
ARRRGHHHH
Teriak Zea,dia bahkan sampai memegang tangan orang tersebut sembari memejamkan matanya, sehingga Zea tidak tahu siapa yang ia pegang dan ia teriaki.Dan tanpa di duga terdengar suara yang sangat familiar bagi Zea.
"Zea.. Kenapa kau teriak?"kata Veronica,dialah yang sebenarnya memegang bahu Zea tadi, Veronica pun menatap Zea dengan keheranan.
"Ha?Itu kau?"tanya Zea dengan bingung,dia pun melepaskan tangan Veronica dengan cepat. Kemudian menyeka keringatnya yang bercucuran, mungkin karena tadi Zea sempat takut dan dada nya sakit.
"Apa maksudmu?Cih..Kau membuatku kaget tahu!Aku ke sini untuk mengatakan padamu kalau Ibu ingin bertemu denganmu"kata Veronica dengan cepat dan kesal.
"Iya aku minta maaf,tapi kenapa Ratu Charlotte ingin bertemu denganku?"tanya Zea bingung, kira-kira apa yang akan Ratu Charlotte lakukan pada Zea.
"Aku tidak tahu.Aku juga penasaran kenapa Ibu ingin bertemu denganmu?"kata Veronica yang sama bingung nya dengan Zea.
"Baiklah aku akan bertemu dengan Ratu Charlotte.Dimana dia sekarang?"tanya Zea sembari bersiap-siap untuk pergi.
"Ibu sedang ada di kamar, pergilah ke sana"kata Veronica, kemudian Zea mengangguk dan pergi meninggalkan Veronica untuk menemui Ratu Charlotte.Veronica juga ikut pergi ,tapi dia pergi ke ruangan lain.Zea pergi dengan kepala yang penuh dengan pertanyaan, kenapa ya Zea dan Ratu Charlotte tidak bisa akur, jika untuk Veronica, Zea sudah jarang sekali marah.
Tapi tidak dengan Ratu Charlotte, Zea selalu saja menatap satu sama lain dengan tajam. Seperti orang asing yang hanya tinggal satu atap.Zea berjalan dengan amat pelan, sampailah di pintu kamar Ratu Charlotte, Zea lalu mengetuk pintunya dan terdengar suara Ratu Charlotte yang menyuruh Zea masuk.
Setelah Zea masuk, Zea melihat Ratu Charlotte sedang duduk di meja rias bersama dengan para pelayan yang ada di samping Ratu Charlotte.Ratu Charlotte lalu menatap Zea datang,dia pun menghampiri Zea diikuti dengan para pelayan.
"Kalian keluar!"suruh Ratu Charlotte dingin, kemudian para pelayan menunduk padanya dan pergi meninggalkan Zea berdua dengan Ratu Charlotte.Zea menatap punggung pelayan yang pergi menjauh dari mereka lalu menoleh pada Ratu Charlotte dan mulai menatap nya.Ratu Charlotte lalu menatap Zea dengan tajam lagi, cukup lama menatap nya dan mulai berbicara.
"Aku tidak mau basa basi,aku akan langsung ke intinya saja.Aku punya permintaan padamu, bisakah kau tidak menyusahkan Anthony?"kata Ratu Charlotte dengan nada yang dingin,dia mengatakan nya dengan ekspresi yang tidak suka dan sangat benci.
"Kau tidak punya rasa bersalah,ya? Selama ini aku sudah bungkam,itu demi Anthony.Tapi melihat Anthony yang selama ini menderita,aku tidak tahan lagi.Semenjak ada kau, Anthony jadi banyak pikiran,dia selalu saja menderita"kata Ratu Charlotte pecah, seperti nya dia ingin sekali mengatakan ini pada Zea.
Zea yang mendengar ini perlahan hatinya sangat sakit,dada nya juga mulai sakit,air matanya perlahan menetes.
"Apa kau mengatakan ini.. Karena benci padaku?A-atau kau tidak suka pada ibuku?" tanya Zea pelan,dia sungguh shock mendengar pernyataan Ratu Charlotte.Ratu Charlotte lalu menatap Zea tajam,dia seperti nya tidak habis pikir dengan Zea.
"Tentu itu karena ibumu,dia telah merebut Anthony dariku.Tahu kah kau betapa sakit nya hatiku saat tahu Anthony mencintai wanita lain? Padahal saat itu aku sedang hamil , tapi dia malah sedang bersenang-senang dengan wanita lain yaitu ibumu"kata Ratu Charlotte de berteriak keras, sehingga ini membuat Zea tidak dapat berbicara,hanya air matanya yang perlahan menetes.
"Jangan pura-pura menangis seperti itu!Kau bahkan tidak dapat membuat ku merasa kasihan padamu,jika saja ibumu menggoda Anthony, pasti aku tidak akan ke bebanan kau. Lebih baik mulai detik ini kau jangan macam-macam! Jangan membuat Anthony susah dan menderita!"kata Ratu Charlotte,dia pun membelakangi tubuh Zea dan menghela napas panjang.
Zea tetap diam dalam isak tangis nya,dia tidak berkutik,dia tidak dapat mengatakan apapun karena sebagian besar apa yang Ratu Charlotte katakan itu benar, kecuali ibunya yang merebut Anthony.Itu sama sek to benar, dengan tatapan tajam Zea,dia pun melihat Ratu Charlotte untuk terakhir kalinya sebelum dia pergi.Dan kemudian beberapa menit kemudian, Zea benar-benar pergi meninggalkan Ratu Charlotte dengan air matanya.
Saat di perjalanan menuju kamar nya, tanpa sengaja Zea berpapasan dengan Veronica, alhasil tanpa sengaja Veronica melihat pipi Zea yang basah penuh air mata.Seketika Veronica kaget dengan Zea,dia pun ingin mengehentikan Zea dan ingin bertanya satu hal,tapi Zea langsung pergi menghindari Veronica dan berlari meninggalkannya.
Veronica lalu mengernyitkan keningnya dan dia pun langsung pergi ke kamar Ratu Charlotte, ibunya.Sesampainya di sana, Veronica melihat Ratu Charlotte yang memegang kepalanya dan duduk di depan meja riasnya,dan dengan cepat Veronica menghampiri ibunya itu.
"Ibu.. Kenapa Zea menangis?Apa yang terjadi?" kata Veronica penasaran,tapi bukannya jawaban yang diperoleh, Veronica malah mendapat teguran dari ibunya.
"Sayang,ibu mohon jangan tanya kan soal itu!Ibu lelah hari ini,bisa tinggal kan ibu sendiri,nak!"Perintah Ratu Charlotte, tanpa ragu Veronica lalu meninggalkan Ratu Charlotte dengan perasaan yang penasaran dan bingung.
Veronica pergi dengan langkah yang berat dan tidak yakin dengan apa yang ia lakukan , seharusnya dia bertanya terus kepada ibunya kan,tapi tidak bisa karena Veronica tidak bisa melanggar perintah Ratu Charlotte, mengingat Veronica sangat patuh pada Ratu Charlotte.
Tapi apa yang ia lihat pada Zea, Veronica penasaran apa yang sebenarnya terjadi pada nya.Apakah ibunya mengatakan sesuatu hal yang membuat Zea sedih atau Ratu Charlotte melakukan sesuatu yang membuat Zea sakit. Hah... Veronica bingung tidak tahu harus apa,dia sepertinya akan menanyakan nya saat perasaan Ibu nya sudah membaik.