Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Apakah Mirip?



Hari menjelang siang mereka pergi ke suatu tempat wisata, di sana terdapat tempat foto-foto yang estetik dan bagus unta swafoto. Tempat itu luas dan indah,ada banyak pepohonan yang asri dan hijau.


Seperti taman, bunga-bunganya juga, bunganya bermacam-macam warnanya. Tapi kalau dibandingkan dengan taman di istana, mungkin taman istana lebih luas dibanding ini.


Mereka ke tempat itu untuk membuat Gabriel merasa lebih baik, kalian tahu, kan. Gara-gara kejadian tadi mood Gabriel jadi jelek, tidak bagus.


Mereka duduk di salah satu meja yang telah disediakan di sana. Meja itu memiliki kursi berjumlah empat, jadi pas untuk mereka. Mungkin karena Maggie terkenal, jadi banyak yang meminta foto dengannya, bahkan ada juga yang memintanya pada Anthony. Karena dia berwajah bule dan tampan. Ini membuat Anthony canggung dan kaku.


Karena kejadian itu, Zea mengajak Gabriel pergi berkeliling ke taman bunga untuk menghindari para fans Maggie. Zea juga terpaksa meninggalkan Anthony bersama mereka. Mereka berjalan menyusuri taman dengan suasana yang hening. Zea tidak ahli dalam menghibur orang, jadi bingung mau bicara apa dengan Gabriel.


Tapi karena Zea merasa tidak enak dan ingin tahu betul dengan gadis itu, Chelsea. Jadi Zea bertanya pada Gabriel tentang Chelsea, Zea merasa familiar dengan wajahnya dan juga kalau dipikir-pikir wajah Zea dan gadis itu mirip, apalagi mereka berdua sama-sama berponi. Jadi mirip sekali, apa mungkin mereka kembar, ya?


"Eum.. Gabriel, aku minta maaf atas kejadian tadi. Itu semua salahku karena menabrak si Chelsea itu" kata Zea, dia ragu-ragu mengatakan hal ini pada Gabriel.


"No, Kau tidak salah. Or I don't like itu, so kau tidak perlu merasa bersalah. Jangan khawatir, Zea" kata Gabriel, dia sepertinya merasa lebih baik.


"Ohh, baiklah. Tapi Gabriel aku merasa familiar dengan Chelsea.Kenapa, ya?"tanya Zea, mereka duduk di bangku seberang jalan.


"Kau merasa familiar? Are you ever meet Chelsea?" tanya Gabriel, dia juga tertarik pada pertanyaan Zea.


"Aku tidak pernah bertemu dengannya, tapi aku merasa familiar padanya" lanjut Zea.


"Ohh.. Mungkin karena wajahmu mirip dengannya" kata Gabriel, dia juga berpikiran sama dengan Zea.


"Benarkah? Aku juga merasa kalau aku mirip dengannya. Tapi...kenapa, ya?" tanya Zea lagi, Atau mungkin Zea punya saudara kembar. Tapi tidak mungkin, mungkin hanya mirip saja.


"Entahlah... Tapi bagiku kau dan dia berbeda, because... Sifat kalian beda sekali" kata Gabriel, dia merasa memang wajah mereka mirip, tapi bagi Gabriel sifat mereka berbeda, kalau Zea dia sifatnya kalem dan dingin pula. Kalau Chelsea itu sifatnya genit dan sombong lagi, pokoknya Gabriel tidak suka.


"Akh... Sudahlah,aku tidak mau memikirkan dia. Kesal juga kalau di ingat-ingat" kata Zea, dia tidak mau mengingat kejadian tadi.


"Yeah, lebih baik lupakan. Zea, I am thirsty... I want drink" kata Gabriel sembari mengelap keringatnya yang sepertinya Gabriel kepanasan. Memang cuaca saat ini sedang terik sekali, jadi gampang panas.


"Iya, nanti kita beli. Ini lap keringatmu yang bercucuran itu" kata Zea seraya mengambil sapu tangan Zea di tasnya. Sebenarnya sapu tangan ini dari Kerajaan Echthra, kata Anthony keluarga kerajaan harus selalu membawa sapu tangan, jadi sapu tangan milik Zea berbeda.


Kainnya lembut, selembut bulu angga, dihiasi dengan warna putih dan gold yang mewah dan nama Zea di sapu tangan itu. Gabriel yang melihat sapu tangan Zea pun kaget, pasalnya Zea tidak pernah membawa seperti ini dan juga karena bahan kainnya yang lembut.


"Wow.. Zea, It is so soft, Kau beli dimana?"tanya Gabriel, dia shock melihat sapu tangan itu seraya membalik-balikan sapu tangan milik Zea. Zea yang melihat itu hanya bingung melihat kelakuan Gabriel.


"Kau mau?Kalau begitu, untukmu saja" kata Zea. Gabriel yang mendengar ini jadi senang, dia suka sapu tangannya, sangat lembut.


"Wah.. Thanks, Zea. Oh, iya, karena kau memberikan sapu tanganmu, aku akan memberikan ini padamu" kata Gabriel, dia melepas scraft yang ada ditangannya. Maklum Gabriel anak model, jadi fashion paling utama. Scraft itu bewarna hitam dan motif putih, dan ada nama Gabriel juga.


"No problem, Zea. Aku akan memberikannya padamu. Tapi tumben kamu membawa sapu tangan. Padahal dulu kau tidak mau" kata Gabriel seraya memberikan scraft nya dan mengikatkannya pada lengan Zea.Dia juga heran pada Zea yang banyak berubah.


"Eh,Itu.. karena.. Diluar negeri orang-orang selalu seperti itu. Kua tahu, kan saat di Australia juga sama, kan?" kata Zea dengan suara yang gugup, dia pikir apakah Gabriel akan mempercayai dia.


"Ohh.. begitu, ya.C'mon Zea... Kita akan membeli minuman, kan. And kurasa kita harus bertemu dengan Mom dan ayahmu" kata Gabriel, dia menarik tangan Zea dan pergi dari


taman.


Pertama mereka membeli es kopi dan jus, intinya minuman yang dingin dan segar.Saat tiba di tempat Anthony dan Zea, mereka semua kaget melihat kondisi mereka, terutama Zea kaget melihat keadaan Anthony yang kamu dan muka datar serta kesal. Maggie juga kelihatan lelah dengan para fansnya.


Tanpa basa basi, Gabriel memanggil Maggie dan pergi menghampirinya. Seketika wajah Maggie yang lelah itu berubah menjadi senang melihat Gabriel senang. Anthony yang melihat Zea dengan muka yang lelah juga, Anthony kelihatan tidak nyaman dengan kejadian tadi.


Setelah hari makin sore, mereka pulang ke rumah dengan mobil milik Maggie,yang menyetir mobil adalah Anthony. Tentu saja Anthony, sebab kan aneh jika Maggie yang menyetir. Untung saja Anthony bisa kalau tidak kan bisa gawat, walaupun cara menyetir Anthony kamu tapi dia tetap bisa.


Mereka langsung merebahkan diri di sofa, kurasa jalan-jalan hati ini sangatlah melelahkan. Adnan pun menunggu istri dan anaknya pulang itu, dia sudah pulang duluan. Dan bahkan Adnan yang memasak dan menyiapkan makanan.


"Bagaimana wisata hari ini? Menyenangkan?" tanya Adnan, dia membawa nampan berisi minuman dan memberikan pada mereka semua.


"Sangat, Dad. Aku menyukainya" kata Gabriel, dia kemudian meminum minuman yang diberi Adnan.


"Baguslah,Aku ingin ikut kalian juga. Tapi tidak bisa, karena harus kerja.Apa aku berhenti bekerja saja, ya?" kata Adnan yang kemudian duduk di sofa bersebelahan dengan Gabriel. Maggie yang mendengar ini langsung menunjukkan wajah yang tidak suka.


"EHEM!!!"kata Maggie, ini membuat semua orang di sana kaget."Kau bercanda, kan, Honey" kata Maggie dengan suara yang mengancam dan tatapan mata yang tajam pada Adnan. Membuat Adnan ciut melihat itu.


"Eh? Ohh... Tenang saja, Honey. Aku hanya bercanda, kalian siap-siap mandi saja,Ayo!!!" kata Adnan mencoba mengalihkan perhatian.


Kemudian mereka bersiap-siap mandi, Zea dan Anthony juga bersiap-siap membereskan barang-barangnya.Mengingat mereka berdua besok akan kembali ke dunia Anthony.


Jika di ingat-ingat, Anthony belum mengatakan pada Zea tentang hukumannya. Jadi Anthony berinisiatif untuk mengatakannya nanti malam saat semua orang sudah tidur. Bagaimana pun juga dia harus mengatakannya, kan.





Chelsea


'Ini foto visualnya Chelsea, mungkin tidak terlalu mirip dengan Zea. Tapi bagi Author ada mirip-miripnya sama tokoh visualnya Zea.'