
Dan di sini Nari sekarang, di rawat intensif karena kelelahan..
awalnya Dia tidak mau saat tau akan di rawat inap tapi Jungkook tetap ingin Nari melakukan pengobatannya..
Youra bersama Ibu Jungkook di rumah..
" Sayang, Youra tidak akan mau minum susu formula, aku baik baik saja.. kasihan Ibu mengurus Youra sendiri.. Ucap Nari"
" Demam kamu tinggi, jangan harap kamu ingin pulang. cukup istirahatlah, tidak ada penolakan lagi.. Ucap Jungkook"
" ya sudah, aku menyimpan beberapa susu di lemari pendingin.. Ucap Nari"
" Iya.. sekarang istirahatlah..
" Oh ya Oppa, apa Ayah menghubungi Oppa?? Tanya Nari"
" Ayah??
" Hmmm Ayah Nari.. Ucapnya"
" Tidak.. memangnya ada apa??
" Beberapa hari yang lalu Dia menghubungi ku dan menawarkan mendonorkan ginjalnya untuk Nari.. Ucap Nari"
" Ginjal??? Apa Ginjalnya cocok dengan milik kamu?? Dan kenapa tiba tiba.. Tanya Jungkook"
" Tidak tau..
" Apa kamu menyetujuinya?? Tanya Jungkook"
" Entahlah.. Nari hanya takut tidak bangun saat Nari melakukan Operasi itu.. Ucap Nari"
" Kamu itu bicara apa, lakukanlah kalo itu baik untukmu..
" Nari akan berakhir sama saat Nari masuk ruang operasi.. hal yang Nari takutkan yakni koma.. kalo hanya beberapa hari saja tidak apapa.. kalo Nari tidak bangun lagi.. bagaimana??
" Im Nari.. aku tidak ingin membahas hal seperti itu.. Ucap Jungkook"
" Maafkan aku Oppa..
Ada benarnya apa yang dikatakan Nari.. Dia selalu berakhir koma, tapi bukankah ini kesempatan untuknya, donor ginjal.. 2 pilihan yang berat untuk Nari dan juga Jungkook.. ada perasaan senang saat mendengarkan apa yang dikatakan Nari tapi rasa takut itu datang lagi saat Nari tidak membuka matanya dan Jungkook tidak mau hal itu terjadi..
.
.
.
.
.
Setelah 2 hari di rawat di rumah sakit.. Nari di ijinkan untuk pulang karena kondisinya yang membaik, hari ini Jungkook akan mengajak mereka pulang ke Seoul..
" Kamu istirahat saja disini dulu nak.. Ucap Ibu Jungkook"
" Tidak Bu, Nari akan ikut Oppa pulang hari ini.. Nari sudah jauh lebih baik.. Ucap Nari"
" Maaf ya, ibu jadi membuatmu kelelahan.. Ucap Ibu Jungkook"
" Ah tidak juga Bu.. Nari saja kurang menjaga kesehatan, Youra pulang ya nenek.. Ucap Nari kepada Ibu Jungkook"
" Iya sayang.. nanti nenek akan datang ke Seoul dan Jungkook aa, hati hati di jalan.. Ucap Ibu Nari"
" Iya Bu..
Setelah masuk kereta, mereka segera mencari tempat duduk yang sama dengan tiket mereka..
" Sayang.. Panggil Nari"
Harusnya Nari tetap di Busan untuk istirahat disana tapi Dia tetap ingin pulang bersama Jungkook dan berakhir Jungkook mendiami Nari..
" Youra ingin bersama Ayah? Tanya Jungkook"
Jungkook mengambil tubuh kecil Youra dari gendongan Nari..
.
.
.
.
.
Seoul, Apartemen..
" apa kamu baik baik saja??? Kalo tidak bisa tidak apapa.. Ucap Chun Hei"
" Tidak apapa.. hanya beberapa Cake kan? Memangnya untuk acara apa?? Ucap Nari"
" Tidak ada.. para guru ingin mencobanya.. mereka suka dengan yang kemarin kamu buatkan untukku.. aku memberikan itu untuk tester.. Ucap Chun Hei"
" Ahh begitu, aku akan buatkan tester six flavored cake yang aku buat.. kamu harus mencobanya..
" Kamu sekarang pindah profesi menjadi seorang pastry?.. Ucap Chun Hei"
" Hanya hobi saja..
" Oh ya kemana Youra?? Tanya Chun Hei"
" Dia ada di kamar bersama Ayahnya.. aku akan membawanya kesini.. Ucap Nari"
" sudah biarkan saja.. ada apa?? Apa Dia sedang marah kepadamu?? Tanya Chun Hei"
" Entahlah.. aku sedang tidak ingin membahasnya.. Ucap Nari"
" Oke kalo begitu..
Setelah Chun Hei pulang, Nari berjalan ke kamar, terlihat Jungkook dan Youra sedang tertidur di sana..
.
.
.
.
.
Keesokan paginya..
" Sayang, bisa minta tolong sebelum berangkat antar kan pesanan ini kepada Chun Hei.. Ucap Nari"
" Ya, nanti aku akan antar kan kepadanya.. Ucapnya"
" Sayang.. apa kamu masih marah??? Maafkan aku.. Ucap Nari"
" Aku akan melihat Youra di tempat tidurnya.. Ucap Jungkook"
Sebelum pergi Nari berdiri di depan Jungkook, menatap wajah Jungkook dan memeluknya..
" Maafkan Nari.. Ucapnya.. Jungkook hanya diam tidak menjawabnya"
" Oppa..
" Maafkan Nari.. jangan mendiami Nari seperti ini.. maafkan Nari..
Jungkook memang kesal karena Nari memaksakan dirinya tapi Dia juga salah kenapa Dia harus bersikap seperti itu..
Jungkook memeluk tubuh Nari dan mencium ujung kepala Nari..
" Jangan terlalu memaksakan tubuh kamu.. aku tidak suka itu.. kamu berjanji untuk menjaga kesehatan kamu, jadi kamu harus menjaganya untukku dan untuk Youra.. Ucapnya"
" Hmmm.. maafkan Nari..
" Aku sudah merasa bersalah dengan melarang mu beraktivitas berlebih jadi jangan buat aku semakin bersalah saat aku melihatmu sakit karena aku tidak bisa menjagamu.. Ucap Jungkook"
" Iya Oppa..
" Sudah jangan menangis.. maafkan aku.. Ucap Jungkook sambil mencium bibir Nari"
Tak lama terdengar suara Youra menangis.. dan Nari segera bergegas menghampiri Youra yang sedang di kamarnya..
💜
chapter 200 nihhhhh😍😍
double up😊😊
congratulation😊
terima kasih mau mampir ke cerita ku ini yaaaa....
I purple you💜
by: nyemoetdz
08/06/2020