
Sungguh tak terduga, saat Zea melihat ingatan monster itu dadanya sakit sekali, Zea bahkan sampai ambruk ke belakang. Zea tidak tahu kenapa ini terjadi, gawat, Zea malah menyusahkan orang. Seketika mereka bertiga refleks melihat Zea yang jatuh, mereka pun menghampiri Zea.
Tapi tidak bisa, karena monster itu menyerang lagi dan lagi, serangan yang kuat. Kalau begini mereka tidak akan pernah berhasil, Zea kemudian memaksakan diri nya untuk melihat ingatan monster.Perlahan tapi pasti, Zea dapat melihat ingatan monster itu.
Kejadian mulanya ada sebuah sihir hitam yang menghancurkan retakan dimensi, lalu sebenarnya itu adalah Ratu monster bukan Raja monster, karena Zea melihat dua monster yang sama dan yang satu lebih besar dengan punuk yang terdapat jarum-jarum runcing. Pasti itu adalah Raja Monster.
Dan sebenarnya Ratu Monster itu tersedot ke retakan dimensi saat membawa telur nya, alhasil dia tiba di desa ini dan tidak tahu cara pulang, dia sebenarnya ingin pulang tapi karena telur-telurnya yang lumayan banyak dan monster itu tidak tahu retakan dimensi, maka dia membuat sarang disini.
Yah, Zea tidak perlu membunuh nya, dia tinggal mengembalikan nya ke retakan dimensi. Jika ini terus berlanjut, mereka semua nggak pernah berhasil. Lalu dengan aba-aba Zea, mereka semua dengan cepat bersembunyi di balik baru besar tepat celah gua yang memungkinkan monster itu tidak dapat menyerangnya.
"Ada apa? Kau baik-baik saja kan, Zea?"tanya Luis yang khawatir pada Zea. Sedangkan Lucas sedang mengawasi pergerakan monster itu.
"Aku baik, kau tidak perlu khawatir. Aku mengumpulkan kalian ke sini untuk memberitahu kalian sesuatu.. " kata Zea, jadi Zea menjelaskannya ke semua orang secara perlahan-lahan dan jelas, mereka semua mengangguk mengerti, begitu pun dengan Veronica.
"Oh.. Yeah, kami bisa membuka retakan dimensi itu, karena baru saja ditutup seharusnya retakan itu belum tertutup sepenuhnya, tapi bagaimana cara menangkap monster itu?" kata Luis yang berpikir. Seketika semua orang berpikir keras, mencari cara menangkap monster itu.
"Ayo lah.. Monster itu cukup besar dan bisa terbang, jika ingin menangkap alihkan pandangan dia dulu, kan" kata Veronica yang gemas dengan masalah ini. Kata-kata Veronica membuat semua orang menoleh padanya, sepertinya mereka mempunyai ide, Veronica pun mengernyitkan dahi nya dengan perasaan yang tidak enak, sepertinya ide ini tidak bagus untuk nya.
Dan yang benar saja, Veronica benar-benar jadi umpan untuk menangkap monster itu.Yah tentunya dengan terpaksa. Rencananya mereka akan membuat monster itu terhipnotis dengan kekuatan Veronica lalu menangkap nya dengan jaringan sihir yang kuat dan mengembalikan nya ke dunianya. Lucas yang akan menangkap monster itu dengan beberapa prajurit yang masih dapat bertahan.
Luis akan membuka retakan dimensi, sedangkan Zea mengawasi keadaan. Dan rencana itu berlanjut, lalu Veronica mulai beraksi dan berhasil, dia berhasil membuat monster itu terkena hipnotis nya. Dan Lucas juga sudah membuat jaringan sihir dan melemparnya ke monster, itu juga berhasil.
Lalu mereka semua mengikatnya dengan erat sembari dihipnotis oleh Veronica, walaupun ini lumayan susah, karena walaupun dihipnotis monster itu tetap meronta-ronta. Dan Luis pun sudah membuat retakan dimensi, mereka sudah siap-siap untuk mengembalikan monster itu.
Saat mereka sedang sibuk, Zea berinisiatif untuk mengambil telur-telur monster itu agar dikembalikan bersama dengan monster. Supaya tidak ada Monster bersayap putih di desa ini. Zea menutupi telur-telur itu dengan jubah nya agar Ratu Monster tidak marah saat Zea mengambil nya.
"Wah..Akhirnya berhasil, untung saja kau punya ide Zea" kata Lucas yang lelah.
"Yeah..Dan lebih bagus karena Veronica menjadi umpan" kata Zea yang menoleh pada Veronica. Veronica pun tersenyum tipis dan disaat bersamaan juga kesal.
"Tentu saja, apa jadinya rencana ini tanpa aku, kau lumayan pintar juga"kata Veronica sombong, ini pertama kali Veronica memberikan pujian pada Zea, Zea pun tersenyum balik ke Veronica.
"Kau juga hebat tadi"kata Zea yang balik menatap Veronica dengan tersenyum. "Wah.. Lucas, rencana kota berhasil, mereka jadi semakin dekat sekarang" kata Luis yang menunjuk Zea dan Veronica, ini membuat mereka berdua memalingkan muka, "Tidak, kami tidak dekat" kata mereka berdua, sangat pas dan kompak, ini membuat Si Kembar makin menjadi-jadi.
Setelah semuanya selesai, mereka pulang ke istana, penduduk desa tidak henti-hentinya berterimakasih, mereka juga membawakan sebuah hasil panen dan emas serta beberapa kuda tanda terimakasih. Yah, mereka sudah menolak, tapi penduduk desa tetap memaksakan diri, alhasil mereka membawa beberapa oleh-oleh dari Pulau Terpenio.
Di dalam perjalanan, tepatnya di kapal, mereka semua termasuk prajurit mengobati diri dibantu oleh beberapa pelayan. Yah dengan ramuan, walaupun ramuannya manjur tapi goresan luka tetap ada di tubuh mereka. Apalagi Si Kembar yang berkali-kali terkena cakaran monster, mereka harus mendapatkan beberapa perban.
Sedangkan Zea dan Veronica hanya mendapat luka goresan saja, tidak cukup parah. Hari itu menjadi hari yang melelahkan dan misi pertama Zea selesai. Perjalanan ke istana membutuhkan waktu satu hari, jadi mereka semua beristirahat di kapal.
Kapal terombang-ambing karena deburan ombak yang semakin lama semakin besar karena menjelang malam hari, tetapi mereka semua tetap tidur nyenyak. Mungkin karena lelah, tapi Zea terbangun tidak lama kemudian. Dia kepikiran dengan sihir hitam itu, sihir yang entah dari mana datang nya menghancurkan ruang antar dimensi.
Sihir itu membentuk bola-bola sihir dan bewarna hitam pekat, bukan sihir Kerajaan- Kerajaan yang ada di sini. Entahlah, Zea pusing memikirkan itu, dia akhirnya menghubungi Gabriel, dia ingin menceritakannya padanya, karena Zea mengatakan ini pada Gabriel.
Yah, Gabriel tentu saja mengangkat nya, tapi dia tidak sendiri, Gabriel bersama dengan Adnan dan Maggie. Mereka sempat khawatir dengan luka yang ada di tubuh Zea, tapi mereka juga senang Zea baik-baik saja. Sungguh asyik menceritakan nya pada keluarga, Zea ingin menceritakan kejadian misi pertamanya pada Anthony nanti setelah pulang ke kerajaan.
Saat sedang asyik-asyiknya berbincang, Zea melihat sebuah kilatan sihir yang berwarna hitam pekat, sihir itu mirip sihir yang Zea lihat di ingatan monster itu. Tunggu.. Kenapa ada disini? Dengan cepat Zea mencoba untuk mencari kemana hilang nya sihir hitam itu.
Tapi karena tidak tahu kemana perginya, Zea hanya menanggap itu adalah khayalan belaka. Tapi itu memang nyata Sihir hitam itu sekarang sedang mengawasi Zea di atas kapal Zea tepatnya di langit, lalu sihir itu pergi menghilang entah kemana. Apa itu?