The Truth Untold

The Truth Untold
Chapter 14



2 hari berlalu.. Nari tetap ingin bekerja.. Karena Dia harus membahas konsep comeback mereka.. Dengan tangan yang masih menggunakan Sling dan kening menempel perban putih kecil untuk menutupi lukanya Nari tetap berjalan menuju halte untuk berangkat ke kantor..


Sekarang harus dibiasakan dengan menaiki Bus karena mobilnya yang tidak bisa digunakan lagi..


Sesampainya d kantor BigHit Nari menjadi pusat perhatian.. Mereka menanyakan kabar dari Nari.. Bagaimana bisa terjadi atau semacamnya..


" Nona sudah merasa lebih baik?..


" iya.. Bisa kamu siapkan ruang meeting?.. Nari"


" saya akan siapkan Nona..


" kamu sudah mulai bekerja? Jimin"


Saat berjalan menuju ruang meeting Jimin bertemu dengan Nari..


" ahh iya.. Apa yang lain belum datang?.. Nari"


" mereka ada dibelakang.. Maaf..


Jimin sedikit merapikan rambut Nari yang sedikit berantakan.. Tapi Nari mundur selangkah..


" ohh.. Maaf.. Rambutmu sedikit berantakan.. Jimin"


" iya.. Biar aku yang membenarkannya sendiri.. Aku permisi..


" Im Nari.... JK"


" Oppa..


" kenapa rambutmu berantakan.. Mau aku ikatkan? JK"


" boleh.. Tapi di dalam ya.. Ayo Oppa.. Nari"


Di dalam ruang meeting..


" sudah terlihat rapi.. JK"


" terimakasih Oppa.. Nari"


" kamu janji akan pulang setelah meeting hari ini.. Benarkan? JK"


" iya Oppaaaa.. Nari"


Dan lagi Jimin sedang melihat interaksi mereka berdua.. Nari terlihat bahagia bersama Jungkook..


Setelah meeting selesai member akan ada latihan hari ini.. Dan Nari akan menyelesaikan sesuatau sebelum pulang..


" bisa bicara sebentar..


Ibu Jimin memanggil Nari untuk bicara..


" bukankah aku sudah bilang untuk menjauhi anakku.. Kenapa kau tidak menepati janjimu..


" maksud anda? Nari"


" aku lihay di lorong tadi Jimin merapikan rambutmu.. Dan...


" tunggu.. Ada anda melihat kalo aku menyuruhnya? Aku tidak memintanya.. Tolong beritahu anak anda untuk menjauhi saya.. Saya akan menjauhi anak anda.. Nari"


" kau pikir Jimin yang mengejarmu?


" anda pasti sudah mengetahuinya tanpa aku jelaskan.. Tidak perlu mengancam saya untuk menjauhinya.. Saya tidak ada niatan untuk dekat dengannya.. Saya dekat dengannya atau dengan yang lain karena pekerjaan.. Tidak lebih.. Maaf sepertinya saya tidak perlu ada disini.. Saya permisi.. Nari"


Nari meninggalkan Ibu Jimin.. Kenapa dia terus mengganggunya.. Nari saja selalu menjaga jarak dengan Jimin.. Karena Nari tau akan tidak bagus kalo berurusan dengan Ibu Jimin..


" apa maksud mama? Jimin"


" nak, sejak kapan kamu d sana?


Jimin mendengar semua apa yang ibunya dan Nari bicarakan.. Dia mendengarkan semuanya..


" kenapa Nari bicara seperti itu.. Apa  mama menyuruhnya untuk menjauhiku.. Jimin"


" Dia hanya ingin merayumu.. Gadis miskin itu hanya ingin memanfaatkanmu..


" mama.. Apa mama tau, kau melukai perasaannya.. Aku yang menyukainya.. Dari awal aku yang ingin dekat dengannya.. Kenapa mama menuduhnya seperti itu.. Kenapa?? Jimin"


" Jiminie, mama hanya ingin kau jauh darinya.. Jangan buat mama bertindak lebih dari ini..


" mama selalu seperti itu..


Nari sedang duduknd Apartemennya.. Memikirkan apa yang dikatakan ibunya Jimin.. Sampai terdengar seseorang mengedor pintu apartemennya.. Memencet bel pintu Nari berkali kali..


" Jimin..


Nari membukakan pintu apartemennya saat melihat jimin di depan rumahnya..


" Nari aa...


" kau mabuk??.. Nari"


" apa tangan kamu masih sakit? Aku ingin masuk kedalam.. Bolehkan? Jimin"


" kamu kesini dengan siapa? Nari"


Jimin berjalan gontai ke sofa Nari.. Dia mabuk..


" duduklah..


" sebaiknya kamu pulang.. Nari"


" kenapa kau sangat membenciku.. Aku bahkan sangat menyukaimu.. Nari aa... Kenapa kau membenciku.. Kau bahkan tidak mau dekat denganku.. Apa aku begitu menjijikan itu untukmu?..


" Oppa sebaiknya kamu pulang.. Nari"


" tidak.. Aku mau disini.. Jungkook bisa seharian bermain disini.. Kenapa aku tidak boleh.. Beri aku satu alasan.. Kenapa kamu sangat membenciku??


" aku tidak membencimu.. Aku akan hubungi Tae Oppa untuk menjemputmu.. Nari"


" tidak bisakah kau melihatku walau hanya sebentar.. Rasanya sakit sekali.. Sangat sangat sakit.. Di sini.. Kenapa kau harus menyukai Jungkook.. Kenapa?


" ya benar aku harus sadar.. Aku tau, aku tidak pantas untukmu.. Maafkan aku.. Ahh ya bukankah mamaku menemuimu untuk melarangmu mendekatiku?..


" bagaimana Oppa tau..


" aku tau semuanya.. Mama mengancammu.. Ini salahku.. Semua ini salahku.. Buat apa aku hidup kalo semua yang aku lakukan salah.. Jimin"


" Oppa cukup.. Iya ini semua salah Oppa.. Aku ingin menjauhi Oppa karena aku tidak ingin terus mengingat kejadian dimana aku harus dipaksa untuk mendonorkan ginjalku kepada seseorang yang aku juga tidak tau.. Dan sampai suatu hari aku bertemu ibu, Oppa dan dari sana aku tau kalo satu ginjalku ada di dalam tubuh Oppa.. Sejak itu aku tidak ingin dekat denganmu.. Apalagi kau memiliki rasa kepadaku.. Aku hanya tidak kekasihku tau itu.. Aku mencintainya.. Aku juga tidak mau melukainya.. Jadi aku mohon.. jangan pernah seperti ini karenaku.. Ini hanya membuatku bersalah.. Aku hanya ingin Jungkook tidak terluka karena masalah ini.. Karena Dia tidak tau kalo Oppalah yang mengambil ginjalku.. Biarkan ini menjadi rahasia yang tidak pernah terungkap.. Biarkan ini menjadi cerita masalaluku.. Nari"


Jimin hanya bisa diam.. Walau Dia sedikit tidak sadar tapi Jimin mendengarkan semau apa yang dikatakan Nari dan Jimin sangat mengerti..


Saat Jimin sudah sedikit tenang Taehyung datang menjemputnya..


" Oppa, tolong rahasiakan ini dari Jungkook.. Aku mohon.. Nari"


" iya.. Aku akan merahasiakannya.. Maafkan Jimin sudah membuatmu takut.. Tae"


" tidak apapa..


Di dalam mobil Jimin yang menangis dengan mata terepejam.. Hatinya sakit.. Kenapa harus Nari.. Kenapa?


" apa kau gila.. Kau datang ke rumah Nari dengan kondisi kamu seperti itu.. Kau bukan Jimin yang ku kenal.. Kau tidak seperti ini.. Ada apa denganmu.. Tae"


" Dia yang pernah membuat hatiku berdebar Tae.. Gadis tudung merah itu.. Gadis itu Nari.. Jimin"


Dulu Jimin pernah bertemu dengan Nari.. Saat sekolah menengah atas.. Jimin sebenarnya satu sekolahan dengan Nari.. Tapi karena Jimin sering sakit sakitan.. Jimin jarang pergi ke sekolah..


Saat itu Jimim baru masuk sekaloh setelah beberapa hari tidak masuk sekolah..


Saat itu hujan turun lebat.. Jimin dari mobil melihat seorang gadis dengan jaket marah berjalan di bawah guyuran hujan..


Dia menutupi kepalanya dengan tudung jaketnya.. Dengan santainya Dia berjalan menyusuri jalanan dekat sekolahan..


Saat Jimin turun dan ingin memberinya payung kepadanya.. Gadis itu berlari masuk ke area sekolah.. Dan saat sampai di gedung sekolah gadis itu membuka tudung merahnya membuat Jimin bisa melihat siapa gadis di balik tudung merah itu..


Sejak dari kejadian itu Jimin mulai penasaran dengan gadis itu.. Setiap kali Jimin ingin mendekatinya tapi Dia tidak berani.. Gadis itu lebih banyak menyendiri.. Jimin selalu menikutinya melihatnya bahkan Jimin membantunya..


Sampai suatu saat Jimin harus berhenti sekolah karena kesehatannya yang terus menurun.. Dia lebih memilih bersekolah di rumah..


Tapi sekarang Jimin hanya bisa memendam perasaannya itu karena gadis tudung merah itu sangat membencinya.. Jimin bahkan mengambil ginjalnya untuk dirinya sendiri..


" apa maksud kamu? Tae"


Jimin tak menjawabnya.. Hanya memejamkan mata.. Hatinya sangat kacau..


Keesokan paginya Jimin bangun.. Dia merasa kepalanya sakit karena banyak minum.. Bahkan setelah sampai rumah Dia tetap minum.. Ya, Taehyung mengantarkan Jimin ke rumahnya.. Karena Taehyung tidak mau kalo Sejin memarahinya karena mabuk berat..


" kau sudah bangun sayang..


Terdengar suara mama Jimin yang masuk dan membawa sarapan untuknya..


" bangunlah.. Mama membawakan sarapan untukmu..


Tak menjawab.. Jimin berjalan kedalam kamar mandi.. Bersiap untuk ke Dorm karena jadwal hari ini..


" kau tidak memakan sarapanmu sayang?..


" aku berangkat.. Jimin"


Jimin tetap tidak banyak mengatakan apapa kepada mamanya..


Bahkan saat perjalanan ke lokasi Jimin banyak diam..


Nari sedang menyiapkan pengambilan MV yang akan dilakukan hari ini.. Meski dokter bilang untuk tidak membuat tangannya banyak bergerak tapi Nari tetap melakukan pekerjaannya..


" apa sudah siap semua? Nari"


" sudah Nona.. Tinggal menunggu member.. Mereka sedang bersiap..


" ya sudah.. Apa tuan Do sudah datang?


" sepertinya masih di depan.. Saya akan panggilkan..


" terimakasih..


Member segera bersiap setelah datang..


" kamu mau melakukannya? JK"


" tidak Oppa.. Tuan Doal yang akan melakukan pengambilan video kalian.. Nari"


" bagus.. Akan memakan waktu seharian dan akn sangat melelahkan.. Bagaimana kamu bisa melakukannya..


" Jungkookie, Jimin pingsan.. Ucap salah satu asisten BTS..


" apa?


Jimin sedang terbaring di sana.. Tidak tau kenapa tiba tiba Dia pingsan..


" ada apa? Kenapa bisa pingsan? Nari"


" tidak tau.. Saat aku tanya Dia tidak menjawabnya.. Dia seperti sangat kesakitan dengan menekan perutnya dan kemudian pingsan..


" ahh bantu Dia untuk minum..


Tak lama Jimin kembali sadar..


" kita kerumah sakit? Nari"


" tidak.. Aku baik baik saja..


" apa kau minum dengan perut kamu yang belum terisi? Suga"


" kau mabuk Jiminie? Bukankah dokter melarangmu untuk minum..


" sudahlah.. Aku tidak apapa.. Jimin"


Sesaat Jimin menatap Nari yang sedang berdiri di samping Jungkook dan pergi..


🍁🍁🍁