The Truth Untold

The Truth Untold
Chapter 267



Nari sedang berada di kamar rawat Jimin, Dia sedang mengantikan Mama Jimin untuk menjaganya, ada Aeri juga disana.


Jungkook dan Youra pergi ke Hotel yang tak jauh dari rumah sakit untuk beristirahat. awalnya Jungkook mengajak Nari tapi Dia kasihan Mama dan Papa Jimin yang terlihat lelah.


Jadi Nari dan Aeri yang sedang menjaga Jimin.


Aeri banyak bercerita tentang In Na, Dia diam diam mencari informasi tentang In Na.


In Na meninggalkan Jimin karena Dia lelah dengan Jimin yang tidak pernah menganggapnya.


In Na mencintai Jimin tapi Jimin seperti itu kepadanya.


Apalagi setelah dengar kalo Nari mendonorkan ginjalnya kepada Jimin, In Na tidak ada kabarnya lagi.


.


.


.


.


.


.


💜


Di bantu Aeri, Nari mencoba menghubungi In Na.


Beberapa kali tidak di angkat, saat panggilan ke 4, In Na mengangkatnya.


Telpon:


" Ada apa kau menghubungiku." Ucap In Na.


" Jimin Oppa sedang di rumah sakit. Dia sakit lagi. bisakah kau menjenguknya?," Tanya Nari.


" Aku sudah tidak ada urusan lagi dengannya. sebaiknya aku tutup telponnya." Ucap In Na.


" Apa kau benar sudah menikah? Secepat itukah kau melupakannya?,"


" Dan sebenarnya apa yang terjadi dengannya, kenapa Dia seperti ini." Ucap Nari.


" Bukan urusanmu. urus saja Dia, bukankah Dia lebih mencintaimu."


In Na menutup sambungan teleponnya begitu saja sebelum Nari mendapatkan jawabannya.


" Bagaimana?,"


" Tidak bisa."


Saat baru akan mencoba menghubungi In Na lagi terdengar suara Jimin lirih, Nari segera menghampirinya dan melihat kondisinya.


" Oppa.."


" Apa terasa sakit? Oppa memerlukan sesuatu?,"


" In Na aa." Panggilnya lirih.


" in Nari, Oppa." Ucapnya.


" Maafkan aku.. maafkan aku." Ucapnya lirih tapi masih terdengar.


Tak lama dokter datang dan memeriksa kondisi Jimin, tubuhnya masih saja demam.


Jimin menggenggam tangan Nari, dan Nari mengusap wajah pucat Jimin dengan handuk hangat.


" Oppa, apa yang Oppa rasakan? Katakan? Nari merasa bersalah kalo Oppa seperti ini. rasanya sakit saat melihat Oppa seperti ini." Ucap Nari.


" Bukankah Oppa berjanji untuk tidak membuat Nari bersedih. apa Oppa ingat, sekeras apa seseorang ingin menjauhkan Oppa dari ku tetap kita bertemu. walau kita tidak bisa bersama, tapi aku selalu menganggapmu sebagai kakak laki laki ku."


" Oppa selalu melindungi Nari, Oppa selalu ada untuk Nari, tapi sekarang melihat Oppa seperti ini membuat Nari sakit. katakan apa yang Oppa pikirkan? biar Nari bisa membantu Oppa."


" Oppa." Panggil Nari.


" Aku memang selalu membuatmu susah. kamu kehilangan ginjalmu untuk ku dan kau sakit juga untukku. salahkah aku sayang kepadamu? Kau istri dari adikku, Jungkook. tapi tidak bisakah Dia melihat cintaku saat aku juga menyayangi mu." Ucap Jimin.


" Karena aku peduli denganmu Dia pergi dariku. kenapa selalu orang yang aku sayang pergi dariku? apa aku tidak berhak mendapatkan kasih sayang dari orang lain? Dia menyalakan ku karena sayang kepadamu, tapi aku tidak bisa kalo tidak menyayangimu. kau penyelamatan hidupku, kau juga berarti untukku."


" Kenapa aku harus memilih antara kalian berdua? aku menyayangimu dan juga mencintainya. tidak cukupkah Tuhan mengambilmu dariku? kenapa In Na tidak percaya kepadaku kalo aku mencintainya? Dia bahkan menyuruh ku untuk memilih kamu atau Dia. aku tidak bisa."


" Ya mungkin aku salah, karena bayangan mu masih ada dalam benak ku tapi aku tidak bisa harus memilih kalian. kalian hidupku, walau aku tau kau tidak akan memilih ku tapi aku tidak bisa melupakan mu. maafkan aku.. maafkan aku.." Ucap Jimin.


Semua yang Jimin pendam selama ini di katakan kepada Nari.


Dia menangis, Dia merasa bersalah.


Walau Jimin mencintai In Na tapi Jimin tetap dalam bayangan Nari.


Tapi Dia seperti itu karena sayang kepada Nari dan Jungkook. mereka keluarga, adek untuk Jimin, kenapa In Na menyuruhnya memilih Nari atau In Na kalo Jimin sendiri bingung.


Ada cinta di hati Jimin untuk In Na tapi In Na malah menyuruh Jimin untuk memilih. menjauhi Nari kalo memang Jimin mencintai In Na.


Hal itu tidak bisa Jimin lakukan, karena bayangan kesalahan yang Jimin lakukan kepada Nari terus saja terngiang di pikiran Jimin. padahal Nari saja sudah tidak memikirkan hal itu.


" Tenanglah Oppa. Oppa tidak bersalah, jangan meminta maaf seperti itu, tenanglah." Ucap Nari, Dia mengusap air mata Jimin.


Masalahnya tetap sama, yakni tentang keberadaan Nari. bagaimana jadinya kalo Jimin tau kalo Nari sudah melakukan transplantasi ginjal beberapa waktu lalu.


Pasti Jimin akan tambah terpukul karenanya..


Melihat Jimin yang terpukul seperti ini membuat hati Nari merasa sakit juga.


Dia merasa bersalah sudah membuat Jimin terluka berkali kali dan sekarang karena Nari lagi Jimin di jauhi oleh perempuan yang di anggap penting untuk Jimin.


" Jangan pergi." Ucap Jimin.


" tenanglah Oppa, Nari akan menemani Oppa disini. ada Aeri juga disini." Ucap Nari.


Aeri yang memang sejak tadi duduk tak jauh dari mereka berdua, hanya bisa menangis dalam diam.


Walau bagaimanapun Aeri juga pernah menyukai Jimin.


Dan saat melihat Jimin seperti ini, juga membuat Aeri merasa terluka.


💜



by: nyemoetdz


20/10/20