
" kau yang selalu menutupi hatimu dengan rasa cemburu mu itu." Ucap Nari.
" Ya semua memang salahku, aku yang membuatnya seperti ini.. aku..."
" Pikirkan olehmu, bagaimana menjalin hubungan saat Dia terus saja membahasmu. aku yang ada di depannya, bukan kau." Ucap In Na.
" Aku sudah katakan kepadamu, mencobalah untuk lebih mengerti dia." Ucap Nari.
" Aku kurang mengerti seperti apa lagi? Dia tidak pernah memandangku sebagai seorang In Na tidak pernah." Ucap In Na.
" Sudahlah." Ucap In Na, Dia sudah berdiri dan akan pergi.
" Tunggu." Ucap Nari sambil memegang lengan In Na.
" apa yang kau tau tentang aku dan Jimin Oppa? Dia mencintaiku? Aku cinta pertamanya? Itu saja?," Ucap Nari.
Nari berdiri dan menatap In Na, Dia berusaha melepaskan tangan Nari.
" Kau tau alasan Jimin Oppa seperti itu kepadaku? Apa kau pikir ini juga bukan masalah untuk ku dan suamiku? Di sini bukan hanya kamu yang merasa hal yang sama tapi untung nya aku tidak berfikir negatif untuk hal itu." Ucap Nari.
" kau tau, Jimin Oppa pernah mengalami gagal ginjal dulu sebelum debutnya?," Ucap Nari.
" Apa hubungan hal itu dengan ini semua. tidak ada. sudah lepaskan tanganku, aku ingin pulang." Ucap In Na.
" Karena ginjal ku ada padanya.." Ucap Nari.
" Maksud mu?," Ucap In Na yang terkejut dengan apa yang di dengarnya.
" Aku mendonorkan ginjalku untuk Jimin Oppa, walau kondisi tubuh ku sendiri tidak sedang baik baik saja tapi Dia menerima donor ginjal ku dan itu yang membuat ku dekat dengannya. apa kamu tau tentang itu?," Tanya Nari.
" Jimin Oppa berfikir bisa hidup sehat juga karena ginjal itu. Dia kakak untukku, tidak ada hubungan seperti itu. ada rasa bersalah dalam mata nya saat melihatku. saat kondisi ku tidak baik baik saja karenanya, apa Dia menceritakan hal ini kepadamu?,"
" Aku tidak mengerti dengan apa yang kamu maksud, donor ginjal?," Ucapnya.
" Aku sudah katakan kepadamu untuk memahaminya tapi lihatlah kau membuatku kecewa dengan apa yang kau pikirkan. kau hanya berfikir kalo Dia mencintaiku tapi nyata nya hal itu yang selama ini Jimin Oppa pikirkan kepada ku.."
" Kau salah mengartikan semua ini. aku sudah ingatkan kepadamu tapi kamu tetap sama saja. kalo Jimin Oppa memang tidak menyukai mu, sejak awal Dia akan meninggalkan mu tapi nyatanya lihatlah.." Ucap Nari.
" Aku harap kamu bisa berfikir lebih jernih lagi sebelum bertindak. sebelum kamu menyesalinya." Ucap Nari, Dia kemudian meninggalkan In Na yang diam membisu dengan apa yang dikatakan oleh Nari.
Nari berjalan meninggalkan In Na, sebenarnya Dia tidak ingin menceritakan semua itu kepada In Na karena Nari sudah tidak ingin membahas hal itu lagi, cukup itu menjadi masa lalunya.
Jungkook saja sempat salah paham saat Jimin bicara seperti itu saat Nari sakit.
Walau memang Jimin masih saja tidak bisa move on dari Nari tapi Dia tidak bisa harus berbuat apalagi karena Jimin masih memiliki perasaan kepadanya tapi semua pasti bisa berubah pada waktunya nanti, entahlah..
Saat kembali ke ruang rawat Jimin, terlihat Jimin sudah sadarkan diri. Nari berjalan ke arah tempat tidur Jimin.
Jimin masih setengah sadar saat Nari menghampirinya dan duduk di samping Jungkook.
" Nak, apa masih terasa sakit?," Tanya Mama Jimin.
Jimin tidak menjawab, Dia hanya diam.
Dia juga belum menceritakan bagaimana kecelakaan itu bisa terjadi kepadanya.
" Hyung, apa terasa sakit?," Tanya Jungkook.
" Hyung.." panggil Jungkook.
Jimin menatap Nari yang berada di samping Jungkook, Dia tetap diam.
Saat membuka mata, Jimin merasa dada nya terasa sakit tapi Dia masih tetap diam. Dokter sudah memeriksanya dan bilang Jimin akan baik baik saja.
" Oppa.." Panggil Nari, Dia memegang tangan Jimin dan menatapnya.
" Oppa.." Ucap Nari lagi.
" Apa sakit?,"
Jimin hanya menggelengkan kepala nya pelan dan menatap Nari. air mata menetes dari sudah mata nya. entah apa yang Jimin pikirkan Dia terus menatap wajah Nari.
" Ibu.." Ucap Youra yang baru bangun dari tidurnya, Jungkook meletakkan tubuh Youra di sofa panjang di ruang rawat Jimin.
Saat akan berjalan ke arah Youra, tangan Nari di pegang oleh Jimin, membuat Nari menghentikan langkahnya dan menatap Jimin.
" Oppa menginginkan sesuatu?," Tanya Nari.
" Jangan pergi." Ucap Jimin lirih.
" Mereka siapa?," Tanya Jimin lagi.
Mama Jimin dan Jungkook terkejut mendengar perkataan Jimin, Dia tidak mengenali mereka berdua.
" Nak, ini Mama." Ucap Mama Jimin.
" Oppa, panggil dokter." Ucap Nari.
Jungkook segera menekan tombol darurat di samping tempat tidur Jimin.
Segera dokter datang dan memeriksa kondisi Jimin.
Memang tidak ada luka di kepalanya, tapi kenapa Jimin bisa melupakan Mamanya dan Jungkook.
Setelah dokter memeriksanya, Dokter bilang kalo Jimin mengalami Tekanan emosi atau trauma psikologis. tepatnya Generalized amnesia, merupakan sindrom saat seseorang yang tidak dapat mengingat sebagian hal dalam kehidupannya.
Ini bisa bersifat sementara ataupun permanen.
Jimin hanya mengingat Nari saat ini. sejak sadar Dia memang banyak diam karena Dia lupa dengan mereka yang sedang berada di kamarnya tapi Dia masih mengingat Nari.
💜
by: nyemoetdz
04/10/2020