
" maafkan aku.. keputusanku membuat kalian mendapatkan masalah seperti ini.. aku mohon maafkan aku.. Ucap Jungkook sambil berlutut meminta maaf kepada member"
Jimin berjalan menghampiri Jungkook dan memeluknya..
Jungkook merasa bersalah kepada para member untuk keputusan yang diambilnya..
" Jungkook aa, bukankah kita hyung mu.. kenapa kamu seperti ini.. kita selalu mendukung keputusanmu.. kamu tidak harus merelakan karirmu untuk ini kita bukan BTS kalo tidak ada kamu di dalamnya.. kamu menikah atau tidak.. kamu tetap bagian dari BTS.. kita nantinya juga akan sepertimu.. memiliki keluarga dan hidup bahagia bersama keluarga kecil kita.. bedanya kamu yang melakukannya dulu.. jadi jangan seperti ini.. ini terlihat sangat menyakitkan untuk kita.. Ucap Jin menghampiri Jungkook dan Jimin"
" Itu benar.. para Army pasti menyetujui hubungan kalian, buktinya saat Army tau kamu memiliki hubungan dengan Nari, mereka tetap mendukung mu kan.. Ucap Namjoon"
" Maafkan aku..
Mereka benar benar menanggapi hal ini dengan serius.. tapi mereka juga tidak ingin Jungkook keluar dari grup karena keputusannya ingin menikahi Nari..
apapun keputusan Jungkook, member lain mendukungnya.. mereka juga tidak akan selamanya menjadi BTS.. mereka juga akan memiliki keluarga dan bahagia dengan keluarga mereka masing masing.. hidup dengan pasangan yang dicintainya dan memiliki anak dari buah cinta mereka.. Idol juga berhak bahagia, mereka bukan sebuah boneka yang harus selalu menuruti apa yang orang lain katakan atau komentari..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
🌹
hari ini Nari sedang melakukan pemotretan untuk foto prewedding di area outdoor.. di temani Seol dan Bam, sejak pagi Nari melakukan kegiatannya.. Sang Min masih mengambil liburannya.. jadi Dia yang melakukan pengambilan foto kali ini..
Nari sedang di Pocheon Art Valley..
Nari harus berangkat pagi untuk sampai di Pocheon Art Valley agar tidak begitu siang.. memerlukan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan darat untuk sampai di sana..
agar mendapatkan view yang bagus saat di sana dengan waktu yang pas..
Seharian ini Nari melakukan pengambilan fotonya.. beberapa spot foto diambilnya untuk foto prewedding..
" Oke.. selesai.. kita akan lanjutkan besok di studio.. Ucap Seol"
" Terimakasih.. Ucap calon pengantin yang menjadi model Nari hari ini"
" Sama sama..
Setelah pengambilan foto di Pocheon Art Valley, pukul 8 malam mereka sampai di Seoul karena besok masih ada pekerjaan Nari menyuruh Seol dan Bam untuk pulang dan saat mereka akan pulang ada seseorang yang menanyakan Nari kepada Seol..
" Apa Nari ada??? Tanyanya"
" Iya Nona ada.. bisa saya bantu?.. Ucap Seol"
Tidak begitu jelas siapa orang itu karena Dia menutup wajahnya dengan masker dan topi yang menutupi kepalanya..
tapi Seol merasa pernah mendengar suaranya..
Seol menyuruh tamu itu untuk menunggu dan segera memanggilkan Nari yang sedang di kantornya..
" Ya, bisa saya bantu?? Ucap Nari saat menemui seseorang yang mencarinya itu"
" Nari ssi...
" Kau.. kenapa kau bisa disini??? Ucap Nari saat mendengar suara orang yang sedang menunggunya itu"
" Apa kau hidup dengan tenang beberapa hari ini??? Tanyanya"
" Ada apa kau disini.. bukankah kau di....
" Penjara maksud mu??? Kau bisa lihat aku dimana sekarang??? Ucapnya"
Orang itu membuka penutup wajahnya.. Dia adalah Key.. orang yang menemui Nari di studio fotonya..
" Bagaimana kabarmu Nari ssi??? Tanyanya"
" Ada apa kau ke sini..
" Aku ingin melihatmu dan ternyata kau baik baik saja setelah membuatku hancur karena ulah mu.. Ucapnya"
" Itu ulah mu sendiri kenapa kau menyalahkan orang lain untuk perbuatanmu sendiri.. pergilah.. aku tidak ada urusan dengan mu.. Ucap Nari"
" Nona ini.... Kenapa kau disini??? Ucap Seol saat akan memberikan minuman untuk tamu Nari"
Key mendorong tubuh Seol dan menghampiri Nari yang tak jauh dari Seol..
Key menarik tangan Nari untuk ikut dengannya dan membawanya keluar dari kantornya..
" Lepaskan.. ingin kau apakan Nona Nari.. Ucap Bam"
" Berhenti di sana atau kau ingin aku melukainya?? Ucap Nari sambil menodongkan pisau ke kepala Nari"
" Apa kau gila??? Lepaskan Dia.. Ucap Seol"
" Diam di sana.. aku hanya ingin bicara dengannya.. pergilah.. Ucapnya"
" Tidak.. aku ingin kau ikut denganku.. Ucapnya"
Key membawa Nari keluar studio dan menyuruh Nari untuk masuk kedalam mobilnya.. Nari duduk di bangku kemudi dan Key berada di sampingnya..
" Seol aa, jawab telpon itu.. jangan matikan.. Ucap Nari saat akan pergi"
Seol yang masih panik melihat Key membawa Nari tidak begitu mengerti apa yang dikatakan Nari..
Bam dan Seol hanya bisa melihat Key membawa Nari..
mereka takut kalo Key benar benar akan melukai Nari..
" Tutup mulutmu.. jalankan mobilnya.. jangan ikuti kita.. kalo kau mengikuti kita.. aku pastikan kalian tidak bertemu dengannya lagi.. Ucap Key"
" Angkat teleponnya dan jangan matikan.. Ucap Nari sekali lagi"
" Sudah cepat ayo.. Ucap Key"
Kemudian Nari melajukan mobilnya meninggalkan studio fotonya.. menuruti apa yang di mau Key..
.
.
.
.
" Sayang ponsel kamu berbunyi.. Ucap Bam"
" Ini dari nomor Nona.. ah maksudnya ini.. aku akan menjawabnya.. Oppa, hubungi Jungkook.. Ucap Seol"
🌹
Nari melajukan mobilnya mengikuti permintaan Key.. sebelum Key masuk mobil tadi Nari mencoba mengaktifkan GPS-nya dan menghubungi Seol agar mereka tau posisi Nari..
(anggaplah seperti itu yeee😅)
" Apa mau mu?? Tanya Nari"
" Kau sudah menghancurkan karir yang sudah aku bangun selama ini.. ini semua karena kau.. aku ingin kau mencabut laporan mu itu di kepolisian.. Ucapnya"
" Bukankah ini semua ulah mu.. kenapa kau tidak mau mempertanggung jawabkan?? Tanya Nari"
" Aku tidak ingin mendengar ocehan mu.. aku hanya ingin kau mencabut laporan itu dan membuat nama ku kembali bersih lagi.. Ucap Key"
" Kalo aku tidak mau?? Tanya Nari"
" Aku akan membunuhmu.. Ucap Key"
" Bukankah yang mengendarai mobil ini aku.. kau pikir aku takut untuk mati.. kita lihat siapa yang takut akan kematian.. kau menembak ku.. kau juga akan mati.. Ucap Nari"
" oke lakukan..
Nari melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, seakan tidak takut dengan apa yang Key katakan.. Nari terus melajukan mobilnya..
tidak peduli dengan Key yang sudah menodongkan pistolnya di kepala Nari..
entah apa yang dipikirkan Nari.. Dia malah menantang Key..
akankah Nari melakukan hal yang akan merugikan dirinya seperti apa yang dikatakannya..
di pikiran Nari saat ini adalah, apa yang di takutkan saat maut saja selalu menghantuinya.. mati sekarang atau nanti sama saja untuk Nari..
walau Tuhan yang menentukan hidup mati seseorang tapi kesempatan tidak datang 2 kali kan.. entahlah..
kalo Key menembakkan peluru itu, otomatis mereka berdua akan mati bersama..
apalagi Nari membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi..
satu kali tembakan di kepala Nari itu membuat Key juga celaka..
dan otomatis mereka juga akan mengalami kecelakaan dan itu tidak akan bisa dihindarkan..
apa yang akan terjadi? akankah Key membuat Nari celaka lagi??
💜
***yeeee...
1000 kata lebih sedikit..
pertama kalinya..
terpanjang 😂
maaf ya kalo kurang greget,
MAAFKAN AKU ☺️
terimakasih sudah membaca ya..
like dehhh😘***
by: nyemoetdz 😘
21/01/2020