The Truth Untold

The Truth Untold
Chapter 256



" sayang, boleh aku datang ke acara reunian sekolahku?," Tanya Jungkook.


" Tidak ada acara yang tidak tidak kan?," Tanya Nari.


" Tidak sayang."


" Oppa datang saja.."


" Tidak boleh, Ayah tidak boleh pelgi." Ucap Youra, Dia menghentikan minumnya.


" Kenapa nak." Ucap Nari.


" Tidak boleh pokok nya, Ayah tidak boleh pelgi." Ucap Youra.


" Ya sudah Ayah tidak pergi tapi jangan menangis." Ucap Jungkook.


Youra berfikir Jungkook akan bertemu dengan anak teman Jungkook yang tadi mendorongnya itu dan itu yang membuat Jungkook tidak boleh pergi.


" Ibu kaki Yola sakit, ini kalena Ayah." Ucapnya.


Nari menatap Jungkook sambil tersenyum, Jungkook hanya menghela nafas pelan.


" Kan Ayah sudah minta maaf, sudah di belikan balon kan?," Ucap Jungkook.


" Balon untuk Ibu hilang, Ayah menghilangkannya." Ucapnya.


" Kan balonnya meletus sayang." Ucap Jungkook.


" Tidak, Ayah menghilangkannya. Yola malah sama Ayah." Ucapnya.


" Tidak boleh seperti itu nak. nanti kalo Ayah bersedih bagaimana? Apa Youra tidak kasihan?," Tanya Nari.


" Ya sudah Ayah akan pergi saja." Ucap Jungkook, Dia menggoda Youra.


Youra menatap punggung Ayahnya yang berjalan keluar dari kamar.


" Ayah." panggilnya.


" Oppa, jangan membuatnya menangis." Ucap Nari.


" Ibu, Ayah.. Ayah tidak boleh pelgi. Ayah.." Ucapnya, dengan mata yang sudah berkaca kaca.


" Oke oke, tapi maafkan Ayah ya?," Ucap Jungkook, Dia mencium pipi Youra.


" Hmmm, tapi Ayah tidak boleh pelgi." Ucapnya.


" Oke, Ayah tidak akan pergi. bagaimana kalo besok kita jalan jalan bersama." Ucap Jungkook.


" Apa Halmeoni dan Halabeoji ikut?," Tanyanya.


" Iya. kita akan ke rumah Imo, memetik stroberi. apa Youra mau?," Ucap Jungkook.


" Stroberi? Yola mau Ayah, Yola mau." Ucap Youra.


.


.


.


.


.


.


🌹


Keesokan harinya..


Jungkook dan Nari tidak jadi ikut ke rumah saudaranya karena pagi tadi Sejin mengabarinya kalo Jimin kecelakaan dan kondisinya tidak baik baik saja. Jimin tidak sadarkan diri karena kecelakaan itu, dan Jungkook memutuskan untuk kembali ke Seoul dan untung Youra tidak rewel karena hal itu.


Siangnya, mereka sampai di Seoul dan langsung ke rumah sakit untuk melihat kondisi Jimin. walau sejak kejadian dimana Jimin marah karena Nari sakit, Jungkook tidak memberinya kabar.


Tadi saja Jungkook berfikir tidak mau untuk pulang ke Seoul karena masih kesal dengan apa yang Jimin katakan kepadanya tapi Nari mencoba memberinya pengertian untuknya dan akhirnya Jungkook mau pulang ke Seoul.


" Bagaimana kondisinya Ma?," Tanya Nari saat melihat Mama Jimin sedang berada di depan ruang ICU.


" Nari aa." Ucapnya sambil memeluk tubuh Nari.


Nari duduk di samping Mama Jimin dan menenangkannya. Youra ada bersama Jungkook, Dia sedang tidur di gendongan Jungkook.


" Dia kecelakaan dalam kondisi mabuk berat, untung saja lukanya tidak begitu fatal tapi terjadi benturan keras pada bagian dadanya dan membuatnya cedera tulang dada." Ucap dokter.


Tulang dada atau sternum merupakan tulang yang berada di tengah-tengah dada dan berfungsi melindungi organ-organ penting dalam rongga dada, yaitu jantung dan paru-paru. Namun, seperti juga tulang lainnya dalam tubuh, tulang dada bisa mengalami cedera, hingga retak atau patah.


Cedera tulang dada dapat menyebabkan rasa sakit saat bernapas, terutama saat menarik napas dalam, batuk, atau tertawa. Selain membuat tidak nyaman, keluhan ini juga dapat menghambat aktivitas sehari-hari. Agar pemulihannya berlangsung dengan baik dan cepat, cedera tulang dada perlu diatasi dengan cara yang tepat.


" Memangnya ada apa Jimin Hyung mabuk? Tidak biasanya Dia seperti itu?," Tanya Jungkook.


" Aku tidak tau. yang aku dengar Dia bertengkar dengan In Na lagi, entahlah.." Ucap Sejin.



Karena kondisi Jimin berangsur membaik, Dokter memindahkan Jimin ke ruang rawatnya.


saat Jungkook dan Nari akan pulang, In Na menghampiri Nari dan tiba tiba menampar Nari.


" In Na, apa yang kau lakukan." Ucap Jungkook.


" Ini semua karena mu. kau yang membuat Jimin seperti ini, kau..." Ucap In Na, dia mendorong Nari pelan.


" In Na." Panggil Mama Jimin sambil menamparnya.


In Na terdiam, Mama Jimin menamparnya. Dia membela Nari karena Mama Jimin tau kenapa In Na melakukan hal itu kepada Nari, hanya karena In Na terlalu cemburu dengan Nari, dia berlaku seperti itu kepada Nari.


" Kenapa kau menamparnya? Apa yang di lakukan Nari sampai kau menamparnya? Apa seperti ini kau menyelesaikan masalah?," Tanya Mama Jimin.


" Mama sudahlah." Ucap Nari.


" Aku hanya diam saat tau Dia terus menyalahkanmu, dan sekarang Dia malah menamparmu." Ucap Mama Jimin.


" Oppa tenangkan Mama, aku ingin bicara dengannya." Ucap Nari kepada Jungkook.


" Tapi sayang.." Ucap Jungkook.


" Sebentar saja Oppa." Ucap Nari.


Nari menarik lengan In Na dan mengajaknya keluar ruang rawat Jimin, berjalan ke taman rumah sakit di sana.


.


.


.


.


.


💜


" awalnya aku menganggap kamu akan menjadi pendamping Jimin Oppa tapi lihatlah dengan mu, kenapa kau menyelesaikan masalahmu seperti ini." Ucap Nari.


" Jimin menolakku, aku yakin Dia masih mencintaimu. kau yang selalu saja membuat masalah dalam hubungan ini." Ucapnya.


" Apa aku membalas cintanya? Kau saja yang tidak yakin dengannya. hatimu hanya tertutup dengan rasa cemburu, siapa yang mau memiliki hubungan, kalo terus saja mencurigai pasangannya. kau yang tidak yakin dengan Jimin, kau..." Ucap Nari.


" Dia memilih mu. selalu saja kau yang ada dalam hari nya." Ucapnya.


Di jelaskan seperti apa kalo In Na masih belum yakin dengan Jimin Dia tidak akan pernah bisa percaya kalo Jimin seperti ini karenanya.


💜


up lagi nihhhh🤗


masih di tunggu kah?😄


happy reading ya😊


have a good day😘



by: nyemoetdz


04/10/2020