The Truth Untold

The Truth Untold
299



" sayang kenapa bekalnya tidak di makan habis akhir akhir ini.. apa tidak enak nak?? Tanya Nari kepada Youra yang baru pulang dari Day Care nya"


" Ibu, Youra tidak suka sayur.. Youra mau sosis yang banyak.. Ucapnya"


" sayur itu sehat sayang.. dan harusnya Youra tidak boleh menyisakan makanan seperti ini.. Ucap Nari"


" Tapi Youra tidak mau Ibu.. Ucap Youra"


Beberapa hari ini bekal Youra tidak habis, nafsu makannya juga sedang menurun.. sakit juga tidak hanya selera makannya kurang..


Nari juga harus telaten untuk menyuapinya kalo tidak begitu Youra tidak mau makan..


Kalo di kelas Day Care nya Dia di ajarkan untuk makan sendiri jadi guru hanya akan mengerahkan..


" Besok Youra mau bekal apa nak?? Tanya Nari"


" Youra ingin sosis.. tidak mau sayur.. Ucapnya"


" Tidak sayang.. harus ada sayurnya.. Ucap Nari"


" Youra tidak akan memakannya.. Ucapnya"


Nari menghembuskan nafas pelan, Nari berfikir harus mencoba beberapa resep yang di bacanya cara membuat Bento untuk anak..


Dia beberapa hari ini sudah mulai belajar membaca resep membuat Bento tapi Nari belum mencobanya..


Mungkin besok pagi Nari akan mencobanya, siapa tau Youra akan senang memakan bekalnya yang lucu..


.


.


.


.


.


Jungkook pulang dari jadwal nya hari ini dan melihat Nari yang sedang menatap layar laptopnya di meja makan..


Youra baru saja masuk kamar, Dia sedang video call dengan Ibu Nari yang ada di Macau..


Jungkook berjalan menghampiri Nari yang sedang fokus melihat dan sesekali menulis di note nya.. Nari bahkan tidak tau kalo Jungkook perlahan berjalan ke arahnya kemudian duduk di depannya..


" Sayang.. Ucap Jungkook"


" Oh Tuhan.. Ucap Nari, Dia terkejut dengan Jungkook yang tiba tiba di depannya"


" Seserius itu kamu sampai tidak tau kalo suamimu di depanmu.. Ucap Jungkook"


" Maafkan aku Oppa.. Ucap Nari, Dia berdiri dan berjalan menghampiri Jungkook di depannya kemudian mencium pipi Jungkook"


" Sedang apa?? Tanya Jungkook"


" Nari sedang membaca resep saja.. beberapa hari ini nafsu makan Youra menurun jadi Nari ingin membuatkan bekal yang lucu untuknya.. Ucap Nari"


" Apa Dia sakit??? Tanya Jungkook"


" Tidak sayang.. hanya beberapa hari ini Dia ingin makan sosis dan Nari tidak mengijinkannya.. Ucap Nari"


" Kemana Dia sekarang?? Tanya Jungkook"


" Ada dikamar sedang video call dengan Ibu.. Ucap Nari"


" Ah ya, Oppa mau mandi dulu kan?? Nari akan siapkan makan.. Ucap Nari"


" Iya.. aku ke akan mandi dulu.. Ucap Jungkook"


Nari kemudian menyiapkan makan malam untuk mereka bertiga dan Jungkook pergi ke kamar kemudian membersihkan tubuh setelahnya pergi ke kamar Youra untuk bermain sebentar sebelum makan malam..


Meskipun lelah, Jungkook harus memberikan waktu untuk Youra apalagi kalo saat pagi Jungkook tidak bisa mengantarkannya Dia akan menyempatkan untuk bermain dengan Youra karena kalo tidak begitu Youra akan menangis dan marah karena Ayahnya terlalu sibuk..


.


.


.


.


.


Keesokan paginya..


Nari bangun lebih awal untuk menyiapkan bekal untuk Youra.. Dia ingin membuatkan Bento lucu untuk Youra.. agar Dia lahap makan karena karakter yang di buat Nari adalah karakter kesukaan Youra..


Nari membuat dua kotak bekal.. satu untuk Youra dan satu untuk Jungkook dengan porsi ganda..


Melakukan pekerjaan seperti ini sangat menyenangkan apalagi Nari selalu membuatkan makan untuk suami dan anaknya dengan tangannya sendiri..


" Ibu.. Sapa Youra sambil mengusap satu matanya pelan, terlihat masih mengantuk"


" Iya nak.. Ucap Nari, Dia mengangkat tubuh Youra dan mendudukkan tubuh Youra ke sofa.. Dia selalu ingin memeluk Ibunya saat pagi"


" Apa Ayah belum bangun nak?? Tanya Nari dan mendapatkan gelengan dari Youra"


" Bisa Ibu meminta tolong untuk Youra membangunkan Ayah.. bukankah hari ini Youra akan berangkat sekolah dengan Ayah.. Ucap Nari"


" Nanti Ayah malah mengajak Youra tidur lagi Ibu.. Ayah memeluk tubuh Youra.. Ucapnya"


" Ya sudah Ibu bangunkan Ayah dulu.. Youra di sini.. Ucap Nari"


" Tidak mau.. Youra mau Ibu.. Ucapnya sambil memeluk erat tubuh Nari"


Mau tidak mau Nari membangunkan Jungkook dengan Youra yang ada di gendongannya..


Youra sudah terlihat rapi, Jungkook juga sepeti itu.. mereka bertiga sedang menikmati makanan mereka dengan Nari yang menyuapi Youra..


" Ah ya sayang nanti bekalnya harus habis ya nak.. Ibu sudah buatkan bekal yang lucu sekali.. Ucap Nari"


" Tidak mau sayur.. Ucapnya"


" Lihat dulu nak..


" Tidak..


" Youra aa, dengarkan Ibu.. Panggil Jungkook lirih tapi tetap membuat Youra diam dan menurut"


Nari menunjukkan bekal yang di buatnya sejak pagi kepada Youra..


Walau ini masih awal tapi lumayanlah untuk pemula seperti Nari..


..." wahhh.. Ibu membuatnya sendiri?? Tanyanya"...


" Iya.. apa Youra suka?? Tanya Nari"


" Iya Ibu.. ini bunny.. seperti boneka Youra.. Ucapnya"


" Iya nak.. dan ini ada sosisnya tapi ingat sayurnya harus di makan.. tidak boleh ada sisanya.. Ucap Nari"


" Tapi Bu, sayang kalo dimakan.. Ucap Youra"


" Tidak nak, Youra harus memakannya sampai habis.. besok Ibu akan buatkan lagi.. Ahh ya, Ayah juga punya sama seperti punya Youra.. jadi Ayah akan menghabiskannya juga kan??? Tanya Nari"


" Oh benarkah Ayah juga di buatkan.. Iya, Ayah nanti akan menghabiskannya.. Ucap Jungkook"


" Kalo tidak habis tidak di buatkan seperti ini lagi kan Ibu.. Ucap Jungkook"


" Benar.. kalo ini tidak habis tidak di buatkan seperti ini lagi..


" Tidak.. Youra mau seperti ini lagi.. Youra akan habiskan nanti.. Ucap Youra"


" Gadis Ibu memang pintar.. Ucap Nari"


" Ini juga gadis Ayah juga.. Ucap Jungkook"


Membujuk anak untuk mau makan dengan lahap memang perlu usaha walau harus bangun pagi sekali untuk memasaknya tapi anak mau memakannya itu membuat senang yang memasaknya..


💜