran yang macan-macam "tambah Karla.


"Lebih baik Tuan Putri pergi sekarang, saya takut Yang Mulia menunggu"kata Billy kemudian mereka semua pergi meninggalkan ruangan itu.


Saat menuju acara itu, hati Zea... tidak, jantung Zea sudah berdegup kencang, keringat dingin, gemetar, perasaan Zea campur aduk. Dalam batinnya dia sangat ketakutan lebih dari apapun, Zea sangat takut sampai-sampai wajah Zea pucat pasi.Saat pintu di ruangan itu terbuka, semua mata memandang Zea yang baru tiba di depan pintu itu.


Billy menuntun Zea untuk pergi menghampiri Anthony, dia berjalan dengan pelan.Bisik-bisik tentang Zea ada di ruangan itu, para tamu di sana tidak sedikit baru melihat Zea untuk pertama kalinya. Tentu saja ada yang merendahkan Zea, dan melihat Zea dengan tatapan yang malas dan tidak suka.


Tapi tak apa, Zea bisa mengatasinya, dulu di dunia manusia Zea juga sering akan hal itu. Mereka sering menggunjing Zea tentang matanya yang berbeda, jadi Zea bisa mengatasi itu.Kembali lagi di ruangan itu, untuk pertama kalinya Zea melihat Raja Kerajaan Uremia, dia memiliki pesona yang ramah dan lembut.


Ada Ratu dan Pangeran serta Putri Kerajaan Iremia.Yang Zea tahu Raja Victor itu memiliki istri bernama Sophie dan mereka punya anak dua, pangeran dan Putri. Anak pertama Putri Hazel namanya, dia cantik mirip dengan Ratu Sophie, sedangkan anak keduanya Pangeran Chester dia mirip dengan Raja Victor. Putri Hazel berumur tujuh belas tahun, lebih tua dari Eden, dan Pangeran Chester dia berumur Empat belas tahun sama dengan Veronica.


Nama istri Eryk adalah Ratu Genevieve, dia orang yang tidak asik, mukanya jutek sekali. Dan memiliki aira yang gelap, sangat sadis sekali seperti Eryk.Dia memliki dia anak perempuan dan satu laki-laki, anak pertama bernama Pangeran Jasper, dan yang kedua bernama Putri Ivy dan yang ketiga pangeran Quinn dan kalau Morin, dia umur delapan belas, dan Jasper umur tujuh belas, dan Ivy umur lima belas dan Quinn umur tiga belas sama seperti Zea.


Mereka semua berada di acara itu, terutama keluarga Kerajaan Thanatos yang menunggu hukuman Anthony mereka sangatlah senang melihat Anthony dihukum. Zea yang dilihat semua orang itu sangat pucat sekarang, tapi melihat senyuman Anthony ia merasa lebih baik.


Zea langsung menghampiri Anthony disertai Billy, Karla pergi ke tempat duduk para tamu. Dia tidak ikut ke depan bersama Zea dan Billy. Ratu Charlotte dan yang lain hanya dapat berharap dan berdoa dalam hati saja memikirkan Anthony.


Kemudian Mesazon maju ke depan dan dia membacakan perkamen dengan tulisan-tulisan aneh, dia mengatakan sesuatu yang Zea tidak ketahui maksudnya. Setelah Mesazon membaca entah apa, Raja Victor Eryk, dan Eden mereka berdiri. Mereka pergi ke depan, bangkit dari tempat duduknya. Anthony kemudian tersenyum pada Zea, menggandeng tangan Zea untuk ikut maju. Zea yang merasa tidak enak itu terpaksa harus ikut maju.


Lalu semua Raja mengeluarkan sebuah sihir dan membentuk sebuah batu permata atau kristal.. Zea tidak tahu itu tapi sangat berkilau. Milik Victor bewarna biru dan Eryk bewarna merah dan Eden bewarna Ungu. Mereka melakukan hal sama itu lagu sehingga masing-masing orang memegangi dia baru permata.


Lalu entah apa yang terjadi,lantai di gedung itu bergoyang dan bergerak membentuk panggung yang tidak beraturan, ada yang turun ke bawah dan ada yang naik ke atas. Lantai Zea dan lainnya pijaki itu menjulang tinggi paling tinggi dari lantai-lantai sebelumnya. Zea yang melihat ini sangat ketakutan hingga memegang tangan Anthony erat.


Anthony hanya dapat menangkan Zea, tapi tanpa di duga Anthony melepaskan tangan Zea dan lantai mereka terbelah, Zea bersama dengan Raja Eryk yang ia takuti, sedangkan Anthony bersama Raja Victor, lalu Eden dia terbelah sendiri di antara mereka berdua.


Wajah Eden sedikit takut, dia memandang Anthony seperti berkata 'Ayah baik-baik saja?' dan Anthony menjawabnya 'Aku baik, jangan khawatir'. Lalu tersenyum pada Eden kemudian untuk Zea, dia tersenyum pada Zea untuk terakhir kali sebelum sebuah cahaya menyilaukan datang.


Mereka membagi permata itu menjadi dua dengan masing-masing warna satu lalu menggabungkan permata itu menjadi bewarna putih dengan kilauan warna pelangi. Raja Victor langsung memasukkan permata gabungan itu ke dada Anthony sehingga Anthony menjerit kesakitan.


Lalu Eryk dengan senyuman menakutkan, dia memasukkan ke dalam dada Zea, rasanya sakit sekali, seperti ditusuk oleh pisau dan rasa tekanan yang besar sudah dada sangat menyakitkan. Zea tidak bisa menahan tangisnya, ini sangat sakit. Zea pun berteriak sekencang-kencangnya.


Ratu Charlotte dan yang lain hanya menjerit histeris, mereka takut dengan teriakan kesakitan itu, para tamu seperti tidak mau mendengarkan jeritan itu. Perlahan Zea menutup matanya, dia ambruk, tapi tidak jadi karena dipegang oleh Eryk. Wajah Eryk tersenyum lebar ketika melihat Zea pingsan. Senyuman apa itu?


'Halo semuanya yang baca novel author makasih udah baca novelnya, author mau ngingetin jangan lupa buat like, komen, dan dukung author banyak-banyak, yah! Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya🤗😘😊'