
Jungkook dan Nari berdiri di belakang kedua mempelai.. acara pelemparan buket pengantin untuk seorang tamu undangan yang belum menikah selalu menjadi acara yang ditunggu..
Mitosnya, siapa yang mendapatkan lemparan buket pengantin.. Dia akan menjadi pengantin selanjutnya..
.
.
.
Pengantin mulai menghitung dan bersiap untuk melemparkan dengan memunggungi para tamu.. tak lama mereka melemparkan buket pengantin milik mempelai wanita..
" Ohh selamat ya.. Ucap seseorang yang melihat Jungkook menangkap buket yang dilemparkan itu"
Nari tersenyum melihat expresi bingung Jungkook..
Dia yang mendapatkan buket pengantin itu.. dan itu artinya Jungkook akan segera menjadi seorang pengantin.. itu menurut mitos yang beredar.. tapi entahlah.. jodoh maut Tuhan yang tentukan..
" selamat ya Oppa.. Ucap Nari kepada Jungkook.. Dia menggodanya"
" Ini untukmu.. Ucap Jungkook sambil memberikan buket itu kepada Nari"
" Wahhhh.. apa Dia calon pengantin kamu??? Ucap salah satu tamu yang berada di samping Jungkook"
" Iya.. ini calon istri saya.. Ucap Jungkook"
Orang yang ada di sana bersorak bahagia.. tapi tidak dengan Nari.. Dia malah tersipu malu dengan perlakuan Jungkook kepadanya.. apalagi ini didepan umum.. Nari malu, sampai Dia tidak bisa berkata apapa..
Nari mengambil buket pengantin yang di berikan Jungkook kepadanya..
Sambil tersenyum malu..
Orang orang memberikan tepuk tangan kepada mereka.. suasana disana jadi meriah dengan acara pelemparan buket pengantin itu.. apalagi Jungkook memberikan buket pengantinnya langsung di hadapan para tamu kepada Nari...
Sungguh suasana yang romantis.. meskipun acara yang dilakukan di dalam sangat privat.. tapi banyak tamu undangan yang melihat keromantisan mereka berdua..
.
.
.
.
.
.
" Selamat ya Nari.. Ucap mempelai wanita yakni teman Nari"
" Kan Dia yang mendapatkan buket ini.. Ucap Nari"
" Tapi kamu dilamar secara langsung olehnya.. semoga segera menyusul kita ya... Ucapnya"
" Terima kasih.. Ucap Jungkook"
" Ya sudah.. selamat ya untuk kalian.. aku permisi dulu.. jangan lupa memberiku kabar kalo ini sudah terisi.. Ucap Nari sambil mengusap perut pengantin wanita"
" Iya.. doakan saja.. apa kalian akan langsung pulang ke Korea??? Tanyanya"
" Tidak.. aku akan pulang ke sini.. ya sudah aku permisi.. Ucap Baei"
" Oppa, jangan menunggu lama.. aku tunggu undangan kalian.. Ucap mempelai wanita"
" ahh iya.. Ucap Jungkook"
.
.
.
.
.
Sesampainya di rumah..
Selesai mandi Nari duduk di depan kaca meja riasnya..
Dia tersenyum melihat buket yang ada di depannya..
Jungkook memang bisa membuatnya bahagia.. walau sedikit malu tapi Nari senang..
" Kamu akan tersenyum seperti itu terus??? Ucap Jungkook yang sudah berdiri di belakang Nari"
" Sejak kapan Oppa di sana??? Tanya Nari"
" Sejak kamu membayangkan bagaimana kita menikah nanti.. benarkan?? Ucap Jungkook sambil berjalan ke arah Nari duduk dan memeluknya dari belakang"
" Kenapa kamu malah membahas itu.. apa kamu tidak ingin menikah denganku??? Ucap Jungkook"
Nari memutar tubuhnya dan menghadap Jungkook..
Nari mendongakkan kepalanya menatap wajah Jungkook dan kemudian tersenyum..
" Tidak.. aku tidak ingin menikah dengan Oppa.. Ucapnya sambil tersenyum"
" Kamu bilang apa?? Tidak mau?? Katakan sekali kali.. Ucap Jungkook"
" Tidak mau.. tidak mau.. Ucap Nari"
" Benar tidak mau??? Tanya Jungkook lagi"
" Iya..
Jungkook mengangkat tubuh Nari dan membawanya ketempat tidur dan menggelitik kaki Nari..
" Katakan lagi kalo kamu tidak mau.. Ucap Jungkook"
" Iya iya Oppa sudah.. geli sekali.. Ucap Nari sambil tertawa"
" Katakan lagi.. katakan yang benar.. Ucap Jungkook sambil berhentikan membuat Nari merasa geli"
" Hentikan dulu.. oke oke.. Ucap Nari"
" Sebentar aku ambil nafas dulu.. rasanya sesak.. Ucapnya lagi"
" siapa suruh kamu bilang tidak mau... sekarang katakan yang benar.. Ucap Jungkook"
" Oke.. aku akan mengatakannya dengan benar.. Ucap Nari sambil menatap Jungkook"
" Nari... Nari tidak mau.. Ucap Nari sambil mencium bibir Jungkook dan berlari keluar kamarnya"
Jungkook yang merasa tertipu mengejarnya.. mereka benar benar menghabiskan waktu mereka bersama.. walau hanya hal kecil tapi bisa membuat mereka berdua tertawa..
Sejenak melupakan rasa sakit yang dirasakan.. melupakan masalah yang datang silih berganti.. dan hal yang menggangu mereka berdua..
Mereka hanya ingin menghabiskan waktu mereka dengan bahagia..
.
.
.
.
Tak lama Jungkook dan Nari berbaring berdua di ruang tengah, menatap layar TV.. mereka tidak berhenti tertawa.. apalagi mereka sekarang melihat film komedi..
Nari berbaring di samping Jungkook.. memeluk tubuh Jungkook dan bahu Jungkook sebagai bantalan kepalanya..
" Oppa.. Panggil Nari"
" Hmmmm.. jangan menggoda lagi.. perutku sakit karena banyak tertawa.. Ucap Jungkook"
" I Love You.. Ucap Nari sambil menatap Jungkook.. menindih dada bidang Jungkook dan menghadap Jungkook.. Mata mereka saling menatap"
" I Love You Oppa.. I Love you.. Ucap Nari sambil mencium bibir Jungkook singkat"
" I Love you to sayang.. Ucap Jungkook"
๐น
Jungkook membalas ciuman Nari dengan melumat pelan bibir manis Nari..
Semoga mereka terus bisa selalu bersama.. menghadapi masalah bersama..
Berjalan bersama.. menggenggam tangan bersama..
Dan saling percaya..
" Jangan pernah pergi dari Jungkook.. tetaplah berada di samping Jungkook.. Ucap Jungkook"
" Nari tidak bisa berjanji itu kepada Oppa.. karena maut selalu mengejar Nari.. tapi Nari berjanji akan selalu bersama Oppa.. menggenggam tangan Oppa dan berada di samping Oppa.. Ucap Nari"
" Tidak.. kamu akan tetap sehat dan jangan pernah pergi aku melarang mu untuk pergi walau maut mengejar mu.. aku akan membuat maut pergi darimu.. manusia memang tidak akan hidup selamanya.. tapi aku tidak ingin kamu pergi sekarang.. tidak.. aku masih ingin hidup bahagia denganmu.. sampai waktu yang panjang.. jangan pernah membahas itu.. kita akan lalui semua ini.. aku akan selalu bersamamu.. Ucap Jungkook"
" Terima kasih Oppa, terima kasih sudah ada untuk Nari selama ini.. I Love you.. Ucap Nari"
๐
menyentuh gak ceritanya??
jelek ya???
maafkan๐