The Truth Untold

The Truth Untold
Chapter 126



Jungkook yang baru selesai melakukan kegiatannya panik mendengar Key membawa pergi Nari.. dengan cara mengancamnya.. Dia memang berencana menjemput Nari untuk pulang.. Jungkook segera mencari dimana Nari sedang berada.. sambungan telpon melalui Seol juga belum Nari matikan..


Atau mungkin Key tidak tau kalo Nari melakukan sambungan telpon dengan Seol..


" Apa Nari sendiri yang membawa mobilnya?? Tanya Jimin"


" Iya.. Key menodongkan pistol ke kepala Nona Nari dan menyuruhnya masuk ke dalam mobil milik Nona.. maaf aku tidak bisa menolongnya.. maafkan aku.. Ucap Seol"


" Tenanglah.. kalo kalian terus bicara Dia akan tau dan kita kehilangan posisi Nari.. Ucap Jungkook"


Jungkook masih fokus dengan kemudinya.. Dia khawatir dengan kondisi Nari..


Dia juga masih mendengarkan perbincangan Nari dan Key melalui telpon di ponsel Seol...


.


.


.


.


.


.


.


" Coba kau tembak aku.. kita akan mati bersama.. Ucap Nari"


" Diamlah.. apa kau tidak takut mati??.. Ucap Key"


" Kenapa aku harus takut, pada akhirnya aku juga akan mati.. bedanya, sekarang atau nanti.. kau pikir aku takut mati??? Jangan samakan aku denganmu.. aku bisa membuat kita mati bersama sekarang tapi kau hanya bisa mengancam.. Ucap Nari"


" Kau itu gila....


" Kau baru tau kalo aku gila.. ya aku gila.. jadi cukup kau bermain denganku atau kau sendiri yang akan celaka.. Ucap Nari"


" Kalo kau berbuat salah maka akui kesalahanmu jangan bersembunyi..


" kau berpikir aku hidup enak?? Aku sama denganmu.. orang tuaku membuang ku.. aku tidak pernah bertemu dengan Ayahku.. Ibuku yang gila harta membuatku menjual satu ginjal yang ku miliki untuk kepuasan hidupnya.. kau pikir kau saja yang merasakan susah di dunia ini.. aku juga merasakan bagaimana Ibuku sendiri memukul tubuhku dan mengurungku.. tidak memberikan ku makan tapi aku tetap harus hidup.. aku ingin membuktikan kepada orang tua ku kalo aku berguna untuk mereka.. anak yang mereka sia siakan membanggakan mereka..


" Kau pikir seperti itu hidupku enak?? Aku juga memiliki trauma.. hidupku tak semudah kelihatannya tapi aku membuat diriku berarti.. aku menghilangkan rasa dendam ku dengan berusaha lebih baik bukan untuk melukai orang lain..


" Apa bedanya kau denganku??? Kita sama sama korban dari orang tua kita.. Ucap Nari"


Kenyataan itu yang tidak Key tau.. Nari juga pernah merasakan penyiksaan dari keluarganya sendiri..


Key melampiaskan dendamnya dengan bersikap jahat kepada orang lain yang menurutnya bahagia..


Key terlalu sakit hati melihat seseorang bahagia..


🌹


" Tapi hidupmu lebih beruntung daripadaku.. semua orang menyayangimu.. tidak dengan ku.. mereka hanya memanfaatkan ku saja.. Ucap Key"


" Harusnya kau hidup menjadi seorang yang berarti.. kau cantik, kau berbakat tapi sikapmu membuat orang-orang menjauhi mu.. bukan karena mereka tidak sayang kepadamu tapi karena kau yang selalu merasa iri dengan kehidupan orang lain..


" kau merasa kurang.. padahal orang lain ada untukmu.. kau menganggap semua bisa di ukur dengan uang tapi itu tidak benar..


kau memperlakukan temanmu seperti itu maka kau akan mendapatkan balasannya juga..


" beruntunglah kau masih memiliki tubuh yang utuh.. Ayahmu hanya melampiaskan kemarahnya dengan memukulmu.. masih banyak orang lain yang menjadi korban orang tuanya tapi mereka bisa maju dan bersikap positif.. Ucap Nari"


" Sekarang aku tanya kepada mu.. apa yang kau mau?? Kau ingin kita mati bersama??? Ucap Nari"


" Aku.. aku.. aku hanya ingin orang lain memandangku sewajarnya.. bukan memandang dengan tatapan jahat dan menganggap aku sebagai penggoda.. aku... Ucap Key"


" Kau menganggap semua orang berpikir seperti itu dan itu salah.. mereka berfikir seperti itu karena mereka melihat apa yang kau lakukan.. Ucap Nari"


" Tapi tetap saja, siapa yang akan percaya denganku.. aku hanya pembuat onar menurut mereka.. Ucap Key"


Key menangis.. ini berat untuk Key karena masalahnya itu media dan orang di sekitarnya mengucilkannya, menyudutkannya.. walau memang itu kesalahan Key tapi Dia tetap merasa semua ini tidak adil..


Key hanya salah mengambil bersikap.. menurutnya merebut atau menghancurkan kebahagiaan orang lain akan membuatnya puas karena mereka merasakan apa yang Key rasakan..


Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan..


Nari membuatnya berfikir.. semua yang dilakukannya adalah kesalahan.. bukan hanya Key yang merasa takdir sedang mempermainkannya tapi masih ada Nari yang mengalami hal yang sama dengannya..


Dan Nari mengalami hal yang lebih parah lagi tapi Nari tetap kuat dan bertahan sampai sekarang..


.


.


.


.


.


.


🌹


Nari memarkirkan mobilnya di area Han River..


Key menangis di dalam mobil Nari dengan Nari yang berada di sampingnya..


" Maafkan aku.. maafkan aku.. semua ini terasa berat untukku.. maafkan aku.. Ucap Key"


" Sudahlah.. puaskan dirimu untuk menangis.. ada yang pernah bilang kepadaku.. kalo menangis bisa membuatku merasa lega dengan apa yang aku rasakan.. jadi menangis lah dan pikirkan kesalahanmu Ucap Nari"


" Maafkan aku.. Ucap Key"


Key masih menangis dalam mobil Nari.. Nari sendiri keluar dan melemparkan pistol milik Key kedalam Sungai Han..


Sebelum keluar Nari mengambil ponsel yang Nari letakkan di belakang bangkunya..


Telpon:


" Halo, Seol aa.. Panggil Nari"


" Sayang, kamu dimana?? Ucap Jungkook yang sengaja menjawabnya"


" Oppa.... Ucap Nari terkejut dengan suara yang sangat dikenalnya"


πŸ’œ


next or ending??


gantung banget kalo ending yaπŸ˜…πŸ˜…


β™₯️


β™₯️


bonus VKook..


like banget sama mereka berdua😘


😍😍



by: nyemoetdz 😘


24/01/2020