
Syuting Video hari pertama berjalan baik.. Mereka melakukan pemotretan juga keesokan harinya..
Nari sedang meregangkan ototnya.. Sehari ini sangat melelahkan.. Apalagi dengan tangan yang tidak sehat..
Nari sedikit menahan sakit saat merasa bahunya yang seperti tertarik..
" ya Tuhan.. Ahh...
" apa sakit? Jimin"
Jimin yang baru datang, duduk di samping Nari..
" ahh tidak.. Hanya lelah saja.. Nari"
" kenapa tidak pulang? Jimin"
" setelah ini aku akan pulang.. Sedang menunggu Jungkook Oppa.. Kenapa Oppa belum pulang.. Nari"
" aku sedang menunggu yang lain.. Nari aa.. Maaf tentang semalam.. Dan tentang ginjal ini.. Jimin"
" aku tidak ingin membahasnya.. Jangan pernah membahasnya lagi.. Aku hanya ingin kamu menjaganya.. Bukankah minuman minuman keras tidak baik untuk ginjal kamu.. Jadi lebih jaga pola hidup Oppa.. Jangan sia siakan.. Karena belum tentu orang lain beruntung seperti Oppa.. Nari"
" maafkan aku.. Jimin"
" sayang kamu sudah selesai.. Nari"
Terlihat Jungkook yang datang dengan tas bawaannya..
" ayo pulang.. Jimin hyung, bilang ke yang lain aku akan mengantar Nari.. JK"
" ahh iya.. Berhati hatilah..
" aku permisi..
Nari sedikit membungkuk kepada Jimin.. Dan pergi bersama Jungkook..
" sayang, boleh kita makan dulu sebelum pulang.. Aku sangat lapar.. Nari"
" siap Nona.. Saya akan melayani anda dengan sepenuh hati.. Sini biar aku bawakan tas kamu.. JK"
" terima kasih sayang..
Terdengar sangat menyakitkan untuk Jimin.. Walau terlihat sangat bahagia.. Jimin yang melihatnya sangat sakit.. Orang yang di sukainya begitu menderita karenanya..
Jungkook dan Nari memesan makanan untuk dimakam di rumah..
" Nari siapkan piringnya dulu.. Nari"
" biar aku saja..
" sayang, bisa aku minta tolong?.. Nari"
" apa?
" aku ingin sekali mencuci rambutku.. Entah seperti apa baunya.. Bisa kamu membantuku? Nari"
" boleh.. Akan sakit nanti kalo kamu melakukannya sendiri.. JK"
" ya sudah sebelum makan aku ingin mandi dulu..
" mau di bantu sayang? JK"
" Oppa.. Nari"
" oke oke.. Aku akan membantumu mencuci rambutmu saja.. Oke.. JK"
" oke..
Setelah selesai mandi Nari di bantu Jungkook untuk mencuci rambutnya..
" duduklah..
Jungkook menaruh kursi untuk Nari bisa duduk..
" bisa kamu merunduk.. Sakit tidak?? Memangnya kenapa mencuci rambutmu.. Kalo masih terasa sakit.. JK"
" sudah beberapa hari tidak aku cuci.. Dan aku paling malas kalo harus ke salon.. Memangnya Oppa tidak mau?.. Nari"
" sudah ayo aku bantu.. Membungkuklah pelan pelan.. Kalo merasa sakit bilang ya.. Jangan dipaksa.. JK"
" siap tuan Jeon..
Jungkook mulai membasahi kepala Nari.. Dan memberikan shampo kemudian mengosokanya sampai berbusa.. Sedikit memijat kepala Nari..
" sayang.. Nari"
" hmmm.. JK"
" apa aku terlalu jahat?.. Nari"
" jahat karena apa? JK"
" Oppa taukan kalo Nari sangat sangat sayang kepada Oppa.. Nari"
" apa ini tentang Jimin hyung?
" hmmm.. Nari, tidak pernah memiliki rasa seperti kepada Oppa.. Benar Nari pernah merasa nyaman tapi aku hanya....
" aku mengerti.. Jujur aku sangat marah saat Jimin hyung bilang kalo Dia menyukaimu.. Tapi aku tidak bisa marah kepadanya.. Karena aku yakin kamu tidak seperti itu. Dan tentang di rooftop aku sudah tau.. Bukankan Jimin hyung menciummu?
Seketika Nari memposisikan tubuhnya duduk tegak..
" Oppa...
" tidak apapa.. Aku tau kamu tidak membalas cintanya.. Kamu bahkan menamparnya.. Jujur saja aku merasa bersalah kepadanya kenapa kita menyukai orang yang sama.. Nari"
" maafkan aku Oppa..
" sudahlah tidak apapa.. Bukankah Nariku ini sangat mencintai Jungkook?? JK"
" sangat.. Nari sangat mencintai tuan Jeon ini.. Maaf harusnya aku bilang lebih cepat kepada Oppa tentang hal ini tapi aku tidak bilang karena aku takut kalian akan bertengkar karenaku.. Maafkan aku..
" sudah.. Aku mengerti.. Jadi tidak usah dipikirkan.. Ohh ya apa mau seperti saja? Lihatlah dikaca.. Busa d rambut kamu.. Lucu kamu seperti ini.. Biarkan saja ya.. JK"
" ya basah bajunya.. Nari"
" siapa suruh bergerak.. Ayo cepat bersihkan.. Membungkuklah.. JK"
Jungkokk kemudian membilas bersih busa dirmbut Nari.. Dan mengeringkannya dengan handuk kemudian hydrayer..
" hmmm harum sekali.. Apa kamu suka memakai shampo rasa buah seperti itu?? JK"
" iya.. Sangat suka.. Apalagi harum stroberinya bikan segar.. Nari"
" seperti anak kecil saja.. JK"
" biarkan saja.. Oppa..... Nari"
" hmmm.. JK"
" terima kasih.. Nari"
" kamu mulai lagi.. JK"
" tidak.. Aku hanya bilang terima kasih saja.. I Love You..
" I Love you to sayang..
Jungkook mencium kening Nari..
" ahh..
" aku tidak menyentuh lukanya.. Apa sakit?..
JK"
" tidak.. Ingin menggoda Oppa saja.. Nari"
" kamu mengerjaiku??.. Awas ya.. JK"
Jungkook mengelitiki Nari hingga membuatnya tertawa geli..
" Oppa sudah.. Sakit.. Ahh ahh..
" ahhh.. Oppa sakit Nari"
Nari memejamkan mata dan merunduk menahan sakit..
" benar sakit? Maafkan aku.. Mana yang sakit.. JK"
Nari yang sengaja menggoda Jungkook tersenyum dan mencium pipi Jungkook..
" tapi bohong.. Nari"
" Im Nari..... JK"
Satu lagi kecupan mendarat ke pipi Jungkook dan membuatnya malu karena Nari..
Disinilah yang membuat Nari nyaman dengan Jungkook.. Sikap dewasanya dan perhatiannya.. Dia pasti sangat lelah karena syuting hari ini.. Tapi Jungkook tetap menyempatkan waktunya untuk Nari.. Sesibuk apa Dia..
Nari sedang berkutat dengan kameranya.. Kamera yang sekarang jadi alat favoritnya.. Kamera pemberian Jungkook.. Sesekali Dia membidikanya ke objek di depannya..
" bagus.. Lihatlah.. Nari"
" pacarmu memang sangat tampan ya.. JK"
" ahh sepertinya kameranya tiba tiba blur Oppa.. Bagaimana ini?
" sini biar aku yang mengambil fotomu..
" tidak tidak.. Pasti Oppa akan menjahiliku.. Nari"
" tidak akan.. Kemarikan.. JK"
" jangan.. Kameranya mau aku buat kerja Oppa sudah sana bersiap..
" sebentar saja..
" lihatlah itu apa Oppa..
Jungkook menoleh ke arah yang ditunjuk Nari.. Nari kemudian pergi meninggalkan Jungkook.. Nari berbalik dan menabrak Jimin yang sedang berjalan ke arahnya..
" ahh..
" sakit?? Jimin"
" tidak apapa? JK"
" ya Tuhan untung saja kameranya tidak jatuh apapa.. Nari"
" kamu malah memikirkan kamera kamu.. Dasar.. Itu tandanya pembalasan karena mengerjaiku.. JK"
" maafkan aku.. Nari"
" apa tidak apapa? Jimin"
" tidak kok Oppa.. Nari"
Nari bersiap untuk pulang karena baru menyelesaikan pekerjaannya..
" sayang ikutlah makan malam bersama member.. JK"
" tidak Oppa.. Aku malu.. Aku...
" ayolah.. Kan ada aku..
" tapi Oppa.. Nari"
" lets go!!
Jungkook mengajak Nari untuk makan malam dengan para member.. Dan sesampainya di sebuah restoran mereka berjalan masuk..
" oh Jungkookie, kau sudah datang.. Tae"
" maaf aku terlambat..
Nari terkejut melihat ada Aeri dan mama Jimin disana.. Memang mama Jimin yang mengundang member untuk makan malam.. Ada juga Sejin..
" kenapa gadis itu disini? Mengganggu saja.. Aeri"
" jaga bicaramu.. Jimin"
" silakan duduk Jungkookie.. Mama Jimin"
" terimakasih ma.. JK"
" siapa Dia? Apa Dia asisten barumu Jungkook aa.. Mama Jimin"
" Dia...
" apa Dia tidak pernah merepotknmu Oppa?.. Aeri"
" lihatlah dengan kondisi seperti itu apa bisa membantumu?.. Kalo sakit bukankah lebih baik istirahat.. Bukan mala keluyuran.. Aeri"
" Aeri.. Jimin"
" maaf saya permisi.. Nari"
Nari kemudian meninggalkan meja makan dan berjalan keluar.. Jungkook yang merasa bersalah berlari mengejar Nari..
" tunggu.. Maafkan aku..
" tidak apapa Oppa.. Memang aku tidak harusnya disini.. Maaf Oppa, Nari ingin pulang.. Nari"
" aku akan mengantarmu.. JK"
" tidak Oppa.. Nari masih ingin ke suatu tempat.. Nari"
" aku akan mengantarkanmu..
" tidak.. Nari ingin sendiri.. Maafkan aku Oppa.. Nari"
Nari kemudian masuk kedalam taksi yang Dia berhentikan..
" Aeri, apa mulut kamu itu tidak bisa diam? Jimin"
" memangnya kenapa Oppa.. Kita tidak mengundangnya.. Dan Dia disini.. Aeri"
" tapi aku yang mengundangnya.. Kau selalu membuat orang sakit hati dengan mulut mu itu.. Jimin"
" sepertinya Jungkook pulang lebih dulu.. Dia meminta maaf untuk tidak ikut makan malam.. Sejin"
" memangnya siapa gadis itu.. Kenapa Jungkook sampai mengejarnya.. Mama Jimin"
" Dia kekasih Jungkook.. Aku pulang.. Jimin"
" tapi nak..
Para member juga berpamitan untuk pulang.. Aeri memang sudah terlewat batas..
DORM..
" kau di Dorm Jungkookie?? Jin"
" kenapa hyung tidak bilang kalo ada Aeri.. JK"
" sudahlah aku sedang tidak ingin membahasnya.. Jimin"
" tapi aku mau.. Mungkin kita sudah terbiasa dengan mulut pedas Aeri tapi bagaimana dengan Nari.. Bagaimana bisa Dia bicara seperti itu.. Bahkan mama, hyung bicara seperti itu.. Bukankah Dia tau kalo Nari seorang produser di BigHit.. Kalian orang kaya selalu meremehkan orang miskin.. Apa begitu menjijikan saat kalian melihat Nari??.. Kau melukai hatinya lagi hyung.. JK"
" Sampai kau melukai hatinya lagi aku tidak akan tinggal diam.. Ingat itu... Ahh.... JK"
Jungkook yang marah melempar gelas di genggamanya.. Dan pergi kekamarnya..
" Jungkook aa.. Tae"
" biarkan saja dulu.. Dia sedang marah.. Biarkan Dia tenang.. Jin"
" sudah sebaiknya kalian tidur.. Ini sudah terlalu malam.. Biar aku yang membersihkan pecahan gelasnya.. RM"
Bagaimana Jungkook tidak marah.. Nari terluka karenanya.. Kalo saja Jungkook tidak mengajaknya.. Pasti Nari tidak akan mendapat perlakuan seperti itu..
🍁🍁🍁