
Nari masih terlelap dalam alam bawah sadarnya..
Sudah hampir 2 minggu berlalu dan Nari belum juga membuka matanya..
Dia selalu saja seperti ini saat masuk rumah sakit..
Ini kesekian kalinya Nari mengalami koma dan tetap membuat Jungkook ketakutan..
Baby Youra sudah dibawa pulang karena kondisinya baik baik saja.. ada Ibu JK yang merawatnya..
Ibu Nari sendiri sedang menemani Nari saat Jungkook bekerja..
Tapi saat pagi, Jungkook selalu menyempatkan untuk mengurus Nari.. walau ada Ibu Nari, tapi Jungkook tetap ingin mengurus Nari dengan tangannya sendiri.. sesibuk apa Jungkook, Dia akan tetap mengurus Nari..
.
.
.
.
.
.
Pagi ini seperti pagi sebelumnya..
Ini sudah hari ke 10 Nari menutup matanya setelah proses persalinan walau kondisi tubuhnya sudah stabil dan sudah tidak terjadi pendarahan lagi tapi Nari masih tetap menutup matanya..
Kemarin Ayah Nari datang untuk melihat kondisi Nari, Dia menangis dan menyalahkan dirinya untuk semua yang Nari alami..
Tapi bagaimana pun Nari tidak membuka matanya..
" Sayang, apa kamu tidak lelah tidur panjang seperti itu.. apa kamu masih lelah??? Ucap Jungkook.. Dia mencoba mengajak Nari berbicara walau Jungkook tau Nari tidak menjawabnya"
2 hari setelah Nari koma, Taehyung menceritakan apa yang pernah dikatakan Nari kepadanya dan Jungkook berfikir Nari memang merasa sangat lelah dengan rasa sakit yang selalu datang kepadanya.. Dia merasa lelah..
Jungkook menyalahkan dirinya tentang apa yang di ceritakan Nari kepada Taehyung..
" Kamu tau Youra selalu menangis di pagi hari.. Dia pasti merindukanmu.. bangunlah sayang.. kita merindukanmu.. Ucap Jungkook"
Jungkook mencium kening Nari menatap wajah pucat Nari dengan mata yang masih terpejam..
Ada alat bantu nafas dan beberapa alat medis yang terpasang di tubuh Nari..
.
.
.
.
.
.
.
Saat Jungkook akan meninggalkan ruang rawat Nari terdengar bunyi alat EKG, membuat Jungkook mengurungkan niatnya untuk keluar..
" Sayang..
Dengan cepat Jungkook menekan tombol darurat di samping tempat tidur Nari..
Tak menunggu lama perawat dan dokter datang dan melihat kondisi Nari..
Jungkook di suruh untuk meninggalkan ruangan agar dokter bisa memeriksa Nari..
" Bagaimana dok?? Tanya Jungkook"
" Maaf istri anda tidak tertolong.. Ucap dokter yang menangani Nari"
" Apa maksud dokter?? Tidak tertolong.. jelaskan dengan benar.. apa maksud dokter??? Tanya Jungkook"
" Maafkan saya.. istri anda meninggal dunia.. Ucapnya"
" Kau bohong.. ini tidak benar.. kau bohong.. Dia bilang, Dia hanya lelah.. Dia akan bangun.. kenapa kalian berbicara seperti itu.. kau ingin bercanda denganku??? Tanya Jungkook"
" Tidak.. tidak.. itu tidak benar.. Dia tidak akan meninggalkanku.. Dia akan baik baik saja.. tidak.. tidak.. Ucapnya"
Jungkook membuka matanya.. Dia terbangun dari mimpi buruknya.. terlihat nafasnya tersengal-sengal dengan keringat yang membasahi wajahnya..
Dia turun dari tempat tidurnya dan berjalan ke tempat bayinya di tidurkan tak jauh dari tempat tidurnya.. Dia mengangkat tubuh kecil anaknya dan memeluknya..
Jungkook menangis dengan memeluk anaknya..
Kemarin pagi Jungkook dibuat panik dengan kondisi Nari yang menurun dan detak jantung Nari sempat berhenti tapi tak lama dokter bisa menyelamatkan nyawa Nari.. Nari kembali stabil walau masih dengan kondisi koma..
Karena Jungkook yang menangis membuat Youra ikut menangis dalam gendongannya..
Ibu Jungkook yang mendengarkan Youra menangis segera pergi ke kamar Jungkook.. dan melihat Jungkook yang mengendong Youra dengan mata yang sembab..
" Jungkook bermimpi buruk Bu.. Jungkook bermimpi Nari meninggalkan kita.. Jungkook tidak mau itu terjadi Bu.. tidak.. Ucap Jungkook"
" Kamu itu bicara apa?? Itu hanya mimpi nak tenanglah.. kemari kan Youra.. kasihan Dia kalo terus menangis.. Ucap Ibu Jungkook"
" Aku besok ingin mengajak Youra bertemu dengan Ibunya.. aku ingin Nari bangun dan melihatnya.. Ucap Jungkook"
" Nak, Youra masih terlalu kecil.. tidak baik untuk di bawah ke rumah sakit.. tenanglah nak.. Nari akan baik baik saja... Tenanglah.. Ucap Ibu Jungkook"
Ibu Jungkook mengambil alih tubuh Youra dan menenangkannya agar kembali tertidur..
.
.
.
.
.
Tak butuh lama Youra kembali tenang dan tertidur.. Jungkook ingin tidur bersama Youra di tempat tidurnya bersama..
" Apa tidak apapa nak?? Tanya Ibu JK"
" Tidak Bu.. Ucap Jungkook"
Ibu Jungkook membaringkan tubuh kecil Youra di tempat tidur big size miliknya mencium pipi lembut anaknya..
Mata Youra mirip seperti milik Nari.. walau jelas terlihat Youra mirip seperti Jungkook tapi Youra memiliki mata indah Ibunya..
" Malaikat kecil Ayah.. tidurlah.. maafkan Ayah, nak.. Ucap Jungkook"
.
.
.
.
.
.
Keesokan harinya..
Jungkook benar membawa Youra datang ke ruang rawat Nari.. Dia sudah meminta ijin kepada dokter Yoona sebelumnya dan Dia mengijinkannya..
Jungkook memiliki firasat kalo Nari bertemu dengan Youra, Dia akan bangun seperti hal yang sebelumnya Dia lakukan saat Jungkook bermimpi tentang Nari saat koma dulu..
" Sayang aku bersama anak kita.. apa kamu tidak merindukannya?? Lihatlah.. Dia begitu cantik.. kau bilang Dia mirip denganku kan?? Ya, Dia mirip denganku tapi Dia memiliki mata seperti milikmu.. bangunlah.. Ucap Jungkook"
Jungkook meletakkan tubuh kecil Youra di dada Nari, agar Nari bisa merasakan detak jantung Youra.. dengan air mata yang terus membasahi pipinya Jungkook berharap Nari bisa merasakan anaknya dan membuka matanya..
Youra tenang dalam dada sang Ibu.. Dia tidak menangis.. Dia hanya diam.. merasakan detak jantung sang Ibu..
" Sayang bangunlah.. Ucap Jungkook"
💜
akhirnya up juga..
kurang greget yaaaa..
maaf ya lamaaaaaaa...
tapi tetap di tunggu gk nihhh??
mumpung lagi happy karena hari ini Hari Jadi, nyobak up walau gini jadi nya..
semoga tetap di tunggu dan tidak membosankan yaaaa..
terima kasih buat dukungan ya..
buat like and comment, terima kasih😊🤗
jangan lupa selalu ninggalin jejak ya kalo sudah membaca..
Happy Reading ya geasss..
Have a good day😘
by: nyemoetdz😘
29/04/2020