Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Kekasih?



Mereka berlima memesan masing-masing satu waffle plus minumannya. Lumayan enak, Alex tidak bohong tentang kelezatan waffle ini, karena bukan main enaknya. Veronica bahkan meminta pagi waffle nya karena saking enaknya, Zea dapat memaklumi hal itu.Tapi seketika Alex langsung memegang bahu Zea dan mengajak nya bicara.


"Zea, boleh kau menemaniku! Aku ingin meminta bantuan padamu" kata Alex dengan suara yang pelan, sedangkan Faisal dan Reza mengejek Zea dan Alex yang wajahnya berdekatan itu.


"Kemana? Kenapa harus aku?"tanya Zea yang bingung,kemana kah Zea di ajak kali ini.


"Aku ingin memberikan sesuatu untuk Paman Adnan,kau pasti tahu apa yang Paman Adnan sukai kan?"tanya Alex lagi,ini juga modus Alex untuk bersama dengan Zea.


"Oh.. Tentu,aku akan menemani kakak. Veronica aku pergi sebentar dulu,ya" kata Zea sembari menoleh pada Veronica.


"Iya,kau bisa memesan semua waffle yang kau suka,kau tinggal mengatakan nya pada mereka, biarkan aku yang membayar semuanya" kata Alex lagi,dia kemudian pergi mengajak Zea dengan menggandeng tangan nya, Zea pun menurut saja karena dia tidak enak dengan nya.


Karena Veronica malah kesenangan dengan waffle nya,dia tidak memperdulikan Zea lagi, padahal Zea ingin membayar nya tapi Alex tidak mau,dia ingin yang membayarkannya. Alex mengajak Zea ke suatu aksesoris pria, aksesoris dengan brand-brand ternama. Sebenarnya Alex ingin memberikan Adnan sebuah jam tangan mewah, tidak lupa juga dia akan memberikannya pada Maggie dan Gabriel.


Tidak enak jika kau hanya membeli satu hadiah untuk keluarga. Untuk itu Alex ingin membeli nya sekalian,dia memilih jam tangan yang cocok untuk semuanya. Zea juga membantu nya dalam hal ini, seperti Alex menanyakan model apa yang Adnan sukai. Maka Zea akan menunjukkan modelnya, semua orang juga sudah Alex pilihkan, bahkan diam-diam Alex juga membelikannya untuk Zea.


"Aku ingin membeli semua yang sudah ku pilih, jangan ada orang yang mengambil nya. Aku akan memerintahkan orang untuk mengambil nya ke sini,aku akan membayarnya sekarang " kata Alex dengan entengnya dia menyerahkan kartu ATM yang mewah. Zee tidak tahu berapa banyak uang yang Alex habis kan untuk semuanya.


"Terimakasih kak" kata Zea yang merasa tidak enak hati dengan Alex, Alex sangatlah baik, Zea sudah salah paham dengan Alex ini. Zea kota Alex itu nakal dan menyebalkan,tapi memang dia sedikit menyebalkan. Tetap saja dia itu sangat baik, mungkin untuk masalah keuangan dia tidak mengurusinya karena keluarga nya yang kaya.


"Sama-sama,aku akan kirimkan semuanya nanti, untung saja aku sudah mempunyai nomor alamat rumah Paman Adnan. Eh.. Zea,kau mau minum Boba? Boba di toko itu enak sekali, sekalian untuk Veronica" kata Alex yang berhenti dan menunjuk sebuah toko minuman Boba di seberang, Zea dapat melihatnya. Lagi pula dia juga merasa haus,jadi Zea akan membelinya juga.


Dan sekarang Zea yang akan membayarnya,dia sudah sangat sangat tidak enak pada Alex. Untuk waffle nya dan hadiah yang ia berikan, Zea pun memaksa Alex untuk tidak membayar,jadi hanya Zea yang boleh. Alex jadi gemas melihat tingkah laku Zea yang menurut nya ini imut,dia ingin sekali mencubit pipinya yang tembem,tapi tidak bisa, maksudnya belum bisa.


Saat menunggu minuman yang mereka pesan itu jadi, mereka duduk di kursi yang telah disediakan di toko. Tak lama kemudian,ada beberapa anak perempuan yang nakal, mereka semua adalah orang yang mengganggu Veronica di sekolah kemarin. Zea tidak tahu ada mereka karena sedang di ajak mengobrol dengan Alex, Alex pun sama tidak mengetahui keberadaan mereka.


"Ha? Mana? Eh..Bukannya itu anak yang ingin memukulmu, Bi?" Kata temannya yang satunya lagi dengan rambut yang dikucir , mereka semua menggunakan baju serba hitam dan ala preman, sehingga pengunjung yang ada di toko itu melihat mereka.


"Eh, itu memang Alex. Kenapa calon pacarku bersama dengan gadis menyebalkan itu?"kata pemimpin mereka yang bernama Bianca,dia memiliki wajah yang cantik dan baju yang ia kenakan juga lumayan seksi dengan rambut yang digerai dan terlihat berantakan tetapi tetap cool.


"Hei, jangan berkata begitu? Au rasa dia adalah pacarnya. Kuarsa kau akan patah hati,Bi" kata si rambut pendek mengejek, karena bagi mereka Alex dan Zea itu seperti sepasang kekasih.


"Diam! Siapa yang berani merebut calon pacarku itu?Dia bukan pacarnya, itu tidak mungkin" kata Bianca marah, dia dengan tergesa-gesa berlari menuju Alex dan Zea yang sedang mengobrol. Bianca langsung menyapa Alex dan seketika itu Zea mengenal wanita ini,dia tidak menyangka Alex mengenal wanita paling sok yang Zea tahu.


"Bianca? Bagaimana kau bisa ada di sini? Jangan bilang kau mengikuti lagi" kata Alex yang sepertinya tidak menyukai Bianca ini, Zea bisa melihat dadi raut wajah Alex yang penuh dengan kekesalan ini.


"Kau ini selalu seperti itu. Itu...Siapa gadis yang ada di dekatmu?" Kata Bianca sembari menunjuk Zea,dia pura-pura tidak mengenal Zea sehingga membuat Zea menatap tajam si Bianca ini.


"Zea,dia pacarku. Jadi kau jangan menggangguku lagi"kata Alex tiba-tiba langsung menggandeng tangan Zea, Zea sontak kaget,dia kemudian menatap Alex tajam. Alex pun membisikkan sesuatu ke telinga Zea dengan suara yang pelan.


"Kumohon bantu aku sekali ini saja! Aku mohon padamu Zea"kata Alex dengan wajah yang penuh memelas. Ini membuat Zea tidak enak mengingat apa yang Alex lakukan padanya. Zea kemudian mengangguk paksa dan semakin memegang erat tangan Alex.


"Sayang...Dia siapa? Bagaimana kau bisa mengenal wanita yang sombong ini"kata Zea tiba-tiba,dia bersikap imut dan manja yang membuat Alex malu dan tertegun,dia terpesona dengan kecantikan dan keimutan Zea ini. Alex tidak menyangka Zea akan bersikap seperti ini juga, sungguh hari yang sangat beruntung bagi Alex.


"Sayang ku...Dia hanya teman ku, bahkan aku tidak menganggapnya teman. Sebaiknya kita pergi saja dari sini,kau tidak perlu cemburu,sayang. Aku hanya mencintai mu seorang" kata Alex sembari memeluk Zea fan pergi meninggalkan Bianca dan teman- teman nya yang terpaku di tempat. Zea yang melakukan ini sebenarnya sangatlah geli pada sendiri nya.


"Ayo Sayang. Aku tidak mau melihat wanita sombong ini bersama dengan mu lagi,ya!"kata Zea dengan akting yang bagus, sebenarnya akting seperti ini adalah ajaran dari Gabriel dan Maggie yang dulu sering melakukan show kecil-kecilan di rumah. Jadi Zea sedikit paham dengan ini,tapi tetap saja ia merasa geli, rasa nya kau muntah saja.