The Truth Untold

The Truth Untold
Chapter 27



Hari ini Nari akan menjalani operasi nya.. Jungkook tidak bisa menemaninya karena ada jadwal showcase..


Jujur berat untuk Jungkook.. Karena meninggalkan Nari berjuang sendiri.. Tapi untung ada Ibu JK yang mau menemaninya..


" sayang, kamu tidak apapa kan? Ibu JK"


" tidak bu..


" lihat Ibu.. Kamu bisa melakukannya.. Ibu ada disini menemanimu.. Jungkook akan segera kesini setelah acaranya selesai.. Bukankah gadis Ibu ini kuat? Tenang ya nak.. Ibu JK"


" jujur Nari sangat takut bu..


" Ibu tau.. Tapi Ibu yakin kamu bisa.. Ibu JK"


Terlihat jelas wajah takut Nari.. Hal itu terus menghantuinya.. Tapi Dia tetap ingin melakukannya.. Ini juga untuk Jungkook..


Nari dibawa ke ruang operasi setelah melakukan injeksi yang membuatnya tertidur..


Sekitar hampir 3 jam Nari berada di ruang Operasi dan sekarang Nari sudah berada diruangan paska Operasi.. Dia belum sadar..


" halo bu.. Bagaimana kondisinya.. Tanya JK melalui sambungan telpon"


" operasinya baru selesai nak.. Dan sekarang masih di ruang ICU.. Setelah ini akan dipindahkan ke ruang rawatnya.. Karena Dia belum sadar.. Ibu JK"


" apa tidak terjadi apapa bu? Kenapa Nari belum sadar.. JK"


" kata dokter ini efek obat bius yang ada pada tubuhnya.. jadi tenanglah nak.. Semua pasti akan baik baik saja..


" iya bu.. Aku tidak bisa berhenti memikirkannya.. Aku merasa bersalah tidk bisa bersamanya sekarang.. JK"


" tenanglah nak.. Kau tau Nari gadis kuat kan? Jadi Dia akan baik baik saja.. Ibu JK"


Sudah hampir 10 jam Nari belum sadarkan diri.. Dan masih berada di ruang ICU.. Dokter bilang ada Nari mengalami Ketidakseimbangan kadar garam dalam darah..


" maafkan saya.. Tapi terjadi Ketidakseimbangan kadar garam dalam darah.. Membuat pasien belum bisa sadar.. Dokter"


" kata dokter operasinya berjalan lancar.. Tapi kenapa bisa seperti ini.. Ibu JK"


" maaf, ini ada hubungannya dengan kerusakan ginjal yang dialami Nari.. Dokter"


" berapa lama Nari akan seperti ini? Ibu JK"


" kita tidak bisa memprediksikannya.. Kalo kadar garamnya sudah normal.. Pasien akan sasar.. Maafkn saya.. Dokter"


Ibu JK menangis mendengar kondisi Nari.. Bagaimana Dia bisa cerita ke Jungkook kalo seperti ini.. Ini akan membuat Jungkook merasa bersalah.. Ibu JK berencana menceritakannya setelah JK sampai di rumah sakit..


" apa semua berjalan dengan baik? Jimin"


" kuharap seperti itu hyung.. Aku merasa ada yang mengganjal.. Tapi ibu bilang Nari baik baik saja.. JK"


" iya tenanglah.. Bukankah setelah ini kita bisa pulang.. Jiminl


Pukul 9 malam Jungkook bersama Jimin sampai di rumah sakit..


" nak, maafkan ibu.. Tapi dokter bilang Nari mengalami koma paska operasi.. Ibu JK"


" apa maksud Ibu.. bukankah ibu bilang Dia baik baik saja.. Kenapa bisa koma.. JK"


" terjadi ketidakseimbangan kadar garam dalam darahnya.. Dan membuatnya tidak sadar.. Ini karena gangguan ginjalnya.. Dan sebenarnya Nari tau ini akan terjadi.. Tapi Dia tetap ingin melakukannya karena Dia ingin sehat untukmu.. Bukankah Dia berjanji kepadamu nak? Ibu JK"


" ibu pasti bohong.. Dia pasti sedang mengerjaiku sekarang.. Ini tidak lucu bu.. JK"


" Jungkook aa tenanglah.. Jimin"


" bagaimana aku bisa tenang hyung.. Dia belum membuka matanya.. JK"


Jungkook masuk kedalam ruang ICU di mana Nari berbaring lemah disana.. Terlihat banyak alat ditubuhnya.. Dan bunyi alat indikator jantung yang menemaninya..


" sayang.. JK"


Jungkook menatap Nari dengan mata yang sudah mengalir airnya dari sudut matanya..


" sayang.. Bangunlah.. Aku disini.. Maaf aku tidak ada tadi saat kamu masuk ruang operasi.. Apa kamu marah karena itu dan sekarang kamu menghukumku dengan melihat kondisi kamu seperti ini.. Maafkan aku sayang.. Bangunlah.. JK"


" bukankah kamu tidak ingin melihat ku dan Ibu menangis.. Bangunlah.. Rasanya sakit sekali melihatmu seperti ini.. Sayang... JK"


Jungkook mencium kening Nari lama.. Dan membisikan katakata sayang ketelinganya..


Jungkook sedang bertemu dengan dokter di temani oleh Jimin.. Ibu JK sudah pulang untuk beristirahat di apartemen Nari..


" Nari tau resiko yang diambilnya.. Aku sudah ingatkan untuk memikirknnya.. Tapi Dia tetap ingin melakukannya.. Karena sakit Pankreatitisnya menyakitinya setiap waktu.. Dokter"


" kenapa dokter tidak bilang kepadaku kalo hal ini akan terjadi.. Harusnya dokter bilang.. Kalo seperti ini bagaimana? JK"


" tenanglah Junkook aa.. Jimin"


" kapam Nari akan membuka matanya? Jimin"


" kalo kadar garam dalam tubunya normal.. Nari akan segara membuka matanya.. Berdoalah.. Tuhan yang memiliki hidup manusia.. Dan yakinlah kalo Nari itu kuat.. Dari dulu Dia memiliki semangat hidup yang besar.. Walau banyak yang meremehkannya.. Apalagi orangtuanya tidak mengharapkannya.. Tapi Dia sosoa yang kuat dan aku minta kalian jangan berhenti untuk menyemangatinya.. Dokter"


" baik dok.. Maafkan aku.. Aku tidak bisa berfikir jernih.. JK"


" tidak apapa.. Kalo kondisinya stabil Nari akan dipindahkan ke kamar rawatnya.. Dokter"


Jimin duduk dalam diam di dalam mobil.. Jungkook masih dirumah sakit.. Dia ditemani Taehyung.. Dia yang membuat Nari seperti ini.. Dia yang mengambil ginjalnya.. Harusnya Dia baik baik saja.. Dia menyalahkan dirinya sendiri..


" kau sudah pulang nak?


" mama,Jimin mau bicara.. Jimin"


" ada apa sayang.. Oh ya nak, lusa apa kau ada acara? Mama Jimin"


" mama, apa kau memaksa mengambil ginjal ini dari orangnya? Jimin"


" kenapa kamu bertanya seperti itu..


" apa mama tau kondisi orang yang mama ambil ginjalnya itu? Pernahkah mama berfikir tidak kalo semua itu akan ada efeknya? Jimin"


" memangnya ada apa? Mama, tidak mengambilnya secara cuma cuma.. Mama membayarnya.. Dan itu cukup untuknya.. Apa gadis itu memerasmu?? Aku tau Dia akan melakukan itu.. Dia benar sama seperti ibunya.. Mama Jimin"


" apa mama tau.. Gadis itu bahkan dibuang oleh ibunya setelah gadis itu mendonorkan ginjalnya untukku.. Dan kondisinya sekarang memburuk karenaku.. Bisakah mama berfikir bagaimana kalo mama di posisinya.. Atau bagaimana perasaan mama kalo itu anak mama? Mama sudah menghancurkan hidup seseorang.. Walau aku tau Dia memberikanku hidup.. Tapi bayangkan bagaimana rasanya kalo aku tau kondisinya sekarang.. Aku harus apa? Ini semua salahku.. Dan ginjal ini kenapa mama mau menerima donor ginjal darinya.. Jimin"


" apa yang sudah gadis itu katakan kepadamu sampai kamu bicara seperti itu.. Mama Jimin"


" mama tau gadis itu sekarang sedang koma karena komplikasi ginjal yang dideritanya.. Dia hanya memiliki satu ginjal.. Dan sekarang ginjalnya tidak sehat.. Bukankah mama seorang ibu? Mama telah membuat seorang anak menderita untuk anak orang lain.. Dia menjalani hari yang berat sejak kejadian itu.. Tapi mama masih saja menuduhnya kalo gadis itu ingin meminta harta mama.. Nyatanya Dia tidak melakukan itu.. Dia hanya seorang korban dari orang tua yang gila dengan harta.. Aku malu setiap kali dekat dengannya.. Tapi Dia selalu baik kepadaku.. Dan sekarang apa yang bisa aku lakukan untuknya.. Dia sedang berjuang dengan maut.. Dia tidak sadarkan diri.. Itu semua karena Jimin.. Mama, puas sekarang.. Bukankah Jimin jahat kepadanya.. Jimin"


" nak tenanglah.. Mama yang salah.. Mama minta maaf.. Ini semua untukmu.. Maafkan mama.. Mama Jimin"


" aku tau orang tua mana yang mau anaknya kesakitan.. Tapi bukan seperti ini caranya.. Ini salah.. Dari awal ini salah.. Jimin sehat berkat seseorang yang mendonorkan ginjalnya.. Tapi orang yang mendonorkanya malah kesakitan karena Jimin.. Bisakah mama berfikir lagi.. Apa salah gadis itu.. Mama bahkan pernah menyakiti hatinya.. Tanpa Dia tau apa salahnya.. Kita yang salah.. Bukan Dia.. Jimin yang membuatnya seperti ini.. Jimin yang salah.. Jiminnnnn...... Jimin"


Mama memeluk Jimin.. Dia merasa bersalah.. Benar kata Jimin, Dia menyakiti hati sesorang demi keinginannya untuk Jimin sehat.. Tanpa berfikir bisa merusak hidup seseorang.. Yang Mama Jimin tau Nari hanyalah gadis miskin yang ingin memanfaatkan anaknya saja.. Seperti Ibu Nari yang mata duitan..


Jimin menangis.. Dia merasa bersalah.. Kalo bukan karenanya Nari tidak akan seperti ini.. Dan bagaimana kalo Jungkook tau kalo satu ginjal Nari ada pada Jimin..


Jungkook sama pentingnya untuk Jimin.. Dia adik untuk Jimin..


Sudah 4 hari ini Nari masih belum juga terbangun dari tidur panjangnya.. Ibu JK masih menjaganya.. Nari sudah pindah ke ruang rawatnya..


Jungkook akan tidur di ruang rawat Nari.. Dan pagi pergi untuk bekerja.. Fokusnya terpecah karena kondisi Nari yang sempat menurun.. Sebesar apa masalahnya, Jungkook tetap harus fokus dengan jadwal BTS.. Tidak mudah tapi ini yang harus dilakukannya..


Hari ini Ayah JK datang dari Busan untuk menemani Ibu JK.. Mereka ingin mengurangi beban pikiran Jungkook.. Agar Dia bisa lebih konsen bekerja..


Pukul 5 sore perawat datang untuk menggantikan infus Nari yang habis dan mengecek kondisi Nari..


Ibu JK membersihkan tubuh Nari setelah perawat menyelesaikan tugasnya..


Sejak pertemuan Ibu JK dengan Nari.. Ibu merasa sangat dekat dengan Nari..


Apalagi Nari adalah pacar anaknya.. Dan Nari yang menjadi semangat untuk Jungkook sekarang.. Walau penyemangatnya sekarang sedang lemah.. Dan belum juga membuka matanya tapi Ibu JK merasa harus merawat Nari..


" apa kamu tidak lelah nak, kamu sudah tidur 4 hari ini.. Apa kamu tidak merindukan Jungkook.. Ibu JK"


Ibu mengajak Nari berbicara walau tau Nari tidak akan menjawabnya.. Tapi menurut dokter, pasien koma bisa mendengarkan apa yang kita bicarakan walau dengan kondisi mata yang tertutup.. Dan itu bagus untuk pasien..


" nanti kalo kamu sadar.. Ibu dan Ayah akan mengajakmu ke rumah di Busan.. Apa kamu tidak ingin pergi kesana nak? Bangunlah nak.. Sudah 4 hari ini juga Jungkook tidak teratur makannya dan tidurnya pun tidak.. Dia mengkhawatirkanmu nak.. Bangunlah.. Kita merindukanmu disini.. Ibu JK"


Selesai membersihkan badan Nari, Ibu kembali merapikan selimut yang menutupi tubuh Nari..


Saat Ibu mengangkat tangan kanan Nari.. Terasa Nari mengerakan tangannya..


" nak..


🍁🍁🍁