The Truth Untold

The Truth Untold
Chapter 220



Setelah mengomentari acara satwa yang di tontonnya di kamar Jimin, Youra turun dan berjalan ke tempat di mana Nari sedang menyiapkan makanan untuk para tamu..


" Ibu..


" Iya nak..


" Youra ingin minum susu.. Ucapnya"


Di usia Youra yang sudah 3 tahun Dia masih minum Asi, Dia tidak mau susu formula.. padahal sudah beberapa kali Jungkook dan Nari menyuruhnya untuk berhenti minum Asi tapi susah, ada saja alasan yang di katakan..


" Sayang, Ibu sedang membantu Grandma.. minum air di botol Youra saja.. bukankah botolnya ada di tas kelinci Youra.. Ucapnya"


" Tapi Yola ingin susu Bu..


" Ayah kemana?? Tanya Nari"


" Ayah tidul, Yola di sulu belmain sendili.. Diddi juga.. Yola mau minum susu Bu.. Ucapnya"


" Ada apa sayang.. Ucap Mama Jimin"


" Dia mau minum susu Ma.. Ucapnya"


" Ayo Bu, Yola mau susu.. Ucapnya"


" Masa tidak malu sama Grandma.. Ucap Nari"


" Tidak..


" Biar Mama yang buatkan, dimana susu formulanya?? Tanya Mama Jimin"


" Youra masih minum Asi, ma.. Ucap Nari"


" Oh benarkah?? Masa sudah besar masih minum Asi.. apa Youra tidak malu.. Ucap Mama Jimin"


" Tidak Glendma, Yola ingin susu, Ayo Bu... Ucapnya sambil mulai rewel"


" Sudah nak tinggal dulu, beri Dia susu.. Ucap Mama Jimin"


" Ya sudah ayo.. Ucap Nari sambil menggendong tubuh Youra"


Nari berjalan ke kamar Jimin, dan melihat 2 laki laki itu tidur dengan pulasnya.. Nari sudah bilang untuk menjaga Youra tapi mereka malah tidur..


" Youra mau susu kan? Jadi bangunkan Ayah dan Diddi dulu, suruh mereka pergi dari kamar.. Ucap Nari sambil berbisik"


Youra mengangguk mengerti sambil tersenyum.. Nari menurunkan Youra dalam gendongannya dan duduk di samping tubuh Jungkook..


" Ayah, banun..... Panggil Youra"


" Hmmm.. sudah nak bermain sama Diddi dulu.. Ayah mengantuk sekali.. Ucapnya sambil matanya yang masih terpejam"


" No.. banun Ayah, Yola ingin minum susu.. kalo Ayah tidak banun.. Yola lapolkan ke Ibu bial telinga Ayah di jewel dan panjang sepelti telinga kelinci.. Ucapnya"


" Kan susu nya di Ibu, nak....


" Sayang.. panggil Nari"


Jungkook seketika bangun dari posisi tidurnya..


" Ah ya sayang.. maaf..


" Diddi banun.. Diddiiiii.... Teriak Youra"


" Ah iya iya.. oh Nari kau disini ada apa?? Ucap Jimin"


" Puteri kecil ini ingin minum susu jadi kalian keluarlah.. Ucap Nari"


" Bukankah masih ada kamar yang lain.. Ucap Jungkook"


" No.. Yola ingin di sini, Ayah dan Diddi pelgi dali sini.. Ucapnya"


" Kenapa jadi Diddi yang di usir dari kamar Diddi.. Ucap Jimin"


" Ayo cepat, Yola ingin minum.. Ucapnya sambil sedikit kesal.. karena Dia merasa mengantuk"


" Cepat Diddi.. Ucapnya sambil menangis"


" Ah iya iya.. Diddi pergi, jangan menangis ya.. Ucap Jimin"


" Ayah tetap di sini kan nak?? Tanya Jungkook"


" No.. Ayah juga pelgi... Ucapnya"


Mereka berdua kemudian berjalan keluar kamar..


.


.


.


.


Terlihat di sana ada Yoo In Na sedang berbincang dengan Jimin.. entah sampai sekarang mereka belum meresmikan hubungan mereka..


mereka bertemu di pernikahan Jin, awalnya memang mereka ingin bertunangan karena orang tua mereka tapi sampai sekarang hal itu tidak terjadi..


Apalagi Jimin bilang mereka tidak ada hubungan, status mereka masih teman..


" Sayang, jangan ganggu anakmu Dia sedang tidur.. Ucap Nari kepada Jungkook"


" Kamu selalu menuduhku seperti itu.. Ucap Jungkook"


" Memang oppa selalu suka menggodanya.. tidurlah di sampingnya tanpa menggangu.. Ucap Nari"


" Ide yang bagus sayang.. Ucap Jungkook kemudian berjalan ke kamar Jimin"


" apa anak kamu sudah tidur nak?? Tanya Mama Jimin"


" Iya ma.. Dia rewel sekali kalo sedang mengantuk.. Ucap Nari"


" Hay Unnie, apa kabar.. Sapa Nari saat melihat Yoo In Na berjalan ke arah mereka"


" hay.. oh ya Ma, mana yang bisa di bantu.. Ucap In Na"


Entah kenapa Yoo In Na sekarang sedikit bersikap dingin kepada Nari, tapi Nari tetap bersikap baik kepadanya.. Nari pikir mereka tidak ada masalah apapa dan Nari tidak begitu memikirkannya..


.


.


.


.


.


.


.


🌹


Malamnya selesai acara mereka sedang berkumpul di teras belakang rumah Jimin.. Nari datang membawakan camilan untuk mereka..


" Ayah tidul telus saja.. apa Ayah, beluang yang tidul panjang di musim dingin?? Ucap Youra"


" Benar.. Ayah kamu tidur terus..


" Diddi juga sama.. Ucapnya sambil melirik kepada Jimin"


" Bukankah tadi kamu juga tidur nak.. kenapa seperti itu kepada Diddi dan Ayah.. Ucap Jungkook"


" Itu kalena Ibu..


" Kenapa jadi Ibu, memang apa salah Ibu??? Ucap Nari"


" ehhh... Apa ya??? Ucapnya sambil berfikir.. kenapa Dia bilang kalo Ibunya yang salah"


" kenapa kamu yang jadi bingung seperti itu.. Ucap Jimin"


Semua tertawa melihat tingkah polos Youra.. dengan expresi blank nya.. membuatnya tambah mengemaskan..


" Ma, In Na pamit pulang dulu.. Ucap In Na"


" Kenapa terburu buru Unnie.. Tanya Nari"


" Iya nak.. nanti saja biar Jimin yang mengantarkan mu.. Ucap Mama Jimin"


" Ah tidak apapa In Na bisa sendiri.. maafkan In Na, Ma.. Ucapnya"


Jimin berjalan menghampiri In Na yang berjalan meninggalkan mereka yang berada di teras belakang rumah Jimin..


" Ada apa?? Tanya Jimin"


" Ahh tidak ada apapa.. hanya saja aku merasa mengganggu kebahagiaan kalian di sana.. Ucapnya"


" Maksud kamu??


" Sudahlah Oppa, aku ingin pulang.. Ucap In Na"


" Apa ini karena Nari di sini?? Tanya Jimin"


💜


wahhh ada apa nihhhh..


siapa In Na???


apa Jimin sudah membuka hati untuk perempuan lain, dan melupakan cinta nya kepada Nari???