Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Apakah Boleh?



"Ibu...Dia bicara apa padamu?"tanya Veronica ragu,dia tidak yakin Zea akan menceritakannya padanya karena mereka tidak sedekat itu.


"Hah...Aku tidak bisa mengatakannya padamu,jika kau sangat-sangat penasaran kenapa aku menangis kemarin, tanya lah pada ibumu.Tenang saja,aku tidak akan mengadu pada Ayah" tanya Zea,dia kemudian pergi meninggalkan Veronica.


Tapi baru beberapa langkah Zea berjalan, Veronica langsung menggapai tangan Zea dan menghentikannya.Zea langsung berbalik badan dan dia juga mengernyitkan dahinya melihat wajah Veronica yang ingin mengatakan sesuatu.


"Tunggu...Aku ingin menanyakannya padamu, Ibu tidak mau memberitahuku" kata Veronica,dia sepertinya sangat penasaran dengan hal ini.


"Kenapa aku haru mengatakannya padamu?"tanya Zea dingin, Veronica langsung memasang muka serius,dia kemudian melepaskan tangan Zea.


"Tentu kau harus mengatakannya padaku, ini adalah masalah kau dan ibu. Aku tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dari kalian" kata Veronica serius.


"Kau tidak akan pernah mengerti,kau juga pasti akan setuju jika mendengar ini.Ibumu bilang padaku kalau dulu ibuku merebut Ayah,tapi setahuku...Yang Ayah ceritakan padaku itu tidak benar.Apakah kalian berdua sebenci itukah padaku?" Kata Zea dengan penuh emosi.


"Aku...Aku... Zea,kau tahu..Aku memang membencimu untuk pertama kalinya.Tapi semua ini sudah lah terjadi,aku tidak menyalahkanmu atau ibumu.Ibu..Dia masih sakit hati,tentu dia sakit hati.Melihat wajahmu itu- ...Ibu sakit hati,aku yakin dia tidak bermaksud melakukan hal itu" kata Veronica,dia mengatakan nya dengan tergagap-gagap.


Zea yang mendengar ini sungguh tidak habis pikir,dia tahu Ratu Charlotte sakit hati pada Zea dan mendiang ibunya, tapi apa dengan mengolok-oloknya seperti itu, tidak apa-apa,tentu Zea marah,dia sangat marah. Ini adalah kesalahpahaman.


"Tapi Veronica, apakah dengan mengolok-olok mendiang ibuku,itu tidak apa-apa?Aku tidak suka jika ada yang menyeret ibuku" kata Zea tajam,dia kemudian pergi meninggalkan Veronica yang bengong.


Sekarang dia tahu, Veronica sudah memastikan kalau apa yang Ibu nya dan Zea bicarakan ini masalah menyangkut antara ibunya Zea. Yah memang Veronica tidak suka dengan Zea,tapi bagaimana pun juga mereka sedarah.Veronica berusaha menerima Zea karena suatu hal, pastinya hanya Veronica yang tahu.


Jika menyangkut masa lalu, Veronica tidak tahu apa-apa,saat kejadian ini dia masih bayi yang baru berumur satu tahun. Jika ingin mengetahui hal ini,dia harus bertanya pada Eden,saat itu Eden berumur 3 tahun, pastinya dia sedikit ingat atau bahkan tidak ingat sama sekali.Tapi apakah Eden akan mengatakan hal ini, susah jika menanyakan hal seperti ini pada Eden.


Sepertinya Veronica butuh bantuan Luis dan Lucas, mereka dapat diandalkan dalam hal ini,mencari informasi sebanyak- banyaknya,itu adalah keahlian mereka berdua. Sebenarnya juga kenapa Veronica ingin menerima Zea karena saat misi pertama nya dengan Zea,dia sudah lumayan dekat dengan nya.


Dalam langkah yang berat, Zea berjalan menuju kamarnya, apakah yang ia lakukan itu benar?Zea merasa sedikit bersalah pada Veronica,tapi entah karena apa?Atau mungkin karena pertanyaan Veronica itu, atau kah Zea yang terlalu sensitif untuk mendengarkannya.


Entahlah, Zea tidak tahu,dia tidak mau berpikir keras untuk hari ini.


Keesokan harinya Zea sarapan bersama dengan semuanya.Seperti biasanya Zea berlatih dengan Tuan Lin dan Eden, sekarang mereka mulai berlatih sampai sore,ini agar mudah Eden mengawasi Zea,ini juga sebagai perlindungan Zea agar tidak diganggu oleh Penyihir Hecate itu.Zea sangat senang sekali dia dapat bersama terus dengan semuanya, semoga saja hari-hari seperti ini tetap berlanjut.


Tapi baru saja Zea senang dengan hal ini, malahan Eden ada tugas di bagian luar pulau,dia harus dengan siapa coba.Luis dan Lucas sedang sibuk mengambil alih tugas Eden,lalu dengan siapa dia akan ditemani. Baru saja belum lama ini Zea bertengkar dengan Veronica,tapi dia harus ditemani Veronica. Tepatnya Zea juga hari ini akan pergi ke dunia manusia,dia harus pergi dengan Veronica.


Tidak apa-apa,ini bukan masalah yang besar dan sulit dihadapi,ini masalah yang mudah,mungkin.Yah pagi harinya Zea dan Veronica diantar oleh Eden sembari menjalankan misinya. Dia juga memastikan kedua adiknya tiba dengan selamat di dunia manusia.Dan mereka tiba di dunia manusia dengan selamat,hawa di dunia manusia sangatlah dingin, mungkin disini sedang cuaca hujan dan mendung.


Jadi Zea memakai jaket Hoodie yang tebal sedangkan Veronica juga memakai nya, Zea memakai celana yang panjang serta topi hitam, sedangkan Veronica menggunakan rok mini yang lumayan pendek dengan sepatu panjang hils dan jaket, memang fashionable sekali ya,tapi apakah tidak dingin.


Mereka berdua berjalan sampai halte bis dia sekitar untuk pergi ke rumah Adnan. Seharusnya pagi-pagi ini mereka semua ada dirumah, kecuali Adnan yang siang hari akan kembali ke kantornya. Zea sudah mengabari mereka dengan menggunakan surat tadi dan mengatakan kalau dia akan ditemani oleh kakak perempuannya.


Mereka sangat senang dengan kedatangan Zea dan kakak perempuan Zea, sehingga ingin sekali menjemput mereka berdua. Tapi Zea tidak mau,dia ingin pergi menggunakan taxi atau bus saja, Zea tidak mau merepotkan mereka. Yah,di sepanjang perjalanan mere berdua di kota, Veronica tentu menjadi pusat perhatian.


Itu karena penampilannya seperti artis dan wajahnya yang seperti orang Eropa. Memang wajahnya seperti orang Eropa karena di dunia sihir mayoritas orang memiliki wajah seperti orang Eropa.Maka dari itu pertama kali Zea ke sana dia jadi berbeda sendiri. Tapi tidak apa,dia sudah terbiasa juga dengan dunia yang ia tempati.


Terutama para lelaki yang masih remaja, refleks langsung menoleh pada Zea dan Veronica, mereka berdua itu cantik dan tinggi, sehingga mereka mengira mereka berdua bukan anak belasan tahun,tapi remaja. Zea tahu itu,ada beberapa anak laki-laki yang meminta nomor telepon mereka,tapi Zea menolak nya.


Jadi mereka tidak jadi naik bus, karena didalam bus mayoritas banyak sekali orang, Zea tidak mau kakak nya ini menjadi pusat perhatian di sana,dia pun dengan terpaksa harus menggunakan taxi, untung saja baru Zea memberhentikan salah satu taxi, taxi itu kosong,jadi mereka dapat naik ke taxi itu.


Mereka berdua pun pergi dari pusat kota dengan tenang,yah walaupun mereka berdua canggung dan tidak banyak bicara, bahkan sama sekali tidak bicara satu sama lain,tentu karena kejadian yang sebelumnya, membuat mereka berdua tidak banyak berbicara, akhirnya perjalanan mereka ke rumah Adnan diiringi dengan suasana yang tenang dan canggung,angin yang dingin sekali- kali membuat mereka kedinginan.