The Truth Untold

The Truth Untold
Chapter 2



Happy reading......


Kini seorang gadis sedang menuruni bus dan berjalan menuju universitas nya yang berada tidak jauh dari halte tersebut.


Bahkan saat berjalan pun gadis itu tidak memerhatikan langkahnya,sehingga gadis itu hampir saja tersandung batu jika saja seseorang tidak menariknya.


" Hei...kau baik-baik saja kan yuna" Ucap seorang gadis yang sudah menyelamatkannya tadi.


" Iya aku baik, gomawoyo Ra ena"lirih hyuna dengan tampang wajah yang begitu lesu.(terimakasih)


"Sebenernya apa yang terjadi.kenapa kau jadi seperti ini yuna"Ucap Ra ena khawatir yang merupakan sahabat sekaligus teman satu kuliahnya.


" Tidak terjadi apa-apa"


" Benarkah,aku tau kau berbohong yuna-ah.setidaknya ceritakan masalahmu padaku"


" sungguh saat ini aku sangat bingung Ra ena" ucap yuna yang begitu lesu.


"Memangnya apa yang kau bingungkan"


" Aku bingung harus memilih diantara kebahagiaan ku atau kebahagiaan keluarga ku sendiri"


" Aishh....aku tidak mengerti apa yang kau katakan, langsung saja ke intinya yuna" ucap Ra ena kesal.


Hyuna menghelakan nafasnya sejenak sebelum melanjutkan perkataannya.


" Aku dijodohkan"


"APAA.."


Ra ena begitu terkejut dengan apa yang dikatakan yuna barusan.


" Ba...bagaimana bisa" lanjut Ra ena.


" Aku juga tidak tahu, Ra ena"


**FLASHBACK**


" yuna ada yang ingin appa bicarakan padamu" ucap Kim hanbin yang mulai serius.


" Apa itu appa"


" Sebenarnya, appa dan eomma sudah menjodohkan mu dengan anak dari sahabat appa yuna-ah" ucap Kim hanbin seraya ingin melihat ekspresi wajah putri nya itu.


yuna yang saat itu ingin menyuap kan makanan nya seketika berhenti saat cupingnya mendengar kata perjodohan.sedangkan namjoon ia hanya diam saja karena ia sudah tau soal tentang perjodohan ini.


" Apa, per....perjodohan" ucap yuna tergagap karena begitu terkejut dengan ucapan appa nya.


" Nee "


" Tapi kenapa appa,kenapa aku yang harus dijodohkan dan kenapa tidak oppa saja yang dijodohkan bukankah umur oppa sudah cukup untuk waktunya menikah"


" Apa yang dikatakan appa mu itu benar yuna, lagi pula setelah jooni lulus kuliahnya ia akan melanjutkan perusahaan appa mu terlebih dulu" sambung nyonya Kim


"Pokoknya yuna tidak mau dijodohkan appa,eomma.Hyuna akan menikah dengan pria yang yuna cintai bukan karena dijodohkan" bantah yuna.


" yuna mengertilah kami-" lirih nyonya Kim


" MEMANGNYA APA YANG TIDAK AKU MENGERTI EOMMA"


" YUNA RENDAHKAN SUARAMU" marah tuan kim.


Nyonya Kim dan Kim namjoon begitu terkejut saat mendengar suara yuna dengan nada tinggi sehingga membuat tuan Kim begitu marah dengan ucapan dari putri nya.


" Apa yang tidak pernah ku mengerti hiks...hikss appa,eomma" lirihan serta air matanya berjatuhan.


" Ap... apa kalian tidak mengerti bagaimana perasaan ku saat ini hiks..hiks" lanjut yuna.


Nyonya kim dan namjoon yang mendengar lirihan serta air mata Hyuna yang berjatuhan pun terlihat begitu sangat sedih.


" Maafkan appa yuna,itu sudah menjadi keputusan appa.kau akan tetap appa jodohkan denganya" ucap tuan Kim.


Yuna yang mendengar keputusan dari appa nya itu.hanya bisa menangis dalam diam sehingga ia beranjak dari duduknya dan berlari keluar rumah dengan tangisan nya yang sudah pecah.


Nyonya Kim pun yang melihat putrinya berlari keluar rumah dengan diiringi tangisan dari putrinya,hanya bisa meneriaki namanya.


" Aku akan menyusul nya appa,eomma" ucap Namjoon.


Tuan Kim hanya mengangguk kan kepalanya serta menenangkan sang istri yang sedang menangisi putrinya itu.


**END FLASHBACK**


Ra ena yang mendengar cerita dari sahabatnya itu juga ikut merasa sedih seraya mengelus punggung yuna agar bisa menenangkan sahabatnya itu.


"Kau harus bersabar ya yuna,aku yakin pasti ada alasan dibalik itu semua"


" Hiks...hiks aku yakin Ra ena pasti ada yang disembunyikan dari orang tuaku" ucap pilu yuna.


" Sstt... Sudah lah yuna, bagaimana pun masalah mu kau harus menceritakan semuanya padaku,aku akan selalu ada untukmu"


" Gomawo Ra ena kau memang sahabat yang mengerti diriku" ucap yuna yang sudah mulai tenang.


" Iya, kalau begitu tersenyumlah lupakan semua kesedihanmu itu.aku akan mentraktirmu es krim kali ini"


" Sungguh"


" Tentu saja,apa wajahku terlihat berbohong padamu" ucap Ra ena seraya memanyunkan bibirnya.


" Haha tentu saja tidak,aku percaya padamu"


Mereka pun tertawa bersama seraya melangkah masuk ke kelas mereka.