The Truth Untold

The Truth Untold
Chapter 251



" sayang." Panggil Jungkook.


" Oppa, sebaiknya Oppa istirahat. Nari lelah, maafkan Nari." Ucap Nari.


Sesampainya apartemen, Nari banyak diam. Jungkook mencoba menjelaskan kepada Nari tapi Dia tetap tidak ingin mendengarnya.


Rasa bersalah membayangi Nari, ginjal Ayahnya ada padanya dan Nari yakin pasti Ayah nya memaksa untuk mendonorkan ginjalnya untuk Nari.


Nari memilih memejamkan mata di samping Youra, tidak ingin membahas masalah ini dengan Jungkook.


Dia kecewa dengan Jungkook, kenapa Dia tidak mengatakan sebelumnya.


.


.


.


.


.


.


.


Keesokan harinya..


Jungkook pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi Ayah Nari. dokter bilang tidak ada yang mengkhawatirkan jadi Ayah Nari di perbolehkan untuk pulang. setelah dari rumah sakit, Jungkook mengantarkan Ayah Nari ke apartemen milik Nari agar Dia tinggal di sana.


" Apa Nari tau tentang donor itu nak?," Tanya Ayah Nari.


" Iya Yah, maafkan aku." Ucap Jungkook.


" Tidak apapa, ini bukan salahnya. ini keputusan yang aku ambil sendiri." Ucap Ayah Nari.


" Oh ya nak sebaiknya Ayah pergi.."


" Tidak Yah, tetaplah disini. jangan buat Nari semakin bertambah bersalah. maafkan Dia tidak menemui Ayah sekarang." Ucap Jungkook.


" iya tidak apapa, Ayah mengerti nak." Ucapnya.


" Sebaiknya Ayah istirahat dan tetaplah tinggal disini, aku mohon." Ucap Jungkook.


" Maafkan Ayah sudah merepotkan mu nak." Ucap Ayah Nari.


" Sudahlah Ayah. ya sudah, Jungkook pulang dulu. Nari sedang tidak enak badan, aku tidak tega meninggalkan sendiri, kalo ada apapa segera hubungi Jungkook. maaf Jungkook tidak bisa menemani Ayah." Ucap Jungkook.


" Tidak apapa nak. Ayah juga sudah merasa baik." Ucapnya.


" Nanti Jungkook akan ke sini lagi." Ucap Jungkook.


Jungkook bingung Nari sedang tidak sehat. Dia tidak tega meninggalkan Nari sendiri bersama Youra.


.


.


.


.


.


.


.


.


Apartemen Jungkook..


Terlihat Nari yang sedang terbaring di tempat tidurnya, Youra sudah berangkat sekolah di antar Jungkook tadi.


Nari banyak diam sejak kemarin, tubuhnya sempat demam tapi Dia tidak mau di ajak ke rumah sakit.


" Sayang." panggil Jungkook pelan.


" Oppa.." Ucap Nari yang sudah menangis"


Nari bangun dari tidur nya dan memeluk tubuh Jungkook.


" Maafkan aku, maafkan aku." Ucap Nari.


" Sayang ini bukan salah kamu. ini sudah keputusan Ayah, jangan salahkan diri kamu. Ayah baik baik saja.." Ucapnya.


" Tapi kenapa harus Ayah, kenapa Oppa?" Tanya Nari.


" Sayang tenanglah, ini bukan salah kamu. maafkan aku tidak memberitahukan mu tentang ini, maafkan aku. jangan menangis lagi. melihatmu menangis, membuatku sakit. maafkan aku." Ucap Jungkook sambil mencium kening Nari.


Jungkook merasa bersalah kepada Nari, apa yang selama ini di tutupi akhirnya terungkap dan akhirnya Nari terpukul karena keputusannya ini, walau ini untuk kebaikan Nari tapi Dia tidak ingin orang lain mengalami susah karena nya, apalagi Dia merasakan bagaimana rasa nya donor ginjal.


" Sudah tenanglah, semua akan baik baik saja.."


" Ayah ada di apartemen kamu. Dia baik baik saja." Ucap Jungkook.


" Iya Oppa.."


.


.


.


.


.


.


.


🌹


Sepulang Preschool, Youra sedang menemani Nari di kamar. Nari sendiri sedang tidur karena tubuhnya demam.


" Sayang, Ibu sedang demam. Youra berbaring di sini ya nak." Ucap Jungkook.


" Ayah akan menyiapkan makan untuk Youra." Ucapnya lagi.


" Hmmm.." Ucap Youra sambil mengangguk mengerti.


" Jaga Ibu, tidak boleh menangis." Ucap Jungkook.


" Iya Ayah.."


Jungkook keluar kamar dan membuatkan makan untuk Youra.


Youra diam berbaring di samping Nari memainkan tangan nya ke jari Nari.


" Ibu.." Ucapnya.


" Iya sayang." Ucap Nari.


" Jangan sakit, Yola sedih." Ucapnya.


" Maafkan Ibu ya sayang." Ucap Nari lirih.


" Kata Ayah tidak boleh menangis. Ibu tidak boleh menangis." Ucapnya.


" Iya, Ibu tidak menangis." Ucap Nari.


" Youra aa.."


" Iya Ibu.."


" Bisa Youra berjanji kepada Ibu?" Tanya Nari.


" Hmmm.." Ucapnya sambil mengangguk.


" Youra harus jadi anak baik, tidak boleh menangis, jaga Ayah ya nak. jangan buat Ayah bersedih atau menangis. jaga Ayah untuk Ibu, apa Youra bisa?,"


" Iya Yola bisa tapi Ibu mau kemana?" Tanyanya.


" Tidak kemana mana. Ibu di sini menemani Youra. bisakah Youra berjanji hal itu kepada Ibu." Ucap Nari.


" Tapi Ibu halus sembuh, Yola sedih melihat Ibu sakit." Ucapnya.


" Jangan menangis, Youra bisa berjanji?" Tanya Nari.


" Iya Yola akan menjaga Ibu dan Ayah. Ibu halus sembuh." Ucapnya sambil memeluk tubuh Nari.


" Terima kasih sayang." Ucap Nari.


" Ibu halus beljanji untuk sembuh." Ucapnya.


" Iya sayang." Ucap Nari, Dia memeluk erat tubuh Youra dan menciumi nya.


Biarkan Tuhan yang menentukan takdir seseorang, sesakit apa rasa yang di berikan oleh Tuhan, yakin semua akan indah pada waktunya.


Nari hanya merasa takut untuk meninggalkan Jungkook dan Youra. sejak dulu maut selalu saja mengejarnya, tapi Nari hanya ingin bersama keluarga kecilnya. melihat Youra tumbuh dewasa dan tua bersama Jungkook sampai mau memisahkan mereka setelah melihat Youra menemuka kebahagiaan hidup nya.


💜



by: nyemoetdz


01/08/2020