
Setelah di rasa cukup tenang Nari berjalan keluar dari tangga darurat dan berjalan ke lift untuk turun dan pulang..
Walau perutnya terasa sakit karena tekanan dari Soora tadi tapi Dia harus tetap kuat untuk pulang..
Lift terbuka dan Nari berjalan masuk ke dalam lift.. Menekan angka untuk turun ke bawah.. Dia bersandar di dinding lift..
" Im Nari..
Seseorang memanggilnya.. Sontak Nari menoleh.. Itu Jimin.. Nari tidak melihat kalo Jimin ada disana..
" ada apa? Apa kau sakit? Dan bibirmu kenapa?
" ahh tidak.. Aku tidak apapa Oppa.. Nari"
" kau mau kemana?
" aku mau pulang Oppa..
" apa Jungkook tau ini? Apa kau bertengkar dengannya? Jimin"
" tidak.. Oppa tidak tau.. Ahhh..
Perut Nari terasa sangat sakit sampai Dia tak bisa menahannya lagi.. Dia terduduk dengan menekan perutnya..
" Nari aa.. Ada apa? Apa sakit..
" ahh sakit sekali Oppa.. Nari"
" kita ke rumah sakit.. Jimin"
" tidak.. Aku hanya ingin pulang..
Dan tak lama Nari pingsan.. Jimin yang panik segera menekan tombol lift menuju kamarnya.. Dan membawa Nari ke kamarnya..
" Jungkook aa kau dimana? Bisa kau kekamarku?.. Jimin"
" ada apa hyung.. Aku lelah sekali..
" cepatlah kesini.. Nari bersamaku.. Jimin"
" Nari? Kenapa Dia bersamamu.. JK"
" sudah cepatlah kesini..
Setelah menutup sambungan telponya Jungkook segera ke kamar Jimin.. Dia masih tidak mengerti kenapa Nari ada bersamanya.. Bahkan Nari bilang ingin pulang karena kurang enak badan..
" ada apa ini? Kenapa dengannya? JK"
Jungkook yang baru masuk kamar dikejutkan dengan Nari yang sedang terbaring di tempat tidur Jimin.. Ada Dokter yang sedang memeriksanya..
" aku melihatnya di lift saat akan turun sepertinya Dia terluka.. Jimin"
" bagaimana bisa? Dia bahkan bilang kepadaku akan pulang tapi... JK"
" maaf tuan, apa sebelumya Nona ini menjalini operasi.. Luka operasinya berdarah..
" iya ada luka operasi di perutnya.. Bagaimana bisa berdarah.. JK"
" saya kurang tau.. Tapi sepertinya ada yang memukul atau menekannya.. Tapi tidak apapa.. Saya sudah mengobatinya.. Besok kalo lukanya masih berdarah.. Bawa Nona ini kerumah sakit.. Dokter"
" iya dok.. Jimin"
" saya permisi dulu.. Dokter"
Jungkook duduk disamping Nari.. Ada luka disudut bibir Nari dan pipi kananny terlihat merah..
" kenapa bis seperti ini hyung? Aku tidak bisa menjaganya.. JK"
" tenanglah.. Kau sudah menjaganya dengan baik.. Jangan bicara seperti itu.. Dia akan baik baik saja..
" tapi hyung.. Dia tadi ingin menemuiku di rooftop dan tiba tiba Dia membatalkannya.. Dia bilang tidak enak badan.. Pasti ada yang melakukan ini semua.. JK"
" aku juga berfikir begitu.. Aku akan minta bantuan Sejin hyung untuk membantu apa yang terjadi.. Kau tetaplah disini temani Dia.. Dan sepertinya ini yang akan Nari berikan kepadamu.. Jimin"
" apa ini hyung..
Jungkook melihat isi tas kertas yang dibawah Nari tadi.. Sebuah Mie Ramen yang Nari gambar dan tulis sendiri.. Dari Museum mie ramen osaka IKEDA..
Ada gambar Jungkook disana.. Dan ada tulisan maaf..
* Oppa, maafkan aku..
Bukan aku tidak mempercayaimu..
Hanya saja aku merasa kesal saat melihatmu bersamanya..
Apalagi Dia seperti itu kepadamu..
Maafkan aku sudah mendiamimu..
Maafkan Nari😢
Nari sayang menyayangimu😘*
Ada beberapa kotak ramen didalam kantong itu dengan kata kata isi hati Nari..
" Oppa.. Nari"
Nari terbangun dengan keringat yang membasahi wajahnya.. Dengan nafas yang memburu..
" sayang.. Ada apa? Apa terasa sakit? JK"
Nari tidak menjawab tapi memuluk Jungkook dengan erat dan menangis..
" tenanglah.. Aku disini.. JK"
" ini masih terlalu pagi.. Kembalilah tidur.. JK"
" Oppa..
" sudah tenanglah..
Nari kembali berbaring dibantu oleh Jungkook..
Keesokan paginya..
Nari sudah membersikan dirinya.. Terlihat Jungkook masih berbaring di tempat tidurnya..
Nari melihat perutnya yang terbalut perban dan sedikit sakit..
" ohh setidaknya perutku masih wutuh.. Kau adada saja Nari... Nari"
Dia menatap dirinya di cermin.. Mengobati bibirnya yang terluka dan mengompres pipinya..
" Dia benar membuat bekas dipipiku.. Nari"
Pukul 8 pagi Jungkook membuka matanya.. Dan melihat Nari yang tidak ada disampingnya.. Jungkook segera bangun dan mencari Nari.. Tapi memang Nari sudah tidak ada di kamar Hotelnya..
Dan Dia mencoba menghubungi Nari..
" sayang kamu dimana? Aku mencarimu.. Apa kamu baik baik saja? JK"
" aku sedang di bawah.. Aku tunggu Oppa disini.. Kita sarapan bersama.. Oke? aku tunggu.. Ingat mandi dulu... Nari"
Jungkook kembali ke kamarnya dan membersihkn diri sebelum menemui Nari..
Di ruang makan khusus untuk para staff dan member..
" kalian kenapa tidak membangunkanku.. JK"
" kamu saja yang tidut dimana dan kamarmu dimana? Suga"
" Jimin hyung kan tau kalo aku di kamarnya.. JK"
" mau makan tidak? Ini untuk Oppa.. Nari"
" oh iya.. Terimakasih.. JK"
" sama sama..
" bagaimana lukamu? Apa masih berdarah? Bagaimana kamu mendapatkan lukamu itu.. JK"
" tidak.. Ahh itu..Nari"
" kau mau membuat alasan? Katakan padaku siapa yang melakukan ini kepadamu? JK"
" Soora yang melakukannya.. Jimin"
" Oppa..
" ada apa? Kamu ingin menutupinya..
" Soora? Dia melakukan ini kepadamu? Jawab Nari?
" iya..
" sebeanrnya ada apa? Jin"
" kemarin Sejin hyung meninta tolong pihak keamanan dan melihat Nari di seret oleh Soora keluar lift.. Benar begitu Nari? Jimin"
" sudahlah Oppa..
Jungkook mencoba menghubungi Soora..
" kau dimana? Temui aku di ruang makan.. JK"
Setelah bicara Jungkook segara menutup sambungan telponnya.. Karena Member berada di ruang makan privat jadi mereka bisa leluasa berbicara dengan Nari..
" apa yang Dia lakukan kepadamu? JK"
" sudah bicaralah Nari aa.. Biar kita bisa membantumu.. Suga"
" iya jangan takut.. Ini kedua kalianya kamu celaka karena kita.. Katakan saja.. Jin"
" maafkan aku Oppa..
" Oke kalo kamu tidak mau menjawabnya.. Aku akan tanya Soora.. JK"
Sekitar 10 menit Soora datang dan berjalan ke arah para member yang sedang duduk menikmati makanannya..
" Oppa.. Soora"
" duduklah.. Apa yang kau lihat? Duduklah.. JK"
Soora melihat Nari tepat di samping Jungkook.. Soora tetap berdiri di sana..
" ada apa Oppa menyuruhku kemari.. Soora"
" apa yang kau lakukan kepadanya? JK"
" aku tidak melakukan apapun.. Memangnya apa yang aku lakukan.. Soora"
" aku tanya sekali lagi, apa yang kamu lakukan kepadanya.. JAWAB AKU.. JK"
" Jungkook aa.. Tenanglah.. RM"
" kau membentakku karena perempuan itu?? Kau melindunginya? Ohh ayolah Oppa.. Ini bukanlah seorang Jeon Jungkook.. Soora"
" iya aku melindunginya.. Siapa kau berani melukainya.. Apa yang Dia lakukan kepadamu sampai kau tega melakukan hal bodoh itu kepada Nari.. Memangnya seperti apa Jeon Jungkook?.. Beginilah Jeon Jungkook saat melihat kekasihnya kamu sakiti.. Apa kamu tidak tau? Bukankah aku terlihat jahat sekarang?.. JK"
" ohh lihat lah kau bahkan menuduhku.. Ini karena kau gadis murahan seperti mu.. Semua karenamu.. Soora"
" kau bilang aku menuduhmu.. Kau bahkan melukai bekas lukanya.. Dan membuatnya infeksi.. Apa yang kamu lakukan itu hal bodoh.. JK"
" apa kau menyukainya Oppa? Dia hanya memanfaatkan mu saja.. Gadis murahan sepertinya hanya ingin memanfaatkanmu.. Soora"
" ya aku menyukainya.. Dia pacarku.. Siapa bilang Dia memanfaatkanku.. JK"
" bukankah Oppa menyukaiku.. Soora"
" bukannya aku sudah bilang kita berteman saja.. Tidak hanya sekali aku bicara hal seperti itu.. Hanya kamunya saja yang tidak mau mendengakanku.. Kau itu kekanak kanakan.. Dan lihatlah sikap kamu sekarang.. Kau berani melukai orang lain demi kesenanganmu sendiri.. Kamu selalu memaksakan kehendakmu.. JK"
" ini semua karenanya gadis itu yang sudah menghancurkannya.. Kau bahkan mengoda Jimin Oppa.. Setelah Jungkook Oppa siapa yang akan kamu goda.. Kau gadis murahan.. Soora"
" ya kalo aku gadis murahan kenapa? Apa yang akan kamu lakukan.. Dan kau sudah dengarkan apa yang dikatakannya.. Sikapmu yang membuatnya menjauh darimu.. Bukankah semalam aku sudah ingatkanmu.. Nari"
Nari berdiri dan berjalan menghampiri Soora..
" aku bilang kepadamu.. Aku tidak membalasmu bukan karena aku takut.. Aku hanya tidak mau membuat JK Oppa berfikir aku sama denganmu.. Kalo aku murahan kenapa? Ha? Nari"
" Nari aa.. Suga"
" sayang.. JK"
" kau ingin melukaiku dengan tas mahalmu itu? Seperti yang kamu lakukan semalam? Kau ingin membuktikan apa dengan melukaiku? Agar aku menjauh darinya? Coba saja kau lakukan itu.. Aku akan menunggunya saat kau ingin mengambilnya dariku.. Dan satu lagi.. Bukankah kau berkelas? Jadi gunakan cara yang berkelas juga untuk membalasku.. Nari"
Nari mendorong pelan bahu Soora dan berjalan meninggalkan ruang makan..
Sebenarnya Dia tidak ingin bicara seperti itu.. Tapi Soora terus saja menyudutkannya.. Tidak tau akan bagaimana Nari menantang Soora..
" mulutmu ini benar benar ya Nari.. Nari"
Nari meninggalkan ruang makan dengan menggerutu.. Dia menyalahkan mulutnya kenapa bisa bicara seperti itu.. Itu namanya menantang..
" beri aku selalu kekuatan Tuhan.. Nari"
Nari berjalan meninggalkan Hotel menuju tempat konser.. Dia membuang waktunya untuk setan betina itu..
🍁🍁🍁