The Truth Untold

The Truth Untold
Chapter 142



Jimin membaringkan tubuh Nari ke tempat tidurnya, membantu menyelimuti sebagai tubuh Nari..


" Kenapa tidak pergi ke rumah sakit saja.. Ucap Jimin"


" Tadi sebelum ke sini dokter sudah memeriksanya dan dokter bilang ini efek dari cuci darahnya.. Ucap Chun Hei"


" Ya sudah istirahatlah.. kalo Jungkook tau kamu seperti ini.. kamu tau apa yang akan dilakukannya.. Ucap Jimin"


" iya, Dia pasti akan memakan ku.. biarkan saja Oppa tidur.. jangan di bangunkan agar Nari aman dari omelannya.. Ucap Nari"


" Kau itu memang pantas kena omelan dari nya..


" Aku bahkan tidak bertemu dengannya beberapa hari ini.. ah sudahlah aku mau tidur.. kepalaku pusing sekali.. Ucap Nari"


.


.


.


.


.



Langit sudah menunjukan kalo sudah senja dan Jungkook baru membuka matanya.. Dia berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya..


Setelahnya Dia duduk di balkon kamarnya menatap suasana sore di Hotel Dia menginap..


Dia sekamar dengan Taehyung tapi sepertinya Taehyung sudah bangun karena Jungkook sendiri di kamarnya..


Jungkook berjalan keluar kamarnya dengan rambut yang setengah basah karena baru selesai mandi..


Niatnya sekarang Dia ingin bertemu dengan orang tuanya..


Saat berjalan masuk kedalam kamar orang tuanya.. tidak ada siapa siapa di sana.. Jungkook kemudian berjalan keluar kamar..


" Nari aa.. panggil seseorang yang terdengar dari dalam kamar yang memang kamar Nari"


Jungkook berjalan masuk kedalam kamar Nari yang tidak jauh dari kamar orang tuanya.. sudah ada Chun Hei dan orang tua Jungkook dan orang tua Nari di sana..


" Ada apa ini??? Tanya Jungkook yang baru masuk"


" Nari pingsan.. Ucap Chun Hei"


" Pingsan?? Dimana Dia.. Ucap Jungkook"


Terlihat Taehyung mengangkat tubuh Nari keluar dari kamar mandi dan membaringkan ke tempat tidurnya..


" Kenapa bisa seperti ini.. Tanya Jungkook"


" sepertinya tekanan darahnya turun dan sejak tadi Dia memuntahkan isi perutnya dan tak lama Dia pingsan.. Ucap Chun Hei"


" Sayang.. Panggil Jungkook"


" Kenapa tidak ada yang memberitahukan ku?? Bawa ke rumah sakit.. Ucap Jungkook"


" dokter akan datang untuk memeriksanya.. Ucap Taehyung"


" Sayang.. bangunlah.. Ucap Jungkook"


terlihat wajah panik Jungkook, Dia berfikir bagaimana kondisi Nari turun saat seperti ini kalo acara mereka akan diadakan besok dan lagi tidak ada yang memberitahukannya tentang kondisi Nari sebelumnya..


" Tidak.. kita bawa Dia ke rumah sakit, hyung.. siapa kan mobil.. aku akan mengangkatnya.. Ucap Jungkook"


Jungkook membawa Nari keluar dari kamarnya, pikir Jungkook tidak akan baik baik saja kali terus seperti ini..


Walau Jungkook tau ini efek dari terapi cuci darah yang dilakukannya..


tapi saat akan keluar Hotel, Nari tersadar..


" Oppa.. Ucapnya lirih"


Jungkook menghentikan langkahnya saat mendengar Nari memanggilnya..


" Sayang.. kamu sudah sadar.. Ucapnya"


" Nari tidak ingin ke rumah sakit.. biarkan Nari beristirahat disini saja.. Ucap Nari pelan tapi masih terdengar oleh Jungkook"


" Tetap akan sama Oppa.. ini hanya efek cuci darah saja.. Nari baik baik saja.. Ucap Nari"


" Jangan mulai.. kau selalu keras kepala saat kondisi kamu seperti ini.. Ucap Jungkook"


" Oppa...


Jungkook kembali membawa Nari ke kamarnya dan membaringkan tubuh Nari ke tempat tidurnya..


.


.


.


.


.


.


" Kenapa tidak ada yang membangunkan ku dan memberitahu ku tentang kondisi Nari... Ucap Jungkook"


" Jangan bilang ini Nari yang mau.. Ucap Jungkook lagi"


" Nak, sudahlah.. Ucap Ibu Jungkook"


" Bisa kalian meninggalkanku disini bersama Oppa sebentar.. Ucap Nari"


Nari duduk bersandar di tempat tidurnya setelah yang lain pergi meninggalkan kamar Nari dengan Jungkook yang duduk di sampingnya, memegang tangan Jungkook dan menatapnya..


" Oppa..


" Aku sedang tidak ingin berdebat.. jadi tidurlah.. Ucap Jungkook"


" Maafkan Nari Oppa..


" Kamu selalu saja keras kepala tentang kondisimu.. kamu bahkan melewatkan cuci darah kamu.. Ucap Jungkook"


" Oppa tau.. kenapa Nari melakukan itu.. bukankah perempuan yang melakukan pengobatan seperti itu akan membuatnya sulit untuk hamil.. untuk apa Oppa menikahi Nari kalo Nari tidak bisa memberikan keturunan untuk Oppa.. Ucap Nari, Jungkook menatap Nari yang sudah menangis menatapnya"


" Sayang.. aku hanya takut.. Ucap Nari"


" Aku takut kalo aku.....


Jungkook memeluk tubuh Nari.. Dia merasa sangat bersalah dengan yang sudah Dia katakan kepada Nari.. Nari punya alasan untuk melakukan itu dan hal itu tidak pernah terpikirkan oleh Jungkook.. walau sebenarnya Jungkook tau efek itu tapi Jungkook tetap ingin berfikir positif..


Tapi tidak dengan Nari.. Dia memikirkan hal itu dan membuat dirinya tidak melakukan cuci darah untuk itu.. Jungkook merasa tidak bisa mengerti dengan yang dirasakan Nari selama ini..


" Kenapa kamu bicara seperti itu.. Tanya Jungkook"


" Nari hanya takut Oppa.. Nari....


" Sayang, kamu lebih penting untukku.. aku tau setiap wanita menginginkan hal itu tapi aku ingin kamu sehat.. hal itu bisa kita lakukan setelah kamu benar benar sehat.. Ucap Jungkook"


" Tapi tetap saja.. Nari hanya akan membuat Oppa susah.. Ucap Nari"


" Maafkan aku.. maafkan aku.. aku mencintaimu apa adanya dan yang paling penting untukku adalah kamu sehat sekarang.. jangan pernah lagi berfikir seperti itu.. bukankah kita memiliki Tuhan.. saat Tuhan berkehendak, Dia akan melakukan apa yang manusia tidak bisa lakukan.. bukankah kita akan selalu bersama menghadapi semua ini.. Ucap Jungkook"


Semua masalah pasti ada jalan keluarnya..


Tuhan tidak memberikan masalah melebihi batas kemampuan umat-nya..


tapi rasanya masalah tidak pernah habis untuk mereka..


selalu saja ada yang membuat mereka lemah walau begitu mereka harus tetap kuat untuk melewati semua ini..


cukup yakin semua kan indah pada waktunya, itu menurut mereka berdua..


💜



by: nyemoetdz 😘


07/02/2020