Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Merebut Hatinya?



Di dalam mobil, Gabriel terus saja menanyakan kenapa ayahnya itu mengenal Alex,tapi tetap saja,Adnan hanya mengatakan apa yang ia katakan tadi saat bersama dengan Alex. Malah Adnan senang jika Gabriel mengenal anak-anak pengusaha seperti nya.


Adnan juga baru tahu kalau Alex memiliki adik yang seumuran dengan Gabriel. Yaitu Chelsea, tentu nya Adnan belum tahu tentang Chelsea,yang hanya tahu tentang Chelsea itu adalah Maggie. Mereka tiba di rumah tepat saat waktu menjelang makan malam, tentu nya mereka semua mandi dulu dan setelah itu langsung makan malam.


Saat makan malam Adnan bercerita tentang pertemuan nya dengan Alex dan Chelsea, pembicaraan Adnan dan Maggie malam ini tidak menyenangkan bagi Zea dan Gabriel. Bagi Gabriel dia tidak suka membicarakan gadis yang ia benci dan laki-laki yang menyukai Zea. Sedangkan bagi Zea dia tidak suka melihat paman dan bibinya dekat dengan Chelsea.


Seperti Chelsea itu sudah merebut hati Adnan dan Maggie. Memang benar Chelsea memiliki wajah dan karakteristik yang merebut hati orang,beda dengan Zea yang memiliki wajah dingin,pendiam,dan memiliki Aira yang gelap. Beda sekali dengan Chelsea yang periang dan memiliki aura yang positif, sepertinya Zea cemburu pada Chelsea, sangatlah cemburu.


Sehingga Veronica bisa melihat kekesalan di wajah Zea itu. Sampai selesai waktunya makan malam, Zea pun masih menunjukkan kekesalan itu. Sehingga saat Zea akan beranjak tidur,ia pergi ke kamar Zea untuk berbicara suatu hal pada nya. Privasi, hanya berdua saja dan tidak boleh ada orang yang bersama dengan mereka berdua.


"Zea,kau jujur padaku,ya! Kau suka pada Gabriel,kan?"tanya Veronica serius,dia sekarang sedang berbaring di ranjang Zea, sedang kak Zea sedang menyisir rambutnya. Sea bahkan sampai berhenti menyisir rambutnya karena saking kagetnya.


"A-Apa...? Apa maksudmu? Aku hanya-, hanya tadi..Ehem... Untuk apa aku menyukai Gabriel,aku sudah menganggap nya seperti saudara sendiri " kata Zea salah tingkah,dia kemudian pergi ke ranjang nya dan bersiap-siap untuk tidur.


"Sungguh? Kenapa aku merasa kau berbohong, Zea? Kau terlihat kesal tadi,saat ada Chelsea maupun saat paman dan bibi bercerita tentang Chelsea" kata Veronica serius,dia ingin sekali Zea itu bercerita pada Veronica. Siapa tahu Veronica dapat membantu nya.


"Aku...Aku tidak tahu,aku tidak tahu kenapa aku seperti ini"kata Zea putus asa, seperti nya memang perasaan Zea pada Gabriel ini adalah perasaan jika Zea menyukai Gabriel.


"Sudah kuduga kau menyukai Gabriel.Tidak masalah jika kau ingin menceritakan nya padaku Zea,aku adalah kakak mu. Aku siap mendengarkan cerita mu, begitupun dengan ku,aku akan menceritakan semuanya tentang mu" kata Veronica tersenyum,dia mengerti perasaan Zea.


Karena ini pertama bagi Zea menyukai seseorang, Zea pernah bercerita pada Veronica tentang dia yang tidak pernah suka pada seseorang. Veronica tahu kalau Zea masih bingung perasaan yang ia rasakan pada Gabriel, alhasil malam itu Zea menceritakan semuanya pada Veronica. Malam itu menjadi malam yang penuh dengan curhatan hati Zea.


"Tentu, tapi kenapa kau ingin ke sana?"tanya Zea bingung,lagi pula jik ake mall juga harus punya uang yang banyak, sedangkan uang Zea di dunia manusia itu tidak seberapa.


"Aku ingin memberikan hadiah untuk Bibi Maggie, aku merasa sangat berterima kasih karena ia sudah memberikanku banyak sekali hadiah. Aku merasa tidak enak juga,jadi aku berinisiatif untuk memberikan nya beberapa barang" kata Veronica,dia sebenarnya memang merasa tidak enak dengan hadiah yang Maggie berikan.


"Ohh.. Begitu ya. Eum..Tapi Veronica,maaf aku tidak punya uang yang cukup untuk membeli hadiah untuk Bibi Maggie,aku hanya punya beberapa saja" kata Zea yang ragu,dia memang tidak memegang uang lebih.


"Ah... Masalah itu,kau tenang saja Zea. Aku memiliki ini,kartu hitam" kata Veronica sembari mengeluarkan sebuah ATM yang mewah dan terlihat mahal, dengan warna hitam dan emas yang terlihat elegan,tapi ATM milik siapa itu?


"Dari mana kau dapatkan itu, Veronica?" tanya Zea heran, bagaimana mungkin Veronica memiliki ATM dengan tingkat elite itu.


"Ini milik Ayah, sebelum berangkat, Ayah memberikan ini untuk kita. Kata Ayah ini sebagai media untuk membeli barang,kan. Aku tidak tahu pasti bagaimana menggunakannya,kurasa kau bisa menggunakan nya kan?"kata Veronica santai, Zea terbelalak ketika ia mengetahui bahwa itu milik Ayah nya.


Dari mana Anthony mendapat uang dunia manusia sebanyak itu, dilihat dari warna ATM nya juga pasti isinya bermiliar-miliaran atau bahkan sampai triliunan. Zea tidak habis pikir bagaimana caranya Ayah Zea mendapatkan uang itu dengan mudah pastinya.


"Aku bisa melakukan nya,aku akan menemani mu besok" kata Zea setuju, kemudian Veronica pun senang mendengar Zea menyetujui nya.


"Eum.. Veronica, apakah kau ingin tetap disini? Atau kau ingin tidur bersamaku? Aku ingin tidur, supaya besok bisa menemani mu" kata Zea yang sudah menarik selimutnya sedangkan Veronica masih di atas kasur Zea.


"Oh,hehe...Maaf Zea,aku akan tidur di kamar ku, sampai jumpa besok ya" kata Veronica,dia pun bergegas pergi dari kasur Zea dan membiarkan nya tidur. Zea hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Kakak nya itu.