
Tapi jika Morin mau menjelaskan pada Zea, Morin orangnya semaunya sendiri kan, dia tidak suka diperintah orang, tapi saat pertemuan rahasia dengannya Morin mau saja ke sana, Zea pikir Morin tidak mau bertemu dan kalau saja sekarang Morin mau menjelaskannya pada Zea mengingat pernah bertemu dengannya.
Setelah selesai menulis surat, Zea bergegas mengirimkan surat itu pada Morin, untung saja tidak ada yang curiga pada Zea sebab mereka pikir Zea menuliskannya pada keluarganya di dunia manusia.
Sembari menunggu Zea berjalan-jalan di sekeliling istana, dia bosan di kamar terus, yah walaupun Zea masih sakit dan dia tidak diperbolehkan oleh Eden untuk berlatih. Zea juga dilarang menggunakan sihir nya untuk sementara waktu, tapi Zea bahkan tidak tahu bagaimana dia menggunakan sihir itu.
Semua orang sudah tahu kalau sihir Zea sudah muncul, Eden memberitahukan pada mereka semua termasuk Anthony, Anthony sangat senang mendengar ini. Kata Anthony sihir Zea ini sangat spesial, Anthony menyukainya.
Zea berjalan-jalan keliling istana tidak sendirian, dia ditemani oleh Karla yang sedia menemani Zea.
Zea sebenarnya masih teringat dengan ingatan Karla, dia ingin sekali menanyakannya pada Karla, tapi mengingat Karla saat itu menangis, Zea tidak berani menanyakannya pada Karla. Karla hari ini terlihat lesu, Zea merasa ada yang aneh pada Karla, biasanya Karla murah senyum dan selalu ceria. Tapi akhir-akhir ini Zea melihat Karla sangat lesu dan muram.
Karena Zea tidak bisa menghibur orang dan tidak mau ikut campur urusan Karla, lebih baik Zea diam saja kan, itu lebih baik untuk sekarang. Zea duduk di kursi yang ada disana dan berteduh di rumah kecil yang ada di taman. Karla membawakan makanan ringan dan teh hangat untuk Zea, Zea hari ini hanya memakai jubah dan dia memakai baju biasa yang ada di dunia manusia, kaos dan celana.
Jika Zea memakai gaun hanya jika ada acara-acara penting dan jika Zea pergi ke pusat kota. Zea lebih nyaman memakai baju manusia dibanding gaun istana, namanya juga Zea tomboy, pantas nggak suka. Karena pikiran Zea terus mengingat ingatan Karla itu. Karena Zea sudah sangat penasaran dia kemudian menanyakan pada Karla dan mengajaknya berbincang.
Mereka sekarang duduk berhadapan dan dengan terus terang Zea langsung menanyakan intinya pada Karla. Zea tidak suka basa basi, dia langsung terus terang, kecuali tentang ingatan Karla.
"Kau sebenarnya ada masalah apa Karla? Akhir -akhir ini kau sangat muram"kata Zea, dia menatap tajam Karla, sehingga membuat Karla tidak berkutik kalau dia memang ada masalah.
"Bukan seperti itu, aku hanya sedang ada masalah saja Tuan Putri, Putri tidak perlu mengkhawatirkanku" kata Karla, berusaha untuk tidak gugup, karena dari tadi Karla hanya memainkan kuku jarinya karena gugup.
"Kenapa aku tidak perlu mengkhawatirkanmu, kau kan temanku sekaligus pelayan ku, aku harus tahu itu, yah walaupun jika itu masalah keluargamu aku tidak akan ikut campur" kata Zea, memang benar jika Zea tidak mau ikut campur jika masalah keluarga.
"Ini menyangkut masalah keluarga, jadi mohon maaf Tuan Putri, saya tidak bisa mengatakannya pada Putri Zea" kata Karla dengan suara yang gelisah, tapi entah mengapa Zea merasa kalau Karla itu bohong padanya, Zea kan intuitif.
"Baiklah, tapi semoga saja masalahmu cepat selesai"kata Zea pada Karla, dia pura-pura paham. Karla pun hanya menganggukkan kepala nya, dan setelah itu Zea pergi ke dalam istana untuk makan siang. Aneh ya, padahal dia tidak sarapan bersama dengan saudaranya tapi sekarang Zea makan bersama dengan mereka. Itu karena Zea sekarang sudah merasa baikan, jadi dia mau makan bersama dengan mereka.
Zea tidak tahu ada apa dengan mereka, karena saat makan pun mereka berlagak aneh. Mereka tidak mau menatap Zea kecuali Eden yang biasa-biasa saja, bahkan Luis dan Lucas juga sama mereka tidak mau menatap Zea, jika Ratu Charlotte dan Veronica memang mereka cuek pada Zea, tapi mereka memang seperti nya tidak mau menoleh padanya.
"Luis! Lucas! Kalian kenapa?Sakit? Kenapa dari tadi menunduk saja?" tanya Zea, sembari menepuk bahu Luis, karena Zea duduk bersebelahan dengan Si Kembar.
Ratu Charlotte malah memalingkan mukanya dari Zea dan Veronica juga sama.Zea tidak habis pikir kenapa mereka semua bersikap aneh sekali. Kemudian Zea menatap Eden untuk meminta penjelasan darinya, karena hanya dia yang normal.
"Mereka semua takut kau melihat ingatan mereka"kata Eden terus terang,dia juga sebenarnya agak terganggu dengan sikap mereka.
"Apa? Yang benar saja, aku tidak akan melihat ingatan kalian, lagi pula aku bahkan tidak tahu bagaimana menggunakan kekuatan ini" kata Zea, dia kaget dengan ucapan Eden itu.
"Bohong! Kau pasti bohong kan? Kalau kau menatap kami pasti kau akan langsung melihatnya" kata Luis yang masih memalingkan mukanya pada Zea.
"Kau pikir aku bercanda? Aku tidak mungkin bohong. Aku benar-benar belum tahu cara menggunakan sihir ku" kata Zea yang berusaha meyakinkan mereka.
"Aku tidak percaya padamu" kata Veronica tiba-tiba menyela, dia juga memalingkan mukanya.
"Itu terserah kau saja, tapi aku tidak mungkin melakukan itu" kata Zea dingin.
"Kau tidak bercanda kan?" tanya Lucas memastikan.
"Tidak, aku tidak bercanda" kata Zea yang mencoba untuk meyakinkan Si Kembar. Perlahan Si Kembar menoleh pada Zea, mereka menatap Zea dengan hati-hati, takut Zea berbohong dan membaca ingatannya. Untuk Ratu Charlotte dan Veronica mereka masih tidak mau menoleh pada Zea.
"Aku tidak melihat apa pun, sungguh"kata Zea saat Si Kembar menatap Zea.
"Ini untuk memastikan ya, aku tadi dimana?" tanya Luis untuk memastikan.
"Tidak tahu, aku tidak tahu kau dimana. Sudahlah, kalian jangan seperti itu padaku" kata Zea, kemudian percaya pada Zea dan mulai makan dengan tenang.
Zea memang tidak habis pikir dengan mereka, bagaimana mungkin Zea melihat ingatan mereka, untuk apa Zea melakukan itu. Itu tidak ada untung nya bagi Zea. Jadi setelah itu Zea pergi ke kamar nya untuk beristirahat lagi, Zea sekarang mudah lelah, jadi sekarang Zea tiduran di kasurnya. Zea lelah, dia ingin tidur siang.
Akan tetapi Zea tidak jadi tidur siang, sebab surat dari Morin datang. Ini mendadak sekali dan Zea juga tidak menyangka kalau Morin membalas pesan Zea dengan cepat. Entah mengapa Zea merasa bersalah sudah berhubungan dengan musuh mereka.